Suara.com - Pelatih tim nasional bola voli Kuba Nicolas Vives Coffigny menangani tim putra Bogor LavAni untuk kompetisi bola voli profesional bergengsi di Tanah Air Proliga musim 2023.
Nicolas Vives hadir untuk melanjutkan tongkat estafet dari pelatih asal China Jeff Jiang Jie yang membawa LavAni juara dalam debutnya di Proliga 2022.
"LavAni akan ditangani oleh pelatih timnas Kuba, Nicolas Vives yang menggantikan Jeff Jiang Jie yang pada musim ini tidak dapat keluar negeri karena urusan administrasi pensiunnya di China tahun ini," kata Manajer LavAni Ossy Dermawan kepada ANTARA via pesan singkat, Rabu.
Ossy menambahkan Nicolas Vives akan menangani LavAni selama satu musim. Dia sudah bergabung dan memberikan pelatihan kepada pemain sejak 3 November lalu.
Coach Vives sapaan akrab Nicolas Vives adalah pelatih berpengalaman. Dia memulai karier sebagai pelatih pada 2005.
Kemudian, sejak 2007 dia menjabat sebagai pelatih timnas bola voli Kuba. Vives juga ditunjuk sebagai pelatih kepala Kuba dalam rangka persiapan Olimpiade XXXI/2016 di Rio de Janeiro, Brazil.
Selain itu juga mengarungi berbagai kompetisi internasional bersama timnas Kuba seperti World Junior Championship 2017, Pan American Cup 2019, dan Norceca 2019.
Jauh sebelum menjadi pelatih, Vives adalah pemain profesional. Pada 1990 bergabung pada timnas bola voli Kuba sebagai setter.
Tercatat Vives pernah berlaga pada Olimpiade Barcelona 1992, Olimpiade Atlanta 1996, dan Olimpiade Sydney 2000. Selain itu juga berlaga di World League 1997, Pan American Games Winnipeg 1991, dan kompetisi bertaraf internasional lainnya.
Baca Juga: Kalahkan Tim Putri TNI AU, Bank Jatim Raih Gelar Keempat Beruntun Livoli Divisi Utama 2022
Kini, pria 49 tahun itu akan bertindak sebagai pelatih tim Bogor LavAni yang memiliki deretan pemain muda potensial.
Sebagai persiapan menyongsong Proliga 2023, tim yang didirikan Presiden RI periode 2004-2014 Susilo Bambang Yudhoyono akan melakukan serangkaian uji coba.
"Mungkin akan dilaksanakan pertandingan persahabatan di GOR LavAni sebagai persiapan menuju Proliga 2023," pungkas Ossy.
Musim lalu, LavAni menjadi juara Proliga 2022 usai di final mengalahkan Surabaya Bhayangkara Samator dengan skor 3-2 (25-27, 25-19, 20-25, 25-18, dan 15-10).
Berita Terkait
-
Livoli Divisi Utama 2022: Tim Putri TNI AU Telan Kekalahan Pertama
-
Livoli Divisi Utama 2022: Petrokimia Kembali Kalahkan Kharisma
-
Livoli Divisi Utama 2022: Strategi TNI AU Tutup Serangan Bank Jatim Berbuah Kemenangan
-
Livoli Divisi Utama 2022: Petrokimia Libas Kharisma di Final Four
-
Final Four Livoli Divisi Utama 2022: STIN Pasundan Kalahkan Juara Bertahan Berlian Bank Jateng
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Mario Aji Terjatuh dan Finish ke-25 di Latihan Moto2 GP Amerika Serikat
-
Veda Ega Pratama Finish ke-14 pada Sesi Latihan GP Amerika Serikat
-
Kiandra Ramadhipa Resmi akan Tampil di Moto3 Junior mulai Mei 2026
-
Berstatus Anak Baru, Doni Tata Pradita Ungkap Kelebihan Veda Ega Pratama di Moto3
-
Usai Raih Podium Ketiga, Veda Ega Pratama Kian Percaya Diri Hadapi GP AS
-
Nihil Gelar di Tur Eropa, PBSI Apresiasi Meningkatnya Daya Saing Atlet Indonesia
-
Konsistensi Jadi Tantangan Alwi Farhan di Level Elite
-
Evaluasi usai Tur Eropa, Putri KW Perlu Tingkatkan Percaya Diri dan Kematangan Permainan
-
Pelatih Ungkap 3 Kekurangan Raymond/Joaquin, Terutama Aspek Non Teknis
-
Pegulat 19 Tahun Dieksekusi Iran, Ini Alasan Saleh Mohammadi Dihukum Mati