Sport / Raket
Senin, 12 Januari 2026 | 13:40 WIB
Pasangan ganda putri, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum, di Australia Open 2025. (Dok. PBSI)
Baca 10 detik
  • Pelatih Karel Mainaky mengamati perkembangan positif dua pasangan ganda putri Indonesia sepanjang 2025.
  • Rachel/Febi menjuarai Australian Open 2025, sedangkan Ana/Trias menjadi runner-up turnamen serupa.
  • Kedua pasangan ini diproyeksikan PBSI sebagai kandidat utama untuk menghadapi Asian Games 2026 di Jepang.

Suara.com - Pelatih ganda putri Indonesia, Karel Mainaky, menilai perkembangan dua pasangan, yakni Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum serta Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari, menunjukkan progres yang positif.

Sepanjang musim 2025, Rachel/Febi mencatatkan pencapaian menonjol dengan menjuarai turnamen Super 500 Australian Open 2025.

Sementara itu, Febriana/Meilysa atau yang akrab disapa Ana/Trias mampu melangkah hingga partai final dan finis sebagai runner-up pada ajang yang sama.

Performa tersebut membuat kedua pasangan masuk dalam rencana pembinaan jangka menengah PBSI sebagai kandidat menuju Asian Games 2026 yang akan berlangsung di Aichi-Nagoya, Jepang, pada 19 September–4 Oktober.

Karel menegaskan bahwa Rachel/Febi dan Ana/Trias saat ini menjadi fokus utama dalam proyeksi menuju pesta olahraga terbesar di Asia tersebut. Namun, ia tetap membuka peluang bagi pasangan lain untuk bersaing secara sehat.

“Untuk proyeksi Asian Games memang saya ingin mendorong Rachel/Febi dan Ana/Trias, tetapi kami tidak menutup kesempatan bagi pasangan baru ini jika memang performanya lebih baik,” kata Karel.

Dengan waktu persiapan yang masih cukup panjang menuju Asian Games 2026, sektor ganda putri Indonesia diharapkan dapat menunjukkan peningkatan signifikan dan tampil kompetitif saat menghadapi kekuatan negara-negara Asia lainnya.

Load More