Sport / Balap
Sabtu, 01 Januari 2022 | 13:08 WIB
Casey Stoner merayakan keberhasilan jadi juara dunia MotoGP bersama kru timnya di Ducati tahun 2007. [AFP]

Suara.com - 2020 terbukti sulit bagi Marc Marquez, begitu juga 2021. Setelah menepi dari lintasan di awal kejuaraan 2020, Marc Marquez baru kembali membalap pada April lalu dengan harapan menyelesaikan sisa kompetisi. Namun, kecelakaan saat latihan menyebabkan pembalap bernomor 93 melewatkan dua balapan terakhir tahun ini, serta tes Jerez.

Casey Stoner, yang melihat Marquez sebagai penggantinya di Honda sejak pensiun 2012 menilai bahwa serentetan insiden yang dialami Marc tak lantas membuat kakak dari Alex Marquez ini kehilangan tajinya.

"Cedera adalah bagian dari balapan, tetapi saya pikir mudah bagi saya dan Marc untuk mengalihkan pikiran kami dari itu. Kita semua membuat kesalahan, kita semua terlalu banyak menyerang, dan kita semua jatuh," ucap Stoner seperti dilansir dari Motorcycle Sports.

"Ini adalah bagian dari kejuaraan. Kami mencoba untuk mendapatkan yang terbaik dari diri kami sendiri dan motor. Hal ini diperlukan untuk belajar dari ini dan tidak mengulangi kesalahan yang sama berulang-ulang. Itu yang paling penting," lanjutnya.

Juara dunia dua kali itu menyatakan bahwa kecelakaan itu bisa menjadi peluang untuk berkembang.

Kolase foto Casey Stoner dan Marc Marquez. [AFP]

"Ketika saya mengalami crash dalam latihan, tidak ada yang menghentikan saya untuk pergi ke trek lagi dengan motor kedua. Jika pengaturannya serupa, saya biasanya bisa lebih cepat karena saya tahu di mana saya membuat kesalahan," kata Stoner.

"Saya tidak pernah khawatir. Tentu saja saya tidak pernah ingin jatuh, tetapi kesalahan saya sendiri tidak membuat saya khawatir," pungkasnya.

Load More