Sport / Balap
Rabu, 02 Februari 2022 | 20:02 WIB
Razlan Razali (Instagram/hoffman_agency)

Suara.com - Filosofi RNF Yamaha sama dengan kebanyakan tim satelit di MotoGP: menyambut para pebalap muda, seperti yang dilakukan Fabio Quartararo, dan mempersiapkan mereka agar suatu hari nanti bisa bersaing di tim resmi Yamaha.

Mungkin itu sebabnya penandatanganan Andrea Dovizioso, yang akan berusia 36 tahun pada bulan Maret, menimbulkan beberapa pertanyaan.

Dilansir dari Motorcycle Sports, sang bos, Razlan Razali mengatakan bahwa pembalap Italia ini mampu memenuhi kebutuhan mereka.

“Tahun lalu kami banyak membahas masalah ini dengan Yamaha. Saya pikir kami hampir terdorong ke solusi ini karena Maverick Viñales. Saat itu Franco Morbidelli memutuskan untuk bergabung dengan tim pabrikan Yamaha dan kami harus mencari pembalap yang bisa bersaing dengan kami untuk lima balapan berikutnya," tuturnya.

"Tapi kami tidak bisa mendapatkan pembalap lain untuk lima balapan itu. Satu-satunya pembalap yang tersedia saat itu adalah Andrea Dovizioso. Kebetulan, dia juga pembalap yang disukai sponsor kami', jelas Razlan Razali.

Andrea Dovizioso berseragam tim WithU Yamaha RNF (Instagram)

"Tentu saja, Andrea tidak hanya ingin bersaing di lima balapan, dia menginginkan kontrak untuk 2022. Itu sebabnya opsi ini muncul, dan itu sesuai dengan keinginan sponsor kami. Pada saat itu kami tidak punya pilihan mengingat situasi pabrikan dan kami harus menemukan seseorang untuk menyelesaikan musim. Kami tidak bisa memiliki Garrett Gerloff dalam satu balapan, lalu Jake Dixon di balapan lain, lalu Cal Crutchlow," lanjutnya.

"Pada satu titik kami bahkan tidak tahu siapa yang harus kami pakai. Saya percaya bahwa di kepala mekanik, Ramon Forcada melewati sekitar lima pembalap tahun lalu. Kami membutuhkan stabilitas dan satu-satunya pembalap yang bisa memberi kami stabilitas itu adalah Andrea," pungkasnya.

Load More