Suara.com - Petenis Rusia Karen Khachanov mencapai semifinal Grand Slam pertamanya di US Open dengan kemenangan 7-5 4-6 7-5 6-7(3/7) 6-4 atas petenis populer asal Australia Nick Kyrgios.
Khachanov, unggulan ke-27, melepaskan 30 ace dan total 63 winner melewati runner-up Wimbledon Kyrgios pertandingan yang berlangsung di Arthur Ashe Stadium, Selasa malam waktu setempat atau Rabu siang WIB.
Petenis berusia 26 tahun itu akan menghadapi unggulan kelima Casper Ruud dari Norwegia untuk memperebutkan satu tempat di final.
"Saya berhasil, teman-teman. Akhirnya, Anda menunjukkan cinta kepada saya," kata Khachanov kepada penonton yang sebagian besar mendukung Kyrgios, seperti disiarkan AFP.
"Itu adalah pertandingan gila yang saya perkirakan akan seperti ini. Saya siap berlari, bertarung untuk memainkan lima set. Kami bermain hampir empat jam, dan itulah satu-satunya cara untuk mengalahkan Nick."
Petenis Rusia itu mengatakan dia "nothing to lose" ketika dia menghadapi runner-up French Open Ruud.
"Saya ingin memenanginya," ujar Khachanov seperti dimuat Antara.
"Tapi, semakin ingin, ekspektasi semakin meningkat. Saya melakukan langkah maju, saya mencapai semifinal pertama saya dan saya pikir saya nothing to lose."
"Saya hanya ingin melakukannya dan siap untuk pertandingan berikutnya dan mudah-mudahan itu akan menjadi pertandingan yang bagus."
Baca Juga: Hasil US Open 2022: Kalahkan Coco Gauff, Caroline Garcia Lolos ke Semifinal
Kyrgios merasakan lutut kirinya tidak baik-baik saja. Pada pergantian set pertama, dia memanggil pelatih setelah kalah di set pembuka dengan mengeluh "Saya tidak bisa berjalan."
Set pertama didominasi oleh servis cepat dengan Khachanov memukul empat ace berturut-turut untuk memimpin 6-5 sebelum menerkam satu-satunya break point untuk menutup set tersebut.
Terlepas dari kekhawatiran fisiknya, Kyrgios yang berusia 27 tahun, yang mengalahkan juara bertahan Daniil Medvedev di babak keempat, mematahkan servis lawannya itu menjadi 2-1 dalam perjalanannya untuk mengantongi set kedua.
Namun, Kyrgios menyia-nyiakan dua break point pada gim kesembilan set ketiga, yang harus dibayar dengan tercurinya set tersebut.
Kyrgios diberi pelanggaran kode untuk perilaku tidak sportif saat dia dengan marah mencaci maki dirinya sendiri pada pergantian set, yang kemungkinan akan dikenai denda.
Kyrgios mematahkan servis untuk memimpin 3-2 di set keempat, tetapi langsung tersusul dengan kesalahan ganda. Saat waktu terus berjalan melewati tengah malam waktu setempat, dia memainkan tiebreak yang mengesankan untuk memaksa lawannya memainkan set penentu.
Berita Terkait
-
Alcaraz Rebut Tahta! Kalahkan Sinner, Kembali Jadi Nomor 1 Dunia di US Open!
-
Aryna Sabalenka Cetak Sejarah Usai Jadi Juara US Open, Hadiah Total 1,4 Triliun!
-
Aryna Sabalenka, Osaka, dan Williams Bersaing: Jadwal Terbaru US Open 2025!
-
Emma Raducanu Bongkar Rahasianya Tundukkan Janice Tjen di US Open 2025
-
Kata-kata Emma Raducanu Usai Bungkam Janice Tjen: Dia Lawan yang Berbahaya
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Pecahkan Rekor Dunia, Atlet Kriket Indonesia Terima Sertifikat Guinness World Records
-
Makna Selebrasi Tepuk Dada Alwi Farhan Usai Comeback Epik di Swiss Open
-
Anggap Semua Laga bak Final, Ini Resep Rahasia Anthony Ginting ke Perempat Final Swiss Open 2026
-
Menpora Dukung FPTI Bentuk Tim Pencari Fakta Demi Wujudkan Keadilan Bagi Atlet
-
Go Internasional! Byon Combat akan Digelar di Malaysia untuk Kali Pertama
-
Daftar Pemain Tim Merah untuk IBL All-Star 2026, Andakara Prastawa Dhyaksa Jadi Kapten
-
Daftar Pemain Tim Biru untuk IBL All-Star 2026, Yudha Saputera Jadi Kapten
-
Swiss Open 2026: Enam Wakil Indonesia Melaju ke Perempat Final, Putri KW hingga Ginting
-
Kasus Pelecehan Seksual di Panjat Tebing, Yenny Wahid Bentuk Tim Pencari Fakta
-
Jakarta Jadi Tuan Rumah FIA Rallycross World Cup 2026