Di PBSI, Richard langsung menangani para pebulu tangkis 'setengah jadi' yang harus dimatangkan untuk bisa meraih prestasi internasional.
Sementara di PB Talenta, dia mendapat tanggung jawab lebih besar, yakni membenahi struktur dan sistem pembinaan klub.
Richard Mainaky menjelaskan bahwa target yang ingin dirinya capai saat turun gunung menjadi pembina PB Talenta tidak akan bisa dicapai dalam waktu dekat.
Namun dengan perencanaan yang matang dan berkesinambungan, dia berharap kerja kerasnya ini suatu saat bisa menuai hasil baik di mana PB Talenta menjadi pusat pembinaan bulu tangkis di timur Indonesia.
"Tekad saya sih jangka panjang ya, kalau bisa bibit-bibit pebulu tangkis di sini tak usah repot-repot ke Jawa dan Jakarta lagi," kata Richard Mainaky.
"Di sini saya lihat, dari faktor dana yang menghalangi mereka untuk ke Jawa. Jadi saya lihat banyak atlet berpotensi tapi terhalang di situ."
"Saya harap pembinaan bulu tangkis di Manado dan sekitarnya ini bisa maju pesat dengan adanya saya turun gunung," tambahnya.
Berita Terkait
-
Rumor Praveen / Melati Dicoret PBSI, Ketua PB Djarum: Belum Ada Hitam di Atas Putih
-
Respons Jonatan Christie Cs Usai Bonus Piala Thomas "Disunat" PBSI
-
Kaleidoskop 2021: Indonesia Terusir dari All England, Akhiri Puasa Gelar Piala Thomas
-
Bonus Cair, Jonatan Christie Ucapkan Terima Kasih pada Presiden dan Menpora
-
Pemerintah Serahkan Bonus Piala Thomas Sebesar Rp10 Miliar ke PBSI
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
Janice Tjen dan Aldila Sutjiadi Jadi Unggulan di Libema Open 2026
-
Tak Menyangka Juara Indonesia Open, Victor Lai: Rasanya Masih Bermimpi
-
Fukushima/Matsumoto Terpukau Dukungan Penonton Istora Usai Juara Indonesia Open 2026
-
An Se-young: Saya Tidak Mau Kalah, Hanya Ingin Menang
-
Raymond/Joaquin Petik Pelajaran Berharga Usai Gagal Juara Indonesia Open 2026
-
Kimi Antonelli Juara GP Monaco 2026, Perlebar Keunggulan di Puncak Klasemen F1
-
Putra Tri Ramadani Ukir Sejarah, Jadi Atlet Indonesia Pertama Juara Lead di World Climbing Series
-
Bandung Arena Membara! Satria Muda Sukses Balas Dendam, Bekuk Bogor Hornbills demi Samakan Kedudukan
-
Drama Balas Dendam dan Kejutan Besar Warnai Pembukaan Campus League The Nationals 2026
-
Raymond/Joaquin Dijegal Ganda Malaysia, Tuan Rumah Tanpa Gelar di Indonesia Open 2026