Sport / Arena
Jum'at, 09 Januari 2026 | 11:30 WIB
Atlet panjat tebing Indonesia, Kiromal Katibin dan Alfian Muhammad Fajri saat bertanding dalam IFSC World Cup Villars 2021 [LENA DRAPELLA/IFSC]
Baca 10 detik
  • Ketua Umum FPTI Yenny Wahid menyatakan atlet panjat tebing nasional menerima tawaran naturalisasi dari negara lain.
  • Atlet Indonesia saat ini masih menolak tawaran tersebut meskipun iming-iming yang ditawarkan cukup besar dan menggiurkan.
  • FPTI menyiapkan jalur transisi karier, termasuk peran pelatih dan pendidikan formal, bagi atlet senior mendekati pensiun.

Suara.com - Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Yenny Wahid mengungkapkan bahwa sejumlah atlet panjat tebing nasional mendapat tawaran untuk membela negara lain melalui proses naturalisasi.

Yenny menyebut hingga saat ini para atlet Indonesia masih memilih bertahan dan menolak tawaran tersebut, meski iming-iming yang diberikan dinilai cukup besar.

“Atlet panjat tebing Indonesia dilirik oleh negara-negara lain, bahkan diminta untuk melakukan naturalisasi di negaranya untuk mewakili negara tersebut dan menjadi warga negara,” kata Yenny.

“Nah sampai sekarang sih atlet kita masih setia pada NKRI, pada Indonesia, tapi ke depan ya atlet-atlet senior secara usia mungkin sudah tidak bisa lagi berlaga ya bisa saja (dinaturalisasi),” ujarnya.

Menurut Yenny, fenomena tersebut merupakan hal yang wajar dan tidak semata-mata berkaitan dengan persoalan patriotisme. Ia menilai, bagi atlet senior, peluang berkarier di luar negeri bisa menjadi pilihan realistis ketika jalur kompetisi di dalam negeri semakin terbatas.

“Menurut saya ini bukan masalah patriotisme atau nasionalisme, tetapi juga dengan mereka berlaga di luar negeri ketika jalur karir di dalam negeri sudah tidak memungkinkan atau memang kompetisinya sangat ketat,” kata Yenny.

Meski demikian, FPTI telah menyiapkan strategi jangka panjang agar para atlet memiliki masa depan yang jelas setelah melewati puncak karier sebagai atlet aktif.

Salah satu langkah yang ditempuh adalah menyiapkan jalur transisi menuju peran pelatih panjat tebing bagi atlet yang mendekati masa pensiun.

Selain itu, FPTI juga mendorong atlet untuk tetap menempuh pendidikan formal sebagai bekal membuka peluang karier di luar olahraga, termasuk menjadi aparatur sipil negara (ASN).

Baca Juga: Debut Sensasional Bocah 15 Tahun! Ardana Cikal Bidik Olimpiade usai Sabet Emas SEA Games

“Rata-rata anak panjat tebing itu pendidikannya juga kami utamakan. Begitu banyak dari mereka yang bahkan sudah menjadi master,” ungkap Yenny.

Cabang olahraga panjat tebing Indonesia sendiri tengah berada dalam tren positif setelah berhasil melakukan regenerasi atlet.

Capaian tersebut tercermin dari keberhasilan tim Indonesia menjadi juara umum panjat tebing pada SEA Games Thailand 2025 dengan raihan empat medali emas dan dua medali perak.

(Antara)

Load More