Suara.com - Bona Septano pernah menjadi salah satu nama tenar sebagai pebulu tangkis Tanah Air, sebelum pensiun ini dan kini berprofesi sebagai pilot.
Bona Septano pernah meraih kejayaan dalam dunia bulu tangkis, salah satunya medali emas SEA Games 2011 saat berpasangan dengan Mohammad Ahsan.
Sosoknya di dunia bulu tangkis Indonesia tak bisa ditepikan, terlepas dari statusnya sebagai adik dari mendiang sekaligus legenda, Markis Kido.
Memiliki spesialisasi di ganda putra sama seperti mendiang sang kakak, Bona Septano sempat digadang-gadang menjadi bintang masa depan Tanah Air.
Tepat setelah memastikan medali emas SEA Games 2011 yang saat itu digelar di Jakarta-Palembang, Indonesia mengalahkan kakaknya sendiri.
Ahsan/Bona sukses mengalahkan Kido/Hendra Setiawan lewat dua gim langsung dengan skor akhir 25-23, 21-10 di depan ribuan masyarakat Tanah Air.
Selain SEA Games 2011, prestasi mentereng yang dicatatkan Ahsan/Bona adalah meraih gelar BWG Grand Prix termasuk Indonesia Masters.
Keduanya masih menjadi pasangan andalan Indonesia hingga Olimpiade London 2012, namun langkah mereka terhenti di perempat final usai kalah dari pasangan Korea Selatan.
Setelah itu nama Bona Septano hilang dari peredaran, tak lagi menghiasi Indonesia di event internasional bulu tangkis.
Hingga kini diketahui jika sosoknya berprofesi sebagai pilot, dimulai pada 2014 setelah Bona memutuskan untuk pensiun dari pebulu tangkis.
Bona kemudian menempuh pendidikan di sekolah penerbangan Bali International Flight Academy (BIFA) dan lulus pada 2015.
Bau-bau profesi baru Bona Septano tercium usai kakak dari Pia Zebadiah ini kerap membagikan kesehariannya lewat unggahan pada akun Instagram pribadi.
Sempat mendapat tantangan dari keluarganya, Bona terus membuktikan diri jika pilihannya itu benar dan bukan suatu kesalahan.
Hanya dalam kurun dua tahun, Bona Septano akhirnya mewujudkan mimpinya menjadi pilot dan mendaftar pendidikan penerbangan.
Meskipun memiliki profesi yang melenceng jauh dari bakat awal yang diasahnya, Bona Septano tetap menjaga kenangan itu.
Tak jarang beberapa unggahan foto memperlihatkan kenangan-kenangan saat masih menjadi andalan Merah Putih di ajang bulu tangkis internasional.
(Penulis: Eko Isdiyanto)
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Polytron Indonesia Open 2026: Kembalinya Demam Bulu Tangkis dan Inovasi yang Tak Pernah Habis
-
Drama Overtime Antar Perbanas ke Asia, Ubaya Kuasai Takhta Putri Campus League 2026
-
AQUA dan DBL Bersatu, Dukung Generasi Muda Tetap Prima di Lapangan
-
ASC Padel Team Resmi Dibentuk, Datangkan Pelatih Asal Spanyol Hingga Bidik Panggung Dunia
-
Drama Comeback dan Tangis Tuan Rumah Warnai Semifinal Campus League The Nationals 2026
-
Singkirkan Justin Hoh, Ubed Penuhi Target Lolos ke Semifinal Australian Open 2026
-
Buka Peluang ke World Marathon Majors, Pancasakti Run 2026 akan Dihadiri Ahok hingga Sandiaga Uno
-
Faktor Kenyamanan Bantu Alwi Farhan Melaju ke Semifinal Australian Open 2026
-
Rehan/Gloria Akui Kurang Sabar saat Tersingkir di Perempat Final Australian Open 2026
-
Tersingkir di Australian Open 2026, Leo/Daniel Jadikan Kekalahan dari Liang/Wang Tolok Ukur