Kedua, Tangkilisan Steven Sualang yang menggondol medali emas nomor 100 meter gaya punggung putra S10 dengan catatan waktu tercepat 1 menit 10,03 detik.
Kemudian, Jendi Pangabean yang meraih dua medali emas dari nomor perseorangan, yakni 100 meter gaya punggung putra S9 dan 100 meter gaya kupu-kupu putra S9.
Pemecahan rekor
Selain menjadi juara, dalam cabang renang ini juga terjadi pemecahan rekor oleh atlet-atlet Indonesia.
Maulana Rifky Yavianda yang tampil pada nomor 100 meter gaya bebas S12 mencatatkan waktu 56,73 detik. Catatan waktu itu memecahkan rekor sebelumnya yang dibuat perenang Thailand Kummoongkoon Tupsit dengan 1 menit 2,57 detik pada 2008.
Kemudian, Tangkilisan Steven Sualang yang mencetak rekor pada nomor 100 meter gaya punggung putra S10 dengan catatan waktu 1 menit 10,03 detik.
Tercatat empat rekor terpecahkan pada lomba renang Rabu.
NPC Indonesia memang telah menetapkan para atletik dan para renang sebagai cabang-cabang andalan bagi Indonesia untuk bisa meraih juara umum.
Sejauh ini prestasi yang telah ditorehkan atlet Indonesia dari kedua cabang itu sudah cukup optimal dan masih ada peluang lagi untuk menambah medali.
Baca Juga: ASEAN Para Games 2022: Blind Judo Tambah Empat Emas untuk Indonesia
Namun peluang memperoleh kontribusi medali dari cabang lainnya tidak bisa diabaikan.
Di antaranya dari cabang blind judo, atlet-atlet Indonesia pada Rabu berhasil meraih empat medali emas.
Empat medali emas itu didapat melalui pejudo Fajar Pambudi dalam kelas -90 kg putra, Tony Ricardo (+90 kg putra), Gian Nita Almira Rusmanto (-57 kg putri) dan dan Balgis Mega Maghfira (+57 kg putri).
Dari cabang blind judo itu sendiri tuan rumah sudah mengoleksi tujuh medali emas.
Pada cabang panahan, ada tambahan tiga medali emas.
Dalam pertandingan panahan di Lapangan Kota Barat Solo tersebut medali emas diraih oleh ganda putri Mahda Aulia dan Wahyu Retno Wulandari meraih medali emas seusai mengalahkan pasangan Thailand Phattharaphon Pattawaeo dan Tpat Chatyotsakorn pada nomor recurve women open doubles dengan skor 34-32, 32-25, 27-19.
Selanjutnya, pasangan Setiawan dan Kholidin juga meraih emas pada nomor recurve men open dooubles setelah mengalahkan pasangan asal Thailand Hanreuchai Netsiri dan Pornchai Phimthong dengan skor 33-33, 37-30, 36-33.
Sebelumnya, pada pertandingan sesi pertama Setiawan menyumbangkan medali emas pertama untuk nomor recurve men's single. Setiawan pada final tersebut melawan atlet asal Thailand Hanreuchai Netsiri untuk meraih kemenangan 27-25, 25-27, 28-27, 28-27.
Solidaritas
Terlepas dari perburuhan medali yang cukup ketat, APG juga menghadirkan momen-momen yang menunjukkan solidaritas, sportivitas dan persaudaraan di kalangan peserta.
Sejauh ini tidak ada protes yang berlebihan atau pun ketidakpuasan di antara atlet-atlet yang bertanding.
Solidaritas dan juga jiwa sportivitas ditunjukkan para atlet hingga pertandingan hari ketiga APG 2022.
Usai setiap pertandingan, mereka saling bersalaman, dan saling memberi semangat, sehingga terlihat suasana harmonis.
Misalnya yang ditunjukkan tim sepak bola cerebral palsy Kamboja dan Indonesia pada pertandingan semifinal.
Meski kalah cukup telak dari dua pertandingan yang dijalani, kalah dalam penyisihan grup dengan skor 1-7 dan di semifinal 2-9, seluruh pemain dan ofisial tetap bangga dengan apa yang diraih. Bahkan pemain dan ofisial tim Kamboja langsung menyapa penonton usai pertandingan.
Begitu juga dengan pemain tim Indonesia. Mereka tidak segan berfoto bersama, saling komunikasi serta berbaur untuk mengabadikan momen yang belum tentu terjadi pada kejuaraan-kejuaraan berikutnya.
Pada laga semifinal itu memang terjadi hal yang cukup unik. Pemain Kamboja banyak yang mengalami cedera sehingga harus melanjutkan pertandingan dengan lima pemain dari seharusnya enam pemain.
Melihat kondisi yang kurang seimbang dan banyak penonton yang memberikan dukungan, pelatih tim Indonesia menarik keluar satu pemainnya sehingga pertandingan berlangsung seimbang terutama dalam jumlah pemain.
"Di pertandingan ini bukan sekadar menang atau kalah. Tapi kita juga bicara persaudaraan. Mereka (Kamboja) luar biasa," kata pelatih tim sepak bola CP Indonesia Anshar Ahmad, demikian Antara.
Berita Terkait
-
Indonesia Pecahkan Rekor Renang Gaya Kupu-Kupu di APG 2022
-
Menengok Toilet Portabel di ASEAN Para Games 2022, Nyaman, Bersih hingga Fasilitas Komplit
-
5 Hal Unik di Ajang 11th ASEAN Para Games 2022, Salah Satunya Aksi Berkuda Gibran Rakabuming
-
Klasemen Perolehan Medali ASEAN Para Games 2022 Usai Hari Kelima
-
Sukses Gondol Tiga Emas ASEAN Para Games 2022, Nanda Mei Mengaku Sempat Ragu
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Adu Gengsi 56 Klub Terbaik Tanah Air, Kejurnas Antarklub Basket U16 & U18 2026 Resmi Dimulai!
-
Marak Penyusup di Event Lari! 300 Personel Dikerahkan Amankan Rute Lari Pancasakti Run 2026
-
Kyrie Irving Datang ke Indonesia Disambut Antusias Freestyle Street Basket Tanah Air
-
Resmi Pisah dari Rahmat Hidayat, Rian Ardianto Jadi Mentor Daniel Edgar Marvino Mulai Taipei Open
-
Gebrakan PBSI: Apriyani Rahayu Resmi Pindah ke Ganda Campuran, Siap Duet Bareng Dejan Ferdinansyah
-
Tak Melulu Olahraga Ekstrem! Red Bull Cari Atlet Muda Indonesia untuk Dapat Mentoring Eksklusif
-
Anggaran Multiyears Pelatnas Disetujui, PBSI Fokus Perkuat Sport Science dan Regenerasi
-
Bye-bye Teknologi Start! MotoGP Larang Holeshot Device di GP Belanda Demi Keselamatan Pembalap
-
Angin Segar untuk Atlet: NPC Indonesia Sambut Baik Kebijakan Anggaran Multiyears
-
Timnas PUBG Mobile Indonesia Lolos ke Asian Games 2026 usai Finis Runner-up Kualifikasi