Sport / Balap
Kamis, 11 November 2021 | 14:11 WIB
Pembalap Ducati Francesco Bagnaia melaju saat sesi kualifikasi MotoGP Emilia Romagna di Sirkuit Dunia Misano Marco-Simoncelli di Misano Adriatico, Italia 23 Oktober 2021. ANDREAS SOLARO / AFP

Suara.com - Pembalap Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia, memberikan usul jika pembalap MotoGP wajib memiliki Surat Izin Mengemudi alias SIM.

Hal ini imbas dari insiden yang terjadi di Moto3 akhir pekan lalu dimana pembalap muda Darryn Binder menabrak Denis Foggia.

Insiden ini terjadi saat gelaran Moto3 Algarve 2021 akhir pekan lalu. Denis Foggia harus memupus mimpi juara Moto3 karena tidak bisa melanjutkan balapan.

Padahal ia digadang-gadang bisa menjadi juara Moto3 akhir musim ini. Insiden ini pun mendapatkan tanggapan dari Francesco Bagnaia.

Murid Valentino Rossi ini merasa pembalap MotoGP perlu memiliki lisensi super agar menjaga standar pembalapnya.

Pengganti Valentino Rossi di MotoGP 2022, Darryn Binder (Instagram)

"Saya pikir kami harus memiliki lisensi super, seperti di balap Formula 1. Jadi kami harus mendapatkan hasil tertentu, sebelum kami meningkatkan level balap ke kelas yang lebih tinggi," kata Bagnaia seperti dikutip dari Motosan.es.

"Apa yang terjadi hari ini adalah normal bagi Binder. Tapi tahun depan dia akan berada di (kelas) MotoGP, dengan motor yang jauh lebih cepat. Saya harap insiden seperti itu tidak terulang," sambungnya.

Francesco Bagnaia khawatir jika insiden di Moto3 tersebut terulang di MotoGP. Apalagi Darryn Bindet bakal menjadi pembalap MotoGP musim depan menggantikan posisi Valentino Rossi.

Nah, apakah pihak MotoGP akan melakukan ide yang diusulkan Francesco Bagnaia?

Baca Juga: Dapat Petuah dari Casey Stoner, Francesco Bagnaia: Dia Bukan Pelatih Biasa

Load More