Reggie Mononimbar resmi pindah ke Rans Simba Bogor setelah tujuh musim membela Pelita Jaya Jakarta sejak debut profesionalnya di IBL 2017–2018.
Rans memperkuat skuad dengan pemain berpengalaman, setelah sebelumnya merekrut Habib Titoaji dari Tangerang Hawks Basketball.
Reggie siap memulai babak baru dalam kariernya usai pulih dari cedera panjang, dengan harapan memberi energi dan pengalaman bagi Rans menghadapi IBL 2026 yang dimulai 10 Januari.
Suara.com - Pebasket Reggie Mononimbar resmi bergabung dengan Rans Simba Bogor untuk menghadapi kompetisi Indonesian Basketball League (IBL) 2026 setelah memutuskan hengkang dari Pelita Jaya Jakarta (PJ).
Menurut laman resmi IBL, perekrutan Reggie menjadi bagian dari langkah Rans memperkuat tim dengan mendatangkan pemain lokal berpengalaman. Sebelumnya, Rans juga telah mengontrak Habib Titoaji yang dilepas oleh Tangerang Hawks Basketball.
Kepindahan Reggie ke Rans menjadi kejutan bagi banyak pihak karena sejak memulai karier profesional pada musim 2017–2018, ia selalu menjadi bagian dari Pelita Jaya.
Selama tujuh musim berseragam PJ, guard asal Manado itu dikenal dengan gaya bermain cepat dan kemampuan penetrasi tajam, meskipun kerap memulai laga dari bangku cadangan.
Reggie juga sempat menjadi bagian penting Pelita Jaya sebelum cedera panjang yang dialaminya pada musim 2024 membuatnya absen selama satu tahun penuh. Ia kembali bermain pada musim 2025, namun waktu bermainnya menurun drastis, rata-rata hanya 6,5 menit per laga dari total 23 pertandingan, termasuk lima di babak playoff.
Angka ini menjadi catatan terendah sepanjang kariernya di IBL, meskipun Pelita Jaya mampu finis sebagai runner-up.
Sebelum cedera, Reggie dikenal sebagai pemain serba bisa. Pada musim 2021, ia mencatatkan performa terbaik dengan rata-rata 11,9 poin, 4,8 rebound, 3,3 assist, dan 1,8 steal per pertandingan.
Kini, kepindahan ke Rans Simba Bogor menjadi babak baru dalam karier profesionalnya, menandai kali pertama Reggie berganti klub sejak debut di IBL.
Manajemen Rans berharap pengalaman dan etos kerja Reggie mampu menambah kedalaman serta energi baru bagi tim menghadapi persaingan musim 2026.
Baca Juga: Borneo Hornbills Resmi Berevolusi Menjadi Bogor Hornbills Jelang IBL 2026
Adapun musim reguler IBL 2026 akan dimulai pada 10 Januari, dengan sejumlah klub melakukan perombakan besar-besaran untuk menantang juara bertahan Dewa United Banten.
(Antara)
Berita Terkait
-
Borneo Hornbills Resmi Berevolusi Menjadi Bogor Hornbills Jelang IBL 2026
-
Bagian Penting Tim, Pelita Jaya Jakarta Perpanjang Kontrak Vincent Kosasih
-
Rombak Besar-besaran, Tangerang Hawks Basketball Lepas Habib Titoaji
-
Pelita Jaya Perpanjang Kontrak Agassi Yeshe Goantara untuk IBL 2026
-
3 Klub IBL Ikut EPC 2025, Dewa United Target Pertahankan Gelar
Terpopuler
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
PB ORADO Dorong Pembinaan Atlet Lewat Kejuaraan di Bandung
-
Mario Aji Terjatuh dan Finish ke-25 di Latihan Moto2 GP Amerika Serikat
-
Veda Ega Pratama Finish ke-14 pada Sesi Latihan GP Amerika Serikat
-
Kiandra Ramadhipa Resmi akan Tampil di Moto3 Junior mulai Mei 2026
-
Berstatus Anak Baru, Doni Tata Pradita Ungkap Kelebihan Veda Ega Pratama di Moto3
-
Usai Raih Podium Ketiga, Veda Ega Pratama Kian Percaya Diri Hadapi GP AS
-
Nihil Gelar di Tur Eropa, PBSI Apresiasi Meningkatnya Daya Saing Atlet Indonesia
-
Konsistensi Jadi Tantangan Alwi Farhan di Level Elite
-
Evaluasi usai Tur Eropa, Putri KW Perlu Tingkatkan Percaya Diri dan Kematangan Permainan
-
Pelatih Ungkap 3 Kekurangan Raymond/Joaquin, Terutama Aspek Non Teknis