Suara.com - Pebalap tim Mercedes, Lewis Hamilton menuding rivalnya, Max Verstappen (Red Bull Racing) tengah tertekan dalam persaingan perebutan gelar juara dunia F1 2021, tetapi tak mau mengakuinya.
Max Verstappen saat ini mengantongi keunggulan lima poin atas rivalnya dari tim Mercedes itu setelah 14 balapan dari 22 yang dijadwalkan.
Namun, pebalap Belanda itu akan memulai Grand Prix Rusia akhir pekan ini dengan penalti mundur tiga posisi grid karena menjadi penyebab kecelakaan kedua pebalap di Monza dua pekan lalu.
Perseteruan mereka menjadi kisah utama musim ini saat Verstappen dan Red Bull berupaya mengakhiri dominasi tujuh tahun Mercedes dan menumbangkan pebalap tersukses sepanjang masa itu.
"Saya dalam pertarungan (titel) ke-10 kurang lebih seperti itu, tapi saya ingat bagaimana rasanya yang pertama dan saya tahu itu memberi tekanan," kata Hamilton seperti dikutip Reuters.
"Tentunya dia tidak akan mengakuinya dan saya tidak akan mencoba membuat asumsi."
"Saya hanya mengatakan bahwa saya ingat bagaimana rasanya itu ketika saya menjalani pertarungan pertama saya dan pastinya semakin besar. Itu sulit, intens, saya melewati berbagai macam emosi dan saya tidak selalu bisa mengatasinya dengan baik."
Menurut Hamilton, para pebalap yang bersaing dalam perebutan gelar juara dunia untuk pertama kalinya akan mendapat tekanan tak hanya dari diri sendiri, tetapi ekpektasi orang lain.
"Itu yang akan terjadi... banyak ekspektasi pribadi dan tekanan karena keinginan untuk menang itu sangat besar. Saya berempati dan memahami itu," jelas Hamilton.
Baca Juga: Dari Hasil Daur Ulang Airbag Mercedes-Benz, Heron Preston Ciptakan Busana Keren
Hamilton, yang memenangi titel pertamanya pada 2008 sebagai pebalap 23 tahun berseragam McLaren, berharap ia bisa membalikkan keadaan.
"Jauh lebih mudah diatasi sekarang ketimbang yang pertama. Saya sudah cukup lama di sini," kata Hamilton.
Hamilton mengungkapkan tidak ada efek berkepanjangan dari kecelakaan yang terjadi di Monza, di mana mobil Verstappen terangkat dan mendarat di atas mobil Mercedes bernomor 44 dengan ban belakang yang melindas kepala sang pebalap Inggris.
Hamilton mengatakan dia telah menjalani yoga dan akupuntur dan fisioterapisnya, Angela Cullen telah terbang bersamanya ke Amerika, di mana ia menghadiri peragaan busana Met Gala di New York.
Sang pebalap berusia 36 tahun mengesampingkan komentar konsultan Red Bull Helmut Marko yang mempertanyakan seberapa besar sakit yang ia rasakan.
"Saya tidak terlalu mendengarkan apa yang orang-orang bicarakan. Sudah alamiah ketika suatu mobil mendarat di atas kepala Anda maka Anda akan merasakan ketidaknyamanan," kata Hamilton.
Berita Terkait
-
Ketagihan Menang, Daniel Ricciardo Incar Juara di F1 GP Rusia
-
Lewis Hamilton Punya Kans Kunci Kemenangan ke-100 di F1 GP Rusia
-
Ganti Power Unit, Charlec Leclerc Start Paling Belakang di F1 GP Rusia
-
Mercedes akan Cegah George Russell Jadi The Next Nico Rosberg
-
Best 5 Oto: Setir Tesla Mirip Kemudi Pesawat Terbang, Hasil Daur Ulang Airbag Jadi Busana
Terpopuler
- Alur Lengkap Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman yang Libatkan Eks Bupati Sri Purnomo
- 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Januari: Klaim TOTY 115-117, Voucher, dan Gems
- Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal Dunia
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- Menanti Kabar, Ini Sosok Dua Istri Pilot Andy Dahananto Korban Kecelakaan ATR 42-500
Pilihan
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
Terkini
-
Proliga 2026 Putri Memanas! Berikut Klasemen dan Daftar Top SKor Terbaru
-
Arah Angin Gagalkan Langkah Jafar/Felisha ke Final Indonesia Masters 2026
-
Kisah Inspiratif Eliana: Dari Buruh Cuci Kini Raih Emas ASEAN Para Games 2025
-
UPDATE ASEAN Para Games 2025: Indonesia di Peringkat Kedua, Debutan Jadi Sumber Kejutan Medali
-
Tahan Sakit dan Emosi, Alwi Farhan Tembus Semifinal Indonesia Masters 2026 Lewat Drama Comeback
-
Pecah Telur! Jakarta Livin Mandiri Akhirnya Raih Kemenangan Perdana di Proliga 2026
-
Pertama Kali Masuk Semifinal Indonesia Masters, Jafar/Felisha Ungkap Kuncinya
-
Jadwal Proliga 2026 Hari Ini: Tim Megawati Hangestri Hadapi Jakarta Popsivo Polwan
-
Servis Mematikan Farhan Halim di Liga Voli Jepang, Pemain Lawan Melongo
-
Jejak Abadi Rudy Hartono hingga Tontowi Ahmad, Legenda Indonesia Isi Museum Bulu Tangkis Dunia BWF