Suara.com - Pasangan ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti tengah bersiap untuk tampil di Badminton Asia Championships (BAC) 2022 yang akan berlangsung pada 26 April hingga 1 Mei mendatang.
Badminton Asia Championships 2022 jadi edisi pertama Praveen/Melati tampil tanpa di bawah naungan PBSI alias sebagai pemain non-pelatnas usai terdegradasi akhir tahun lalu.
“Kami pastinya akan terus berusaha di setiap pertandingan untuk memperoleh hasil terbaik," kata Melati Daeva Oktavianti dikutip dari laman resmi PB Djarum, Senin (18/4/2022).
"Saat ini kami dalam proses persiapan dan meningkatkan kembali apa-apa yang perlu diperbaiki. Dari segi teknik maupun non teknik."
Sejauh ini, Praveen/Melati telah tampil dalam dua turnamen BWF World Tour dengan status non-pelatnas yakni di ALl England 2022 dan Swiss Open 2022.
Dengan status sebagai peringkat lima dunia, hasil yang mereka raih terbilang kurang baik. Di All England 2022, mereka terhenti di perempat final, sementara di Swiss Open 2022, Praveen/Melati secara mengejutkan kalah di babak pertama.
“Setelah All England dan Swiss Open kemarin, ada banyak hal yang kami pelajari. Selain itu ada juga beberapa penyesuaian yang kami lakukan sebagai pemain profesional,” lanjut Melati.
Melati Daeva sadar bahwa persaingan di BAC 2022 dipastikan bakal berlangsung ketat. Kendati berstatus turnamen kontinental, fakta bahwa mayoritas pebulu tangkis top berasal dari Asia jadi pertimbangan bahwa ajang ini menawarkan persaingan sengit.
“Seperti yang kita tahu pemain di Asia itu persaingannya sudah sangat ketat. Banyak pemain bagus justru dari Asia," kata Melati Daeva Oktavianti.
Baca Juga: Daftar Pebulu Tangkis Indonesia di Korea Open 2022: Tak Ada Wakil di Sektor Putri
"Di rangking 10 besar saja hampir semua dari Asia. Jadi kami nanti tetap harus waspada dan tidak boleh lengah,” tambahnya.
Praveen/Melati terakhir tampil di Badminton Asia Championships pada 2019. Ketika itu, mereka terhenti di babak dua dari pasangan Jepang, Yuki Kaneko/Misaki Matsutomo.
Pada edisi 2022, Praveen/Melati yang berstatus unggulan keempat, akan berhadapan dengan wakil India, Venkat Gaurav Prasad/Juhi Dewangan pada babak pertama.
Tag
Berita Terkait
-
Praveen/Melati Batal ke Thailand Open 2022, PB Djarum Ungkap Alasannya
-
Taufik Hidayat Mundur dari PBSI: Kalau Cuma Jadi Pajangan Buat Apa?
-
Mundur dari PBSI, Taufik Hidayat: Kalau Cuma Jadi Pajangan Buat Apa
-
Anthony Ginting Tersingkir Dini di Korea Open 2022, Pelatih: Pola Pikirnya "Kena"
-
Tiga Emas Ditargetkan Pebulutangkis Muda Indonesia di SEA Games 2021 Vietnam
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Paling Murah, Performa Handal Multitasking Lancar
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Mario Aji Terjatuh dan Finish ke-25 di Latihan Moto2 GP Amerika Serikat
-
Veda Ega Pratama Finish ke-14 pada Sesi Latihan GP Amerika Serikat
-
Kiandra Ramadhipa Resmi akan Tampil di Moto3 Junior mulai Mei 2026
-
Berstatus Anak Baru, Doni Tata Pradita Ungkap Kelebihan Veda Ega Pratama di Moto3
-
Usai Raih Podium Ketiga, Veda Ega Pratama Kian Percaya Diri Hadapi GP AS
-
Nihil Gelar di Tur Eropa, PBSI Apresiasi Meningkatnya Daya Saing Atlet Indonesia
-
Konsistensi Jadi Tantangan Alwi Farhan di Level Elite
-
Evaluasi usai Tur Eropa, Putri KW Perlu Tingkatkan Percaya Diri dan Kematangan Permainan
-
Pelatih Ungkap 3 Kekurangan Raymond/Joaquin, Terutama Aspek Non Teknis
-
Pegulat 19 Tahun Dieksekusi Iran, Ini Alasan Saleh Mohammadi Dihukum Mati