Suara.com - Kontingen China masih memimpin klasemen medali Olimpiade Tokyo 2020 selepas rangkaian kompetisi Minggu (1/8/2021). Sementara Amerika Serikat berhasil menyalip tuan rumah Jepang di posisi kedua.
Sepanjang hari Minggu, China meraih tiga medali emas tambahan melalui Shi Tingmao di nomor loncat indah papan 3m putri, Gong Lijiao di tolak peluru putri dan Chen Yu Fei yang berjaya di bulutangkis tunggal putri.
China kini memimpin klasemen dengan koleksi 24 medali emas, 14 perak dan 13 perunggu.
Posisi kedua kini diduduki Amerika yang memiliki 20 medali emas, 23 perak dan 16 perunggu, menyalip Jepang yang sepanjang Minggu gagal menambah emas.
Amerika menjadi satu dari dua negara yang meraup empat medali emas tambahan sepanjang Minggu lewat renang gaya bebas 50m putra, gaya bebas 1500m putra, gaya ganti estafet 4x100m putra dan golf stroke perorangan putra.
Negara lain yang meraih empat medali emas tambahan adalah Australia melalui renang gaya bebas 50m putri, gaya ganti estafet 4x100m, selancar angin dinghy satu orang laser radial putri dan BMX freestyle putra.
Atas raihan itu, Australia naik ke posisi keempat klasemen menggusur ROC/Rusia yang hari Minggu hanya memperoleh satu tambahan emas lewat ganda campuran tenis Anastasia Pavlyuchenkova/Andrey Rublev.
Australia kini memiliki 14 medali emas, tiga perak dan 14 perunggu di atas Rusia yang mengoleksi 12 emas, 19 perak dan 13 perunggu.
Sementara itu, keberhasilan Marcell Jacobs menyabet medali emas lari 100m putra membuat kontingen Italia kembali masuk ke 10 besar klasemen dan menduduki urutan kesembilan dengan total empat emas, delapan perak dan 15 perunggu.
Baca Juga: Zverev Akhiri Penantian Panjang Jerman Rebut Emas Tenis Olimpiade
Kontingen Indonesia yang belum beranjak dari raihan satu medali perak dan dua perunggu turun lagi ke posisi ke-57 klasemen.
Berikut 10 besar klasemen perolehan medali Olimpiade Tokyo 2020 hingga Minggu, dilansir Antara dari laman resmi kompetisi:
Berita Terkait
-
Profil Javad Foroughi, Penembak Iran yang Disebut Teroris oleh Atlet Korea Selatan
-
Setelah 26 Tahun, Rekor Dunia Lompat Jangkit Putri Patah di Olimpiade Tokyo
-
Pesan Menpora untuk Greysia/Apriyani Jelang Final Olimpiade Tokyo: Anggap di Cipayung
-
Kalahkan Tai Tzu Ying, Chen Yu Fei Raih Emas Olimpiade Tokyo
-
5 Fakta Lee Yang/Wang Chi-lin, Penggemar Ganda Indonesia Juara Olimpiade 2020
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Temui Gubernur DKI, PB ORADO Perkuat Dukungan Turnamen Domino
-
Akui Terpancing Emosi, Alwi Farhan Petik Pelajaran Usai Disingkirkan Kodai Naraoka di BAC 2026
-
Jafar/Felisha Tersingkir di 16 Besar BAC 2026, Akui Kesulitan Tembus Pertahanan Lawan
-
Final Four Proliga 2026 di Solo, Perebutan Juara Putaran Pertama Panas Sejak Hari Pertama
-
BAC 2026: Jonatan Christie ke Perempat Final, Akui Sempat Buta Kekuatan Lawan
-
Sikat Rival Lama di BAC 2026, Alwi Farhan: Tak Mudah Lewati Tekanan
-
Kalah dari Watanabe di BAC 2026, Ubed Petik Pelajaran dari Mental Pantang Menyerah Lawan
-
Raymond/Nikolaus Akui Kalah Cepat dari Ganda Korea di BAC 2026
-
Fajar/Fikri Jadikan Laga Pembuka BAC 2026 sebagai Pemanasan
-
Menang Dramatis, Amri/Nita Melangkah ke Babak 16 Besar BAC 2026