Suara.com - Max Verstappen akhirnya sukses merengkuh gelar untuk pertama kalinya dalam Formula 1, usai pembalap asal Belanda ini harus bertarung mati-matian di balapan terakhir yang digelar di Abu Dhabi.
Kemenangan dari Max juga sempat menuai protes dari kubu rival, tim Mercedes, termasuk saat mobil Verstappen bergerak mendahului mobil Hamilton saat ia menunggu dengan tak sabar untuk meneruskan balapan di lap terakhir menyusul usainya waktu untuk safety car.
Terkait hal ini, pembalap tim Red Bull tersebut menanggapi protes tim Mercedes dengan dingin.
"Saya tak punya banyak hal untuk dikatakan terkait itu," tuturnya seperti dilansir dari Crash.
"Semua sudah jelas, kenapa Anda harus melakukan putaran lain di belakang safety car?" lanjutnya.
"Semua sudah jelas, ini adil dilihat dari sudut pandang race direction," imbuhnya.
"Ini bisa menguntungkan saya, bisa menyusahkan saya, saya sadar akan hal itu," lanjutnya lagi.
Terlepas dari itu, Verstappen juga menganggap bahwa rivalnya, Lewis Hamilton agak kesulitan jelang berakhirnya balapan, membuat pembalap Inggris ini gagal untuk meraih gelar yang ke-8.
“Saya bisa melihat dia sedikit kesulitan dengan ban keras, dan saya memiliki cengkeraman, jadi saya bisa tetap relatif dekat. Dan tentu saja pada ban lunak, lap pertama, Anda dapat dengan jelas melihat saya memiliki lebih banyak cengkeraman," tutur Verstappen.
Baca Juga: Max Verstappen Klaim Titel F1 di Abu Dhabi, Mercedes Ajukan Protes
“Tetapi kemudian Anda masih memiliki dua lintasan lurus yang sangat panjang setelah Tikungan 5 di mana Anda memiliki kesempatan untuk kembali. Itu semua cukup dekat di antara kita."
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Bocor! China Bikin Peta Laut hingga Indonesia untuk Hadapi AS di Perang Dunia III
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
Terkini
-
Berstatus Anak Baru, Doni Tata Pradita Ungkap Kelebihan Veda Ega Pratama di Moto3
-
Usai Raih Podium Ketiga, Veda Ega Pratama Kian Percaya Diri Hadapi GP AS
-
Nihil Gelar di Tur Eropa, PBSI Apresiasi Meningkatnya Daya Saing Atlet Indonesia
-
Konsistensi Jadi Tantangan Alwi Farhan di Level Elite
-
Evaluasi usai Tur Eropa, Putri KW Perlu Tingkatkan Percaya Diri dan Kematangan Permainan
-
Pelatih Ungkap 3 Kekurangan Raymond/Joaquin, Terutama Aspek Non Teknis
-
Pegulat 19 Tahun Dieksekusi Iran, Ini Alasan Saleh Mohammadi Dihukum Mati
-
Orleans Masters 2026: Melangkah ke Perempat Final, Amri/Nita Percaya Diri Hadapi Persaingan
-
Orleans Masters 2026: Pantang Menyerah, Raymond/Joaquin Sukses Raih Tiket Delapan Besar
-
Orleans Masters 2026: Kalah dari Rival Lama, Anthony Sinisuka Ginting Ungkap Penyebabnya