Suara.com - Setelah berhasil mencatatkan venue Istora Papua Bangkit di buku Museum Rekor Indonesia (MURI). Kini, giliran venue yang akan digunakan sebagai tempat pertandingan cabang olahraga rugby di PON XX Papua 2021 yang menyabet rekor MURI.
Tak tanggung-tanggung, venue yang terletak di Sentani, Kabupaten Jayapura, berhasil menyabet tiga rekor MURI sekaligus, yakni pembangunan venue tercepat di Indonesia, venue sistem rehab dalam sisi konstruksi tercepat, dan venue dengan bentangan terbesar untuk pemasangat sintetik tercepat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda Provinsi Papua, Alexander Kapisa, menyambut baik atas penghargaan tiga rekor MURI yang diberikan kepada venue rugby ini.
Sebab menurut Alex, selama ini banyak yang pesimis terhadap kesiapan venue rugby jelang pertandingan yang akan berlangsung pada 12 sampai 14 Oktober mendatang.
"Kami buktikan kepada publik bahwa venue rugby selesai bahkan lebih cepat daripada administrasi atau kontrak yang ada. Kontraknya selesai 26 September, tapi ini selesainya kemarin 15 September," katanya kepada wartawan di Jayapura, Selasa (21/9/2021).
Sebelumnya Alex menyebut, proses kesiapan venue rugby sendiri sesungguhnya sudah selesai dikerjakan, meski hanya menyisakan pemasangan rumput sintesis.
Oleh karena itu, ia tetap percaya diri bahwa venue rugby sudah sangat siap digunakan, bahkan sebelum jadwal pertandingan pertama dimulai.
Kini, setelah melewati proses pekerjaan yang hanya memakan waktu 85 hari itu. Rencananya, venue rugby akan diresmikan secara langsung oleh Gubernur Papua, Lukas Enembe.
"Untuk persiapan peresmian sendiri sejauh ini kami sudah siap di lapangan, yang paling penting itu puji Tuhan, venue rugby yang tadinya banyak yang pesimis bisa selesai tepat waktu," imbuhnya.
Baca Juga: PON Papua: Sumut Harapkan 4 Emas dari Biliar
Selain meresmikan venue rugby, pada Rabu (22/9/2021) esok. Rencananya Gubernur Papua, Lukas Enembe, juga akan secara resmi menyerahkan seluruh venue yang akan digunakan sebagai tempat pertandingan PON XX kepada Panitia Besar PON XX Papua.
Kontributor: Raymond Latumahina.
Berita Terkait
-
Rekor MURI! 1.147 Driver Gojek Bersihkan 147 Masjid Serentak di 14 Kota saat Ramadan
-
Kirana Larasati Ungkap Pemandangan Laut Sedalam 127 Meter, Ada Apa Saja di Sana?
-
Catat Rekor, Kirana Larasati Waswas Lawan Arus di Kedalaman 127,8 Meter
-
Wow! Dokter Ini Pecahkan Rekor MURI: Suntik Filler Dagu Terbanyak dalam Sehari
-
Masyarakat Makin Selektif, Newlab+ Hadirkan Brightlogy: Skincare Aman Tanpa Overclaim
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Pelatih asal Spanyol Sebut Persib Bandung Kandidat Juara, Kedalaman Skuad Tak Tertandingi
Pilihan
-
AS Bunuh Ali Khamenei, Menteri Olahraga Iran: Kami Mundur dari Piala Dunia 2026
-
Angkasa Pura: Penerbangan Umrah Dihentikan Imbas Perang di Timur Tengah
-
Yaqut Diperiksa KPK Pekan Ini Usai Praperadilannya Ditolak, Langsung Ditahan?
-
Dua Kali Blunder Kiper Tottenham Antonin Kinsky Bikin Igo Tudor Kehabisan Kata-kata
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
Terkini
-
Kasus Pelecehan Seksual di Panjat Tebing, Yenny Wahid Bentuk Tim Pencari Fakta
-
Jakarta Jadi Tuan Rumah FIA Rallycross World Cup 2026
-
Swiss Open 2026: Lama Absen, Adnan/Indah Bertekad Tampil Konsisten
-
Swiss Open 2026: Menang di Babak Pertama, Putri KW Tak Alami Kendala Adaptasi
-
Sempat Sparring Bareng, Jafar/Felisha Heran Wakil Inggris Tampil Melempem di Swiss Open 2026
-
Aldila Sutjiadi Berhasil Melaju ke Semifinal Turnamen WTA 125 Austin
-
Geram Atlet Jadi Korban Pelecehan, Erick Thohir: Jahanam!
-
Swiss Open 2026: Lolos ke Babak Kedua, Jafar/Felisha Sebut Masih Banyak Salah
-
Swiss Open 2026: Disingkirkan Wakil China, Ubed Akui Kalah Fisik
-
Swiss Open 2026: Banyak Pemain Bagus, Anthony Sinisuka Ginting Nilai Persaingan Merata