Suara.com - Pevoli putri Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi, telah resmi bergabung dengan klub Liga Turki, Manisa BBSK. Lantas, bagaimana perbandingannya dengan Liga Korea Selatan yang sebelumnya disinggahi Megawati?
Sebelumnya, kepastian soal bergabungnya Megawati Hangestri ini diumumkan oleh akun Instagram klub Liga Turki tersebut. Mereka resmi mendapatkan jasa Megawati untuk mengarungi musim yang akan datang.
"Selamat datang Megawati Hangestri Pertiwi! Manisa BBSK akhirnya mencapai kesepakatan dengan Megawati Hangestri Pertiwi, yang sempat berseragam Daejeon Red Sparks di V-League Korea Selatan, untuk musim yang akan datang," bunyi pernyataan klub Manisa BBSK.
Lantas, bagaimana sebetulnya perbandingan kompetisi Liga Voli Putri Turki yang jadi wadah persaingan Manisa BBSK dibandingkan dengan V League Korea Selatan yang sebelumnya jadi panggung Megawati bersama Daejeon Red Sparks?
Kompetisi Liga Korea Selatan
Liga Voli Korea Selatan memang sebetulnya masih terhitung baru. Sebab, V-League yang digelar di bawah asuhan Federasi Voli Korea Selatan (KOVO) ini baru pertama kali terselenggara pada tahun 2005.
Dari jumlah pesertanya, V-League juga terhitung lebih sedikit. Sebab, baik itu kompetisi untuk laki-laki maupun perempuan, jumlah kontestannya sama-sama tujuh. Selain itu, tak ada sistem promosi-degradasi.
Di Korea Selatan, ada beberapa klub yang cukup dominan dalam meraih gelar juara. Di area putri, klub yang dimaksud ialah Incheon Heungkuk Life Pink Spiders yang menjuarai lima kali dan lima kali jadi runner-up.
Sementara itu, klub-klub lain seperti Suwon Hyundai E&C, Hwaseong IBK Altos, GS Caltex Seoul KIXX, Daejeon CheongKWanJang Red Sparks, sama-sama mengantongi lima kali gelar juara di kompetisi ini.
Baca Juga: Profil Gorkem Kazan, Pelatih Anyar Megawati Hangestri: Suami dari Pevoli Cantik Turki
Di level kompetisi ini, Megawati sukses tampil sangat dominan bersama klubnya. Bahkan, pada musim 2024/2025 lalu, dia menduduki peringkat ketiga penyumbang poin terbanyak.
Kompetisi Liga Voli Turki
Sementara itu, Manisa BBSK nantinya bakal berkompetisi di kasta kedua Liga Turki Putri. Kompetisi ini bakal melibatkan total 24 kontestan yang terbagi menjadi dua grup. Sedangkan di kasta tertinggi, hanya ada 12 klub yang bersaing.
Berbeda dengan Liga Korea Selatan, kompetisi voli di Turki melibatkan sistem promosi dan degradasi. Jika melihat kastanya hingga kasta ketiga, artinya ekosistem liga di sana terhitung sangat maju.
Apalagi, ajang voli putri di Turki juga bisa tampil mengesankan. Ada beberapa klub putri Turki yang bisa menjuarai FIVB Volleyball Women’s Club World Championship, seperti Fenerbahce (2010), Vakifbank (2013), dan Eczacibasi (2015).
Sementara itu, di level Eropa, ada beberapa klub Turki yang juga tampil mengesankan. Vakifbank, misalnya, pernah dua kali menjadi juara, yakni pada edisi 2010/2011 dan 2012/2013.
Berita Terkait
-
Profil Gorkem Kazan, Pelatih Anyar Megawati Hangestri: Suami dari Pevoli Cantik Turki
-
Sejarah Unik Manisa BBSK Klub Anyar Megawati Hangestri Pertiwi
-
Manisa BBSK: Selamat Datang Megawati Hangestri Pertiwi
-
Megawati Hangestri Pertiwi Resmi Gabung Klub Turki, Manisa BBSK
-
Akhirnya! Megawati Siap Gebrak Proliga 2025 Bersama Gresik Petrokimia? Ini Kata Manajer Tim!
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Kyrie Irving Datang ke Indonesia Disambut Antusias Freestyle Street Basket Tanah Air
-
Resmi Pisah dari Rahmat Hidayat, Rian Ardianto Jadi Mentor Daniel Edgar Marvino Mulai Taipei Open
-
Gebrakan PBSI: Apriyani Rahayu Resmi Pindah ke Ganda Campuran, Siap Duet Bareng Dejan Ferdinansyah
-
Tak Melulu Olahraga Ekstrem! Red Bull Cari Atlet Muda Indonesia untuk Dapat Mentoring Eksklusif
-
Anggaran Multiyears Pelatnas Disetujui, PBSI Fokus Perkuat Sport Science dan Regenerasi
-
Bye-bye Teknologi Start! MotoGP Larang Holeshot Device di GP Belanda Demi Keselamatan Pembalap
-
Angin Segar untuk Atlet: NPC Indonesia Sambut Baik Kebijakan Anggaran Multiyears
-
Timnas PUBG Mobile Indonesia Lolos ke Asian Games 2026 usai Finis Runner-up Kualifikasi
-
Kalah dari Pelita Jaya, Pelatih Bogor Hornbills Soroti Petaka 2 Menit Akhir
-
Duel Ketat Tiga Set, Aldila Sutjiadi/Janice Tjen Terhenti di Semifinal Nottingham Open 2026