Suara.com - Para wakil Indonesia di Paralimpiade Tokyo 2020 akan mendapat pendidikan gratis dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Hal itu diharapkan bisa menambah motivasi dan semangat mereka.
Penyerahan program pendidikan itu dilakukan oleh Rektor Unesa Prof. Nurhasan bersama dengan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Supratomo kepada salah seorang atlet bulu tangkis Indonesia asal Jawa Timur Khalimatus Sa'diyah, yang sedang berada di Tokyo, Rabu (25/8/2021).
Kepada Khalimatus, Nurhasan berpesan agar ia dapat bertanding senyaman mungkin, tanpa beban dan tanpa tekanan.
"Urusan juara itu bonus, yang penting nikmati pertandingan dengan sepenuh hati, lakukan yang terbaik, dan hasilnya pun akan baik. Sampaikan kepada teman-teman lain, kami di sini terus mendukung dan mendoakan yang terbaik," kata Nurhasan dilansir dari Antara.
Pria yang akrab disapa Cak Hasan itu mengaku bangga mendengar nama putra-putri Jatim dan Indonesia bisa sampai di Tokyo dan berjuang di ajang bergengsi tersebut.
Sebagai bentuk apresiasi, ia mengatakan Unesa akan memberikan penghargaan berupa program pendidikan gratis, baik S1 maupun S3, kepada atlet-atlet Indonesia yang tampil di Paralimpiade Tokyo 2020.
"Sepulangnya dari Tokyo, mau juara atau tidak, teman-teman yang berminat studi, monggo di Unesa, kami siapkan gratis, mau S1 atau S2, silakan. Ini sudah dibicarakan sama Pak Menpora (Zainudin Amali). Untuk para atlet, kami berikan yang terbaik, sebagaimana usaha terbaik yang mereka upayakan untuk Indonesia," tutur Nurhasan.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan pendidikan gratis itu juga merupakan wujud apresiasi kepada para atlet serta sebagai bentuk kolaborasi untuk Jatim dan Indonesia yang lebih berprestasi.
Menurut dia, tidak mudah menjadi seorang atlet, apalagi untuk tampil di ajang internasional karena butuh proses dan usaha tanpa henti agar mampu melewati setiap tantangan yang dihadapi.
Baca Juga: Paralimpiade Tokyo: David Jacobs Hajar Luka Bakic, Komet dan Adyos Tersungkur
"Ini (program pendidikan gratis) adalah wujud dukungan Unesa sebagai kampus yang ramah disabilitas, termasuk kepada para atlet Paralimpiade Indonesia. Selain itu, Unesa juga terus mengembangkan pendidikan dan layanan bagi anak-anak disabilitas dengan menggandeng beberapa pihak luar negeri, termasuk Spanyol," terang Nurhasan.
Sementara itu, Kadispora Jatim Supratomo menyatakan pihaknya bersama Unesa akan terus bersinergi untuk terus memajukan prestasi olahraga Jatim dan juga Indonesia.
"Terima kasih kepada Unesa, ini (program pendidikan gratis) adalah apresiasi yang luar biasa untuk para atlet. Kami bangga kepada Khalimatus dan teman-teman lain di Tokyo. Tetap fokus dan yakin pasti bisa, itu paling penting," ungkap Supratomo.
"Berlatihlah seperti kamu bertanding, dan bertandinglah seperti kamu berlatih," tambahnya.
Berita Terkait
-
Paralimpiade Tokyo: David Jacobs Punya Peluang Besar Melaju ke Perempat Final
-
Paralimpiade Tokyo: Pelatih Harap Komet dan Adyos Tampil Lebih "Pede" di Laga Kedua
-
Bukan Indonesia Maupun Tuan Rumah, Ini Atlet Peraih Emas Pertama Paralimpiade Tokyo 2020
-
Paralimpiade Tokyo 2020: Evaluasi Pelatih Atas Penampilan Perdana Para Tenis Meja
-
Paralimpiade Tokyo 2020: Langkah Manis David Jacobs
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
Terkini
-
Petenis Rusia Daniil Medvedev Terjebak di Dubai Usai Serangan AS-Israel ke Iran
-
Kasus Kekerasan Atlet Panjat Tebing: Menpora Buka Layanan Aduan, Komisi X Desak Sanksi Maksimal
-
Waspadai Wakil China, Tiwi/Fadia Tekad Kurangi Error di Semifinal German Open 2026
-
Lolos ke Semifinal, Gloria Emanuelle Widjaja Bertekad Akhiri Kutukan Runner-up di German Open 2026
-
Proses Bangun Chemistry Berlanjut, Apriyani/Lanny Petik Pelajaran Berharga di German Open 2026
-
Marco Bezzecchi Jadi yang Tercepat di FP1 MotoGP Thailand 2026
-
DPR Bereaksi! Kawal Kasus Pelecehan Atlet Panjat Tebing dan Dukung Langkah Kemenpora
-
Lindungi Atlet, Ketua Umum FPTI Pastikan Bakal Tangani Laporan akan Ditangani Serius
-
Marc Marquez Antusias Hadapi Balapan Seri Perdana MotoGP 2026
-
Janice Tjen Berhasil Melaju ke Semifinal Ganda Merida Open 2026