Suara.com - Dua atlet para-renang Indonesia telah berada di Jepang sejak Selasa lalu untuk Paralimpiade Tokyo, namun Jendi Pangabean dan Syuci Indriani hingga saat ini belum bisa berlatih secara maksimal karena Tokyo Aquatic Centre baru akan dibuka pada Jumat (20/8/2021).
Meski demikian, kedua atlet tersebut tetap memanfaatkan waktu selama di Tokyo untuk menjaga kebugaran dengan melakukan latihan ringan di Kampung Atlet Paralimpiade.
"Karena belum bisa berlatih di kolam, kami hanya bisa melakukan peregangan, latihan ringan dan sedikit fisik," kata Jendi dalam rilis resmi NPC Indonesia, Kamis (19/8/2021).
"Semoga pada tanggal 20 Agustus nanti kami sudah bisa latihan di kolam renang,” ujar Jendi yang akan turun di nomor andalannya 100 meter gaya punggung S9 putra.
Harapan yang sama juga dilontarkan oleh Syuci Indriani, yang melakukan latihan ringan di kamarnya.
Dibantu pelatih, Syuci hanya melakukan latihan peregangan dan conditioning sampai nanti bisa berlatih langsung di kolam renang.
Namun Syuci mengaku tetap bersemangat, yakin dan percaya diri untuk berlaga di Paralimpiade keduanya ini.
“Saya sangat semangat, yakin dan percaya diri pada Paralimpiade Tokyo kali ini, yang merupakan ajang kedua saya selama berkarier menjadi atlet,” ungkap Syuci.
Syuci akan berlaga pada 25 Agustus. Peraih dua medali emas Asian Para Games 2018 Jakarta itu akan turun di tiga nomor, yakni 100 meter gaya kupu-kupu S14 putri, 100 meter gaya dada SB14 putri dan 200 meter gaya ganti perorangan SM14 putri.
Baca Juga: IPC Sebut Tak Ada Cara Aman Bawa Atlet Afghanistan ke Paralimpiade Tokyo
[Antara]
Tag
Berita Terkait
-
ASEAN Para Games 2025: Rebut Tujuh Emas, Jendi Pangabean Buktikan Konsistensi dan Dukungan Keluarga
-
Reda Manthovani Bawa Indonesia Harum di Korea! Raih Gelar Grand Master Taekwondo Dunia
-
Raih Emas Paralimpiade, Annabelle Williams Ungkap Inspirasi Ketangguhan Bersama Mowilex
-
Kesulitan Sebut "Paralimpiade", Pidato Gibran di Hari Disabilitas Jadi Sorotan
-
10 Tahun Jokowi, Indonesia Juara Umum Paragames Tiga Kali Berturut-Turut dan Raih Medali Emas di Dua Paralimpiade
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 5 Mobil Toyota Dikenal Paling Jarang Rewel, Ideal untuk Mobil Pertama
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- 6 Moisturizer Pencerah Wajah Kusam di Indomaret, Harga di Bawah Rp50 Ribu
Pilihan
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
-
Penghentian Operasi dan PHK Intai Industri Batu Bara Usai Kementerian ESDM Pangkas Kuota Produksi
-
Perilaku Audiens Berubah, Media Diminta Beradaptasi dengan AI dan Medsos
-
Pintu Langit Dibuka Malam Ini, Jangan Lewatkan 5 Amalan Kunci di Malam Nisfu Syaban
Terkini
-
PBSI Berharap Gelar Thailand Masters 2026 Jadi Awal Kebangkitan Leo/Bagas
-
Dua Kali Kalah Beruntun di Final, PBSI Beberkan Kekurangan Raymond/Joaquin
-
Banjir Pevoli Asing di Proliga 2026, Kompetisi Makin Kuat atau Alarm Pembinaan Lokal?
-
Juara Thailand Masters, Fadia/Tiwi Masih Punya PR Besar dari Eng Hian
-
Profil Annie Mitchem: Meledak di Proliga 2026, Tembus 118 Poin untuk Gresik Phonska
-
Pertama Kali Juara Super 300, Ubed Ditarget PBSI Tembus Top 15 Ranking BWF Tahun Ini
-
Juara Umum Thailand Masters 2026, PBSI Tegaskan Tahun Ini adalah 'Tahun Prestasi' Menuju Olimpiade
-
Satria Muda Tumbang di Kandang, Coach Djordje Ungkap Faktor Penentu Kemenangan Pelita Jaya
-
Popsivo Buka Peluang Lolos ke Final Four Proliga 2026
-
Belum Terbendung, LavAni Kembali Raih Kemenangan atas Medan Falcons