Suara.com - Timnas basket putri Indonesia hancur lebur ketika menghadapi China dalam lanjutan Grup A Asian Games 2022 Hangzhou. Mereka dibantai tuan rumah dengan skor telak 52-101 di HOC Gymnasium Hangzhou, China, Jumat (29/9/2023).
Timnas basket putri Indonesia tidak bisa bicara banyak menghadapi tim peringkat kedua dunia FIBA dengan kalah di seluruh lini permainan.
Mengutip statistik pertandingan di laman resmi Asian Games, Indonesia kalah telak dalam hal akurasi tembakan, rebound, assist, dan turnover.
Timnas Basket Putri Indonesia hanya bisa melakukan percobaan tembakan sebanyak 52 kali selama 40 menit, dengan hanya 20 bola yang masuk (20-52) atau akurasi 38 persen. Sementara lawannya China, memiliki akurasi tembakan 46 persen dengan 39-84.
Indonesia dibombardir tembakan tiga angka dari China yang memasukkan 11 bola dari 29 percobaan, atau akurasi 38 persen. Sementara Indonesia hanya mampu mencetak 9 angka dari tembakan tripoin, atau akurasi 21 persen dengan 3-14.
Dalam hal rebound, Indonesia melakukan 31 tangkapan bola pantul sementara China mengumpulkan 51 rebound. Terlebih pada offensive rebound, Indonesia hanya mengamankan 6 bola ketika menyerang, berbanding dengan China yang melakukan 22 tangkapan.
Assist yang dibukukan Indonesia hanya 9 kali, sedangkan China mencatat 36 assist. Selain itu, Indonesia juga melakukan 27 kali kesalahan yang menyebabkan turnover dan membuahkan 28 poin untuk China. Di atas kertas, Indonesia kalah di semua lini.
Bahkan Henny Sutjiono dkk memulai laga sudah dengan sangat lambat. Mereka baru bisa mencetak poin setelah kuarter pertama berlangsung enam menit. Di kuarter pertama itu pula performa terburuk Timnas Putri dengan hanya mencatatkan 6 poin.
Walaupun perolehan poin yang dibuat oleh Indonesia kian meningkat di tiap kuarter, namun tidak cukup kuat untuk mengejar China yang dominan di atas lapangan.
Baca Juga: Hasil Asian Games 2022: Anthony Ginting Petik Kemenangan Pembuka Bagi Beregu Putra Indonesia
Kimberley Pierre Louis menjadi pencetak poin tertinggi untuk Indonesia dengan 22 poin, ditambah dengan 9 rebound. Selain Kim, tak ada lagi pemain Indonesia lainya yang mencetak lebih dari 10 poin.
Dengan kekalahan keduanya di ajang Asian Games 2022 Hangzhou, Timnas Basket Putri Indonesia terpendam di dasar klasemen sementara Grup A. Peringkat satu ditempati China, kedua India, dan ketiga Mongolia.
Timnas Putri tinggal menyisakan satu laga di Grup A, yakni melawan Mongolia pada Minggu (1/10).
Perjuangan timnas basket putri Indonesia sesungguhnya belum benar-benar berakhir karena masih memiliki kesempatan untuk bisa lolos babak grup, yaitu dengan syarat mengalahkan Mongolia di gim terakhir dengan selisih poin sebanyak-banyaknya agar bisa menembus perempat final via jalur tim peringkat ketiga terbaik.
[Antara]
Berita Terkait
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
Terkini
-
Berstatus Anak Baru, Doni Tata Pradita Ungkap Kelebihan Veda Ega Pratama di Moto3
-
Usai Raih Podium Ketiga, Veda Ega Pratama Kian Percaya Diri Hadapi GP AS
-
Nihil Gelar di Tur Eropa, PBSI Apresiasi Meningkatnya Daya Saing Atlet Indonesia
-
Konsistensi Jadi Tantangan Alwi Farhan di Level Elite
-
Evaluasi usai Tur Eropa, Putri KW Perlu Tingkatkan Percaya Diri dan Kematangan Permainan
-
Pelatih Ungkap 3 Kekurangan Raymond/Joaquin, Terutama Aspek Non Teknis
-
Pegulat 19 Tahun Dieksekusi Iran, Ini Alasan Saleh Mohammadi Dihukum Mati
-
Orleans Masters 2026: Melangkah ke Perempat Final, Amri/Nita Percaya Diri Hadapi Persaingan
-
Orleans Masters 2026: Pantang Menyerah, Raymond/Joaquin Sukses Raih Tiket Delapan Besar
-
Orleans Masters 2026: Kalah dari Rival Lama, Anthony Sinisuka Ginting Ungkap Penyebabnya