Suara.com - Badan pengatur Formula 1, FIA, telah menolak banding Ferrari atas penalti yang diberikan kepada Carlos Sainz di akhir Grand Prix Australia pada 2 April lalu.
"Tidak ada unsur baru yang signifikan dan relevan yang tidak tersedia bagi para pihak yang meminta peninjauan kembali pada saat keputusan terkait. Oleh karena itu, permohonan ditolak," kata FIA, dikutip dari laman resmi F1, Rabu.
Adapun Sainz terkena penalti waktu lima detik karena bentrok dengan Fernando Alonso (Aston Martin) selama restart terakhir di balapan, dan menjatuhkan Sainz dari urutan keempat ke urutan ke-12.
Kekecewaan dan kemarahan dari Sainz pun tak terbendung usai GP Australia, menyatakan bahwa itu adalah "penalti yang paling tidak adil sepanjang hidupnya".
Seminggu setelah balapan, Bos Tim Ferrari Frederic Vasseur mengonfirmasi bahwa tim Italia itu telah mengajukan petisi untuk hak peninjauan kembali, dengan harapan penalti dibatalkan.
Alasan regulator menolak banding itu, lanjut FIA, adalah adanya pertimbangan fakta bahwa tabrakan itu terjadi di tikungan pertama pada lap pertama restart, ketika, berdasarkan konvensi, steward biasanya akan mengambil pandangan insiden yang lebih lunak.
"Namun, kami memutuskan bahwa terlepas dari itu itu setara dengan insiden lap pertama, kami menganggap ada celah yang cukup bagi Sainz untuk mengambil langkah menghindari tabrakan dan gagal melakukannya. Oleh karena itu kami memberlakukan penalti waktu 5 detik," jelas FIA.
Ferrari pun telah meminta steward untuk mempertimbangkan kembali putusan mereka dengan mempertimbangkan data telemetri dari mobil Sainz, ditambah pernyataan saksi yang diberikan oleh Sainz dan Alonso.
FIA, bagaimanapun, mengatakan bahwa mereka tidak mempertimbangkan kembali banding Ferrari atas dasar ini karena keputusan mereka dibuat selama balapan.
Baca Juga: Hasil NBA: Kings Raih Kemenangan Kedua atas Warriors di Laga Penuh Drama
"Tidak perlu bagi kami untuk mendengar dari Sainz atau mendengar dari pengemudi lain untuk memutuskan bahwa dia sepenuhnya bersalah atas tabrakan tersebut," tegasnya.
Di sisi lain, Ferrari dalam keterangan resmi mereka mengakui keputusan FIA untuk tidak memberi tim hak peninjauan sehubungan dengan penalti yang dijatuhkan pada Sainz.
"Bagaimanapun kami menghormati proses dan keputusan FIA. Kami sekarang menantikan untuk mengadakan diskusi yang lebih luas dengan FIA, F1 dan semua tim, dengan tujuan untuk lebih meningkatkan pengawasan olahraga kami, untuk memastikan tingkat keadilan dan konsistensi tertinggi yang pantas didapatkan oleh olahraga kita," imbuhnya. (ANTARA)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Timnas PUBG Mobile Indonesia Lolos ke Asian Games 2026 usai Finis Runner-up Kualifikasi
-
Kalah dari Pelita Jaya, Pelatih Bogor Hornbills Soroti Petaka 2 Menit Akhir
-
Duel Ketat Tiga Set, Aldila Sutjiadi/Janice Tjen Terhenti di Semifinal Nottingham Open 2026
-
Sebut Sirkuit Brno Mirip Assen, Pecco Bagnaia Optimistis Hadapi MotoGP Ceko
-
Marc Marquez Bidik Kemenangan Beruntun, Siap Tampil Maksimal di MotoGP Ceko 2026
-
Muhamad Yusuf Singkirkan Unggulan Pertama, Melaju ke Semifinal Macau Open 2026
-
Veda Ega Pratama Finis Posisi ke-15 di Latihan Moto3 GP Ceko, Harus Lewati Q1
-
MMA Indonesia Bidik Dominasi di Asia, Jaring Talenta Lewat Kejurnas 2026
-
Psywar Final IBL 2026: Bogor Hornbills Pamer Pemain Asing, Jeff Withey Beri Peringatan Keras
-
Bogor Hornbills Tak Gentar Hadapi Nama Besar Pelita Jaya di Final IBL 2026