Langkah Lee/Wang menempati podium tertinggi pun tinggal selangkah, mereka hanya kurang berhadapan dengan wakil China.
Pertemuan Lee/Wang dan Li/Liu dalam final ajang kompetisi olahraga terbesar di dunia pun membawa pamor nasionalisme yang kental.
Kompetisi kedua pasangan secara tidak langsung juga mewakili gengsi nasionalisme negara asal mereka yang secara politis masih terlibat konflik yang tak kunjung usai, dan bahkan meruncing pada tahap menuju krisis regional.
Sabtu 31 Juli menjadi penentuan persaingan keduanya. Pertandingan berlangsung ketat dengan menampilkan pukulan cepat yang biasa dimainkan pebulu tangkis dari kawasan Asia.
Li/Liu yang dijuluki "Duo Menara" karena tinggi badan mereka, juga bernasib sama seperti lawan Lee/Wang sebelumnya yang tak bisa menahan serangan akurat ganda putra Taiwan itu.
Kebolehan mereka yang bisa menjangkau pukulan jauh sekalipun berkat postur badan, tak berdampak banyak saat meladeni Lee/Wang yang lebih gesit baik dari segi serangan maupun pertahanan.
Lee/Wang pun menghentikan perlawanan Li/Liu dalam waktu 34 menit untuk membawa kebanggaan baru sebagai ganda putra pertama dari Pulau Formosa yang menyumbangkan medali emas Olimpiade. (Antara)
Berita Terkait
-
Timnas Voli akan Naturalisasi 4 Pemain Brasil untuk Olimpiade 2032
-
Perang AS-Iran, PBSI Pastikan Tim Indonesia Tetap Berangkat ke Swiss Open 2026
-
6 Lomba Olimpiade Online yang Terkurasi Puspresnas, Resmi dan Terpercaya
-
Bayang-bayang Berlin 1936, Jerman Tetap Pertimbangkan Bidding Tuan Rumah Olimpiade 2036
-
Ulasan Film Unbroken: Perjuangan Atlet Olimpiade Bertahan Hidup dalam Perang Dunia II
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Paling Murah, Performa Handal Multitasking Lancar
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Mario Aji Terjatuh dan Finish ke-25 di Latihan Moto2 GP Amerika Serikat
-
Veda Ega Pratama Finish ke-14 pada Sesi Latihan GP Amerika Serikat
-
Kiandra Ramadhipa Resmi akan Tampil di Moto3 Junior mulai Mei 2026
-
Berstatus Anak Baru, Doni Tata Pradita Ungkap Kelebihan Veda Ega Pratama di Moto3
-
Usai Raih Podium Ketiga, Veda Ega Pratama Kian Percaya Diri Hadapi GP AS
-
Nihil Gelar di Tur Eropa, PBSI Apresiasi Meningkatnya Daya Saing Atlet Indonesia
-
Konsistensi Jadi Tantangan Alwi Farhan di Level Elite
-
Evaluasi usai Tur Eropa, Putri KW Perlu Tingkatkan Percaya Diri dan Kematangan Permainan
-
Pelatih Ungkap 3 Kekurangan Raymond/Joaquin, Terutama Aspek Non Teknis
-
Pegulat 19 Tahun Dieksekusi Iran, Ini Alasan Saleh Mohammadi Dihukum Mati