Suara.com - Kejuaraan Dunia 2022 menjadi momen bersejarah bagi pebulu tangkis asal Vietnam, Nguyen Tien Minh.
Masih bermain di usia 39 tahun, Nguyen Tien Minh tercatat sebagai pemain senior yang ambil bagian di Kejuaraan Dunia 2022.
Tak cuma itu, Nguyen Tien Minh juga mencatatkan rekor sebagai pemain yang paling sering berpartisipasi di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis BWF.
Pemain andalan Vietnam itu tercatat sudah13 kali ikut Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis. Debutnya di ajang ini dimulai pada 2005 lalu.
Jumlah penampilannya ini mengalahkan legenda asal China, Lin Dan, yang tampil 12 kali. Di urutan ketiga, ada legenda Malaysia, Lee Chong Wei.
Ini bukan satu-satunya ajang bergengsi yang masih diikuti oleh Nguyen Tien Minh. Sebelumnya dia juga masih mengikuti SEA Games 2021 dan Olimpiade Tokyo 2020.
Di babak 64 besar Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2022 ini, Nguyen Tien Minh bakal menghadapi unggulan ke-15 asal Taiwan, Wang Tzu Wei.
Profil Nguyen Tien Minh
Nguyen Tien Minh lahir di Ho Chi Minh, Vietnam, pada 12 Februari 1983. Dia sudah diperkenalkan dengan bulu tangkis sejak usia 10 tahun oleh ayahnya.
Baca Juga: Kejuaraan Dunia 2022: Gregoria Mariska Tunjung Susah Payah Tundukkan Kirsty Gilmour
Di usianya yang menginjak 18 tahun, Nguyen memutuskan menjadi atlet bulu tangkis dan masuk ke pelatnas Vietnam pada 2001.
Perjalanan Nguyen Tien Minh tidak mudah, dia lebih banyak bermain di level-level international challenge dan sulit berprestasi di level lebih tinggi.
Di turnamen international challenge, Nguyen Tien Minh menjuarai Vietnam International, Sydney International, hingga Malaysia Satellite.
Meski begitu, dia juga berhasil mencatatkan beberapa trofi di kejuaraan Super Series atau Grand Prix. Ambil contoh dia menjuarai Vietnam Open 2008.
Dia juga menjuarai Thailand Open 2009, Taiwan Open 2009, Australia Open 2010 hingga US Open 2013. Dia juga sempat mencatatkan peringkat tertinggi dengan menduduki ranking 5 dunia.
Pencapaian tertingginya adalah meraih medali perunggu di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2013. Dia juga meraih perunggu pada Kejuaraan Bulu Tangkis Asia 2019.
Berita Terkait
-
Jelang Drawing Piala Asia 2027, Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Potensi Bahaya dari Pot 4
-
13 Atlet Panjat Tebing Indonesia Jadikan Seri Wujiang Pemanasan Asian Games
-
Timnas Vietnam Makin Naturalisasi Pemain Brasil Jelang Piala AFF 2026
-
Psywar Panas! Media Vietnam Remehkan Timnas Indonesia Bisa Juara Piala AFF 2026
-
Hasil Piala Uber 2026: Sikat Denmark 3-1, Srikandi Indonesia Lolos ke Semifinal
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Saksikan Gelaran Perdana: Kejuaraan Berkuda IHR Piala Raja Mangkunegaran, Kings Cup Series
-
Janice Tjen Tersingkir di Babak Pertama WTA 1000 Roma
-
Marc Marquez Tertekan! Awal Buruk MotoGP 2026 Bikin Misi Juara Terancam
-
Deklarasi Bali Sepakati Enam Poin Krusial untuk Transformasi SEA Games
-
13 Atlet Panjat Tebing Indonesia Jadikan Seri Wujiang Pemanasan Asian Games
-
Pukau Publik, Pembalap Pertamina Enduro Dilirik Tim Pabrikan MotoGP
-
Erick Thohir Dorong Revolusi SEA Games: Stop Cabor Aneh-aneh, Fokus Olimpiade!
-
Hasil IHTTC 2026: Pembalap Sleman Melaju Kencang, Sayang Kena Sanksi di Sepang
-
China Rengkuh Gelar Ke-12, Kisah Ajaib Prancis di Piala Thomas 2026 Berakhir
-
Korea Selatan Juara Piala Uber 2026, Tumbangkan China 3-1 di Final