- Menpora Erick Thohir belum memastikan jadwal Pelatnas Asian Games 2026 di Jepang akibat kendala pemangkasan anggaran negara secara signifikan.
- Pemerintah menurunkan target perolehan medali emas menjadi empat unit karena penghapusan sejumlah nomor pertandingan unggulan atlet Indonesia.
- Kemenpora berkoordinasi dengan KONI dan KOI untuk menyusun strategi efisien agar Indonesia tetap berprestasi di Asian Games 2026.
Suara.com - Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, secara resmi menyatakan belum bisa memberikan kepastian mengenai kapan Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) untuk Asian Games 2026 akan dimulai.
Ketidakpastian ini muncul di tengah kabar pemangkasan anggaran persiapan kontingen Indonesia yang mencapai angka signifikan dibandingkan edisi sebelumnya.
Meski dana pembinaan menyusut tajam, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memastikan alokasi anggaran untuk keberangkatan atlet ke Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tetap menjadi prioritas utama.
"Belum, belum, belum," kata Erick saat ditanya mengenai kepastian pelaksanaan Pelatnas Asian Games 2026 seusai mengikuti Rapat Kerja Komisi X DPR RI bersama Kemenpora di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, dikutip dari Antara, Kamis (11/6/2026).
Erick belum memberikan rincian teknis mengenai langkah strategis yang akan diambil untuk mengatasi tantangan finansial dalam persiapan menuju ajang olahraga terbesar di Asia tersebut.
Anggaran Menyusut, Target Emas Direvisi
Pembahasan mengenai anggaran persiapan Asian Games 2026 dilakukan dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI yang membahas Rencana Kerja dan Anggaran Tahun 2027.
Data resmi menunjukkan anggaran Pelatnas Asian Games 2026 turun drastis dari Rp389.819.933.817 menjadi Rp81.040.244.006.
Selain persoalan anggaran, Indonesia juga merevisi target perolehan medali emas akibat perubahan nomor pertandingan pada Asian Games mendatang.
Baca Juga: Naturalisasi Belum Berhenti! Erick Thohir Ungkap Alasan PSSI Terus Tambah Amunisi Timnas Indonesia
Pemerintah memproyeksikan Indonesia meraih empat medali emas, turun dari capaian tujuh medali emas pada Asian Games 2022 Hangzhou.
Penyesuaian target tersebut terjadi setelah tiga nomor yang selama ini berpotensi menyumbang emas dihapus dari daftar pertandingan, yakni menembak 10 meter running target, 10 meter running target mixed, serta traditional boat race.
Strategi Menjaga Prestasi di Tengah Keterbatasan
Untuk menyiasati situasi tersebut, Kemenpora telah menggelar serangkaian pertemuan dengan pimpinan cabang olahraga, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI).
Kolaborasi antarlembaga itu dilakukan guna menyusun strategi terbaik agar prestasi atlet nasional tetap terjaga meski berada dalam keterbatasan anggaran.
Asian Games Aichi-Nagoya 2026 sendiri akan berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober 2026 di Jepang.
Seluruh elemen olahraga nasional kini dituntut bekerja lebih efektif dan efisien demi memastikan Indonesia tetap mampu bersaing di level elite Asia.
Asian Games 2026 di Jepang akan menjadi edisi ke-20 ajang olahraga terbesar di Asia. Indonesia datang dengan ambisi mempertahankan posisinya sebagai salah satu kekuatan olahraga Asia Tenggara sekaligus menjaga eksistensi di jajaran 10 besar klasemen medali.
Namun, penghapusan sejumlah nomor unggulan serta restrukturisasi anggaran menjadi tantangan nyata dalam mempersiapkan kondisi fisik dan mental para atlet menuju Aichi-Nagoya.
Berita Terkait
-
Shin Tae-yong Jadi Pelatih Persija, Erick Thohir: Makin Banyak Pelatih Bagus di Liga Indonesia
-
Shin Tae-yong Merapat ke Persija, Erick Thohir Ucap Dua Kata Singgung Kualitas
-
Erick Thohir Ultimatum Timnas Indonesia Jelang Hadapi Mozambik, Ada Apa?
-
Erick Thohir Ungkap Progres Naturalisasi Mitchell Baker dan Luke Vickery, Segera Masuk DPR?
-
Viral Tak Peluk Elkan Baggott, Erick Thohir Akhirnya Ungkap Alasan
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
Terkini
-
Hornbills Mengamuk! Tiket Final IBL 2026 di Depan Mata Usai Tumbangkan Satria Muda
-
Herbalife Run 2026 Siap Digelar, 6.000 Pelari Dibidik untuk Meriahkan
-
Rachel/Febi Jadikan Status Juara Bertahan Sebagai Motivasi di Australian Open 2026
-
Anthony Ginting Kalah Mengejutkan di Australian Open 2026! Disingirkan Ranking 73 Dunia
-
Jadwal Australian Open 2026 Hari Ini: Anthony Ginting Beraksi, Ada Reuni Rinov Rivaldy vs Gloria
-
Wakil Pakistan Jadi Juara, PMGO di Jakarta Pecahkan Rekor Dunia
-
Bosch Bongkar Penyebab Dewa United Dibungkam Pelita Jaya di Game 2 Semifinal IBL 2026
-
David Singleton Bongkar Rahasia Pelita Jaya Hancurkan Dewa United di Game 2 Semifinal IBL 2026!
-
Rachel/Febi dan Ana/Trias Bidik All Indonesian Final di Australian Open 2026
-
Daftar Wakil Indonesia di Australian Open 2026, Sabar/Reza hingga Ginting Siap Bertanding