Suara.com - Klub Basket Prawira Harum Bandung rebut peringkat ketiga IBL Indonesia Cup 2022. Mereka mengalahkan Dewa United Surabaya dalam laga yang berlangsung di Sritex Arena, Solo, Jawa Tengah, Minggu. Prawira berjuang keras di detik-detik terakhir pertandingan untuk mengalahkan Dewa United dengan skor tipis 71-69.
Pelatih kepala David Singleton membuat sedikit perubahan dari sisi starter Prawira. Bryan Adha Elang Praditya yang biasanya mengisi posisi center digantikan oleh Pandu Wiguna.
Selain itu, empat pemain lainnya masih sama, yaitu Yudha Saputera, M. Alan As'adi, M. Reza Fahdani Guntara, dan kapten tim Abraham Damar Grahita.
Skuad ini tampaknya hasil evaluasi dari starter di partai semifinal kemarin.
Dari tim Dewa United, pelatih kepala Maximiliano Seigorman juga melakukan rotasi. Ferdian Purwoko kembali ke posisi starter, setelah dalam beberapa laga sebelumnya diisi oleh Jason Kurniawan.
Kemudian, Katon Adjie Baskoro juga masuk starter di laga kali ini. Tiga pemain lainnya adalah Kaleb Ramot Gemilang sekaligus sebagai kapten tim, Xaverius Prawiro, dan Jamarr Andre Johnson.
Prawira berhasil unggul dengan margin cukup lebar karena banyaknya tembakan tiga angka yang dicetak di kuarter pertama.
Ada empat three point yang dimasukkan. Sementara Abraham juga sekali membuat three point play.
Sebaliknya, Dewa United yang awalnya rajin mencetak poin di awal laga, justru mengalami kebuntuan di lima menit terakhir.
Mereka hanya bisa menurunkan margin hingga 9 angka (15-24) di sisa 22 detik, melalui free throw Jamarr Andre Johnson.
Memasuki kuarter kedua, Dewa United mulai menemukan ritme permainan mereka. Produktifitas poin meningkat dan mereka bisa mendekati skor Prawira. Saat turun minum jarak kedua tim hanya dua angka saja. Prawira unggul dengan skor 38-36.
Karena hanya terpaut dua angka saja, maka dengan tembakan three point Jamarr Andre Johnson saja, Dewa United sudah mengambil alih keunggulan.
Namun keunggulan tersebut gagal dipertahankan oleh Dewa United. Sehingga di akhir kuarter ketiga, Prawira yang unggul dengan skor 61-58.
Kuarter empat berjalan alot ketika Dewa United berhasil menyamakan angka. Prawira kemudian berhasil unggul tetapi disusuk kembali oleh "Anak Dewa." Kedudukan 69-69 terjadi pada sisa waktu empat detik.
Prawira kemudian berhasil keluar dari tekanan lewat lemparan bebas Pandu. Dewa United yang meminta time-out mengatur strategi untuk mengalahkan Prawira.
Berita Terkait
-
IBL 2024: Prawira Harum Bandung Kontrak Pemain Timnas Basket Chile
-
Pebasket Prawira Harum Bandung Kagumi Kehebatan David da Silva: Mentalitas Seorang 'Pembunuh'
-
David Singleton Catat Rekor Tiga Kali Terpilih sebagai Pelatih pada IBL All Star
-
BCL Asia 2024: Prawira Harum Bandung Tekuk Bishrelt Metal
-
Hasil IBL 2024: Prawira Harum Curi Kemenangan di Kandang Satria Muda
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Paling Murah, Performa Handal Multitasking Lancar
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Mario Aji Terjatuh dan Finish ke-25 di Latihan Moto2 GP Amerika Serikat
-
Veda Ega Pratama Finish ke-14 pada Sesi Latihan GP Amerika Serikat
-
Kiandra Ramadhipa Resmi akan Tampil di Moto3 Junior mulai Mei 2026
-
Berstatus Anak Baru, Doni Tata Pradita Ungkap Kelebihan Veda Ega Pratama di Moto3
-
Usai Raih Podium Ketiga, Veda Ega Pratama Kian Percaya Diri Hadapi GP AS
-
Nihil Gelar di Tur Eropa, PBSI Apresiasi Meningkatnya Daya Saing Atlet Indonesia
-
Konsistensi Jadi Tantangan Alwi Farhan di Level Elite
-
Evaluasi usai Tur Eropa, Putri KW Perlu Tingkatkan Percaya Diri dan Kematangan Permainan
-
Pelatih Ungkap 3 Kekurangan Raymond/Joaquin, Terutama Aspek Non Teknis
-
Pegulat 19 Tahun Dieksekusi Iran, Ini Alasan Saleh Mohammadi Dihukum Mati