Suara.com - Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) akhirnya membongkar faktor utama yang menyebabkan Indonesia Open 2024 batal bergulir di Indonesia Arena. Event BWF World Tour Super 1.000 ini akan kembali berlangsung di Istora Senayan, Jakarta.
PBSI sebelumnya telah mengumumkan bahwa Indonesia Open 2023 menjadi edisi terakhir yang bergulir di Istora Senayan. Ajang ini akan pindah ke Indonesia Arena yang lokasinya masih di dalam Kompleks Gelora Bung Karno (GBK) demi bisa menampung lebih banyak penonton.
Istora Senayan diketahui cuma memilili kapasitas sekitar 7.000 kursi. Sementara Indonesia Arena yang baru diresmikan pada 7 Agustus 2023 itu memiliki kapasitas sekitar 16.500 kursi.
Namun, harapan untuk menyajikan Indonesia Open 2024 di venue yang lebih megah harus tertunda. Ketua Panitia Penyelenggara Indonesia Open 2024, Armand Darmadji pun menyampaikan alasan atau faktor utamanya.
"Bahwa amat sangat disayangkan pergelaran Indonesia Open 2024 tak bisa diselenggarakan di Indonesia Arena. Itu adalah venue baru yang spektakuler dan berdiri untuk kegiatan olahraga dan event lainnya," kata Armand Damadji dalam konferensi pers jelang Indonesia Open 2024 di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (2/4/2024).
"Kami salah satu cabang olahraga yang diharapkan berlangsung di Indonesia Arena. Bukan kita tak inginkan, kita sudah konferensi pers soal terakhir kalinya gunakan Istora Senayan untuk Indonesia Open."
"Setelah uji survey tiga kali bolak-balik ke sana dengan tim dan BWF, juga dengan pemain untuk uji coba lapangan. Latihan di sana. Kami bawa tim untuk struktur. Ternyata jawaban mereka, bahwa kita menginginkan dengan ukuran tertentu untuk bisa jadi lapangan sesuai dengan standar BWF."
"Setelah kami beberapa kali meeting akhirnya kami dapat PPKGBK bahwa kami tidak bisa mengadakan event di tempat tersebut. Karena strukturnya tidak bisa terpasang di sana," tambahnya.
Menurut Armand, sejatinya terdapat alternatif untuk memasang rigging pencahayaan lapangan yakni menyusunnya di bawah alih-alih menggantungnya di langit-langit venue. Namun, opsi itu tak diambil dengan alasan estetika.
Baca Juga: PBSI Apresiasi Pencapaian Atlet yang Telah Berjuang di All England 2024
"Alternatif kedua kalau pakai rigging dari bawah, bentuknya itu tidak bagus, seperti ada gawangan di bawah, malah menurunkan kualitas Indonesia Open 2024," kata Armand.
Pria yang juga menjabat Ketua Komisi Pengembangan Komersial PBSI itu pun berharap PPKGBK bisa segera merenovasi Indonesia Arena agar pada edisi tahun depan, Indonesia Open sudah bisa digelar di sana.
"Akhirnya kami mengurungkan niat dan minta PPKGBK melakukan perbaikan agar bisa sesuai standar BWF. Mereka sudah janji perbaikan agar tahun depan bisa diadakan Indonesia Open di sana. Ini harapan besar bukan hanya PBSI tapi juga badminton lovers," jelas Armand.
Indonesia Open 2024 akan berlangsung di Istora Senayan, Jakarta pada 4-9 Juni 2024. Ajang yang menyediakan hadiah total 1,3 juta dollar AS ini akan menjadi salah satu event untuk menentukan seeding atau nomor unggulan para pebulu tangkis di Olimpiade 2024.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Carabao Billiards Indonesia Cetak Sejarah, Tiga Turnamen Internasional Sekaligus Pecahkan Rekor MURI
-
Pelita Jaya Dapat Dukungan Tambahan dalam Mengarungi IBL 2026
-
Cetak Sejarah, Produk Cokelat Asal Indonesia Resmi Jadi Sponsor Gresini Racing di MotoGP
-
Libas Unggulan Kedua, Janice/Eala Maju ke Semifinal Abu Dhabi Open 2026
-
Alex Marquez Catat Waktu Tercepat saat Tes Uji Coba MotoGP Sepang
-
Libas Malaysia 3-2, Indonesia Keluar sebagai Juara Grup D BATC 2026
-
Jakarta Pertamina Enduro Sikat Electric PLN 3-0, Servis Mematikan Jadi Kunci Kemenangan
-
Jadwal dan Link Streaming Proliga 2026 Malam Ini: Adu Keras Pertamina Enduro vs Electric PLN
-
5 Kemenangan Beruntun Jadi Modal Pertamina Enduro, Megawati Incar Posisi Teratas Proliga 2026
-
Jakarta Pertamina Enduro vs Jakarta Electric: Megawati Hangestri Pede Menang di Kandang