Suara.com - Senang dan sedih, bahagia dan kecewa, serta senyum dan tangis akan selalu hadir dalam kompetisi olahraga, tak terkecuali SEA Games 2021 Vietnam. Dibalik senyum merekah para peraih medali, terdapat juga bintang baru yang tenggelam dan harus menelan pil pahit di ajang ini.
Melansir Antara, Sabtu (28/5/2022), di antara 499 atlet Indonesia yang berlaga, beberapa atlet bintang yang sudah memiliki nama besar justru tenggelam dan gagal bersinar.
Alasannya macam-macam, mulai dari terbebani target negara dan ambisi pribadi, kalah mental, hingga cedera.
Di arena angkat besi, hasil menyesakkan dialami lifter putri Windy Cantika Aisah. Windy menjadi salah satu lifter andalan yang diharapkan dapat menyumbang medali di SEA Games 2021 terlebih statusnya sebagai Olimpian.
Windy adalah peraih perunggu Olimpiade Tokyo 2020. Lifter berusia 19 tahun itu juga meraih podium teratas kelas 49kg sekaligus memecahkan rekor SEA Games pada edisi tiga tahun lalu di Filipina.
Namun di Vietnam, Windy gagal mempertahankan medali emasnya itu dan harus pulang dengan tangan hampa.
Setelah mencatatkan angkatan snatch seberat 86kg, gadis kelahiran 11 Juni 2002 tersebut dipastikan pulang tanpa sekeping pun medali setelah gagal dalam seluruh percobaan angkatan clean and jerk.
Windy mengaku memang sedang mengalami cedera pinggul dan tulang kering yang sudah dirasakannya sejak tampil dalam Kejuaraan Dunia Junior 2022 di Krete, Yunani sepekan sebelum turun di SEA Games.
Cederanya membuat dia tidak bisa melakukan angkatan jerk dengan sempurna. Windy biasa menggunakan teknik split, namun karena cedera dia pun menyiasatinya dengan teknik standing yang ternyata belum dia kuasai sepenuhnya sehingga dia gagal mengeksekusi seluruh percobaan angkatan clean and jerk.
Baca Juga: Timnas PUBG Indonesia Raih Emas di SEA Games, Diharapkan Jadi Tradisi
Dari arena atletik, Lalu Muhammad Zohri gagal meraih medali di nomor andalannya 100 meter putra setelah finis di urutan keempat dengan catatan waktu 10,59 detik.
Sama seperti Windy, Zohri juga datang ke SEA Games dengan status Olimpian. Ia juga tercatat sebagai pelari tercepat di Asia Tenggara dengan catatan waktu 10,03 detik yang mengantarkan dia tampil di Olimpiade Tokyo 2020.
Di arena kolam renang, ada nama perenang verteran I Gede Siman Sudartawa yang tenggelam dan gagal memenuhi target emas.
Siman merupakan andalan Indonesia terutama di nomor gaya punggung. Perenang berusia 27 tahun itu tak pernah absen menyumbang emas bagi tim renang Indonesia dalam kejuaraan kawasan Asia Tenggara itu.
Dia tercatat pernah meraih tiga emas di SEA Games 2011 Palembang, satu emas di Myanmar 2013, satu emas di Kuala Lumpur 2017 dan satu emas di Filipina 2019.
Namun di Vietnam, Siman hanya sanggup meraih perunggu nomor 50 meter gaya punggung, sedangkan di nomor 100 meter gaya punggung, atlet asal Bali itu gagal menyumbang medali setelah finis di urutan keempat.
Berita Terkait
-
Mobazane Tanggapi Kekalahan Timnas Indonesia di SEA Games Vietnam
-
Pamer Foto Bareng Marc Klok, Pelatih Myanmar U-23: Kembaranku!
-
Fisik Kurang Prima, Witan Sulaeman Akui Kedodoran Saat Perkuat Timnas Indonesia di SEA Games 2021
-
Stefano Lilipaly Minta Timnas Indonesia Move On, Lupakan SEA Games dan Fokus Kualifikasi Piala Asia
-
Pulih dari Cedera Kepala, Elkan Baggott Siap Bela Timnas hingga Kualifikasi Piala Asia
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Resmi Pisah dari Rahmat Hidayat, Rian Ardianto Jadi Mentor Daniel Edgar Marvino Mulai Taipei Open
-
Gebrakan PBSI: Apriyani Rahayu Resmi Pindah ke Ganda Campuran, Siap Duet Bareng Dejan Ferdinansyah
-
Tak Melulu Olahraga Ekstrem! Red Bull Cari Atlet Muda Indonesia untuk Dapat Mentoring Eksklusif
-
Anggaran Multiyears Pelatnas Disetujui, PBSI Fokus Perkuat Sport Science dan Regenerasi
-
Bye-bye Teknologi Start! MotoGP Larang Holeshot Device di GP Belanda Demi Keselamatan Pembalap
-
Angin Segar untuk Atlet: NPC Indonesia Sambut Baik Kebijakan Anggaran Multiyears
-
Timnas PUBG Mobile Indonesia Lolos ke Asian Games 2026 usai Finis Runner-up Kualifikasi
-
Kalah dari Pelita Jaya, Pelatih Bogor Hornbills Soroti Petaka 2 Menit Akhir
-
Duel Ketat Tiga Set, Aldila Sutjiadi/Janice Tjen Terhenti di Semifinal Nottingham Open 2026
-
Sebut Sirkuit Brno Mirip Assen, Pecco Bagnaia Optimistis Hadapi MotoGP Ceko