Suara.com - Kontingen PON Nusa Tenggara Barat optimis meraih17 medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua yang dijadwalkan berlangsung tanggal 2-15 Oktober 2021.
Ketua Umum KONI NTB, H Andy Hadianto didampingi Ketua Kontingen NTB H Mori Hanafi di Mataram, Selasa (7/9/2021), mengatakan bahwa persiapan kontingen NTB sudah mencapai 80 persen. Kontingen NTB pada PON XX Papua, sudah ditetapkan berkekuatan 106 atlet, terdiri dari 66 atlet putra dan 40 atlet putri.
"106 atlet NTB ini sudah mendapatkan pengesahan dari Komisi Keabsahan PB PON XX bersama 7.066 atlet secara keseluruhan dari 34 provinsi peserta PON XX Tahun 2021," ujarnya.
Ia menjelaskan, pada PON XX, ke-106 atlet terbaik NTB dari 10 kabupaten/kota di NTB ini akan bertanding di 115 nomor pertandingan dari 19 cabang olahraga yang diikuti NTB. Dari 19 cabang olahraga itu, NTB telah menargetkan meraih 17 medali emas PON XX.
"Target 17 emas itu diharapkan datang dari cabang olahraga atletik, tinju, muathai, tarung derajat, voli pasir, panjat tebing, karate dan kempo. Kita mengharapkan cabang olahraga lainnya juga akan berjuang untuk turut memberikan medali untuk NTB," kata Andy.
Andy menyebutkan, 106 atlet NTB NTB dari 19 cabang olahraga yang diikuti NTB di PON XX Papua, terdiri dari atletik 15 atlet, panjat tebing 9 atlet, tarung derajat 6 atlet, futsal 14 atlet putra, biliar 1 atlet putra, tinju 9 atlet, voli pasir 8 atlet.
Selanjutnya, tenis lapangan 8 atlet, karate 2 atlet, selam laut 1 atlet, taekwondo 1 atlet putri. menembak 11 atlet, kempo 8 atlet, muaythai 1 atlet, gantole 1 atlet, renang 1 atlet, pencak silat 1 atlet, catur 6 atlet, malap motor 3 atlet, sehingga total 66 atlet.
Menurut Andy, pelaksanaan PON XX Papua sedikit berbeda dari PON sebelumnya. Dimana untuk venue pertandingan, 19 cabang olahraga yang diikuti NTB dibagi dalam empat klaster. Yakni, Klaster Kota Jayapura, Klaster Kabupaten Jayapura, Klaster Mimika dan Klaster Merauke.
Klaster Kota Jayapura, terdiri dari cabang olahraga voli pasir, tinju, tenis lapangan, selam laut, karate dan taekwondo. Klaster Kabupaten Jayapura, terdiri dari cabang olahraga kempo, menembak, muaythai, gantole, renang dan pencak silat.
Baca Juga: Dua Medali Emas, Target Tim Muay Thai Jawa Barat di PON Papua
Klaster Kabupaten Mimika, terdiri dari cabang olahraga atletik, futsal, panjat tebing, biliar dan tarung derajat. Klaster Kabupaten Merauke, terdiri dari cabang olahraga catur dan balap motor.
Sementara itu, Ketua Kontingen NTB H Mori Hanafi mengakui, persiapan atlet dan kontingen mulai dilakukan awal tahun 2020. Di tengah serangan virus corona (COVID-19) tak menyurutkan KONI NTB untuk terus tegak mempersiapkan kontingen. Kini Pelatda NTB Gemilang berjalan lancar hingga jelang persiapan keberangkatan.
Persiapan tengah dilakukan kontingen NTB, antara lain kelengkapan peralatan bertanding atlet, transportasi menuju Papua, akomodasi dan komunikasi intens dengan pihak terkait di Papua termasuk masyarakat NTB di Papua.
Kontingen akan bertolak ke Papua secara bertahap mulai tanggal 20 September 2021. Karena ada beberapa cabang olahraga yang dipertandingkan sebelum PON XX resmi dibuka.
Bahkan di perjalanan kontingen bekerja keras melakukan penggalangan dana untuk mensupport para atlet dengan menjual merchandise antara lain jaket kontingen NTB, tshirt, thumbler. Bahkan membuka booth official merchandise di Lombok Epic Mall atas support owner Lombok Epic.
"Ahamdulillah langkah ini mendapat dukungan dari banyak pihak dan disupport dengan membeli produk merchandise," tutur Mori Hanafi.
Berita Terkait
-
Investor Belanda Jajaki Pengembangan Energi Baru Terbarukan dan Ekonomi di Papua
-
Krisis Lingkungan Mengintai, Bagaimana Melibatkan Generasi Muda Agar Mau Bergerak?
-
Viral Mahasiswi Papua Meninggal di Depan Rumah Sakit, Diduga Ditolak 3 Kali karena Masalah BPJS
-
Papua Segera Punya Kereta Api, Proyek KAI Dimulai dari Jayapura
-
Komnas HAM Papua: 4 Kekerasan Menonjol Terjadi di Awal 2026, 14 Korban Meninggal Dunia
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
Terkini
-
Debut Pelatih di Thomas Cup 2026, Hendra Setiawan Akui Lebih Pusing Daripada Jadi Pemain
-
Final Four Priloga 2026: Jakarta Lavani Kalahkan Surabaya Samator 3-0
-
Gencarkan Sport Diplomacy, Erick Thohir dianugerahi KWP Awards 2026
-
Sejarah! Jakarta Jadi Tuan Rumah Edisi Perdana Piala Dunia Rallycross
-
Final Four Proliga 2026: LavAni Butuh Kemenangan Atas Bhayangkara untuk Juarai Putaran Kedua
-
Musda Perbasi Jabar Diulang? Epriyanto Kasmuri Bingung, DPP Dituding Bikin Keputusan Janggal
-
Satria Muda Datangkan Dua Pemain Asing Baru, Bidik Juara IBL 2026
-
Ikuti Kejuaraan Internasional, Riders Pushbike Asal Sleman Raih Podium 1 di Thailand
-
Statistik Ngeri Aj Bramah saat Pacific Revans Satya Wacana: Hampir Triple-Double!
-
Misi Cetak Karateka Dunia, PP ASKI Tingkatkan Kualitas Pembinaan hingga Wasit Jelang Kejurnas