- Thailand targetkan pendapatan 5.285 miliar baht dari SEA Games ke-33 dan ASEAN Para Games ke-16.
- Ajang olahraga ini diprediksi menciptakan 12.000 hingga 14.000 lapangan pekerjaan baru di Thailand.
- SEA Games 2025 akan diselenggarakan pada Desember di Bangkok, Chonburi, dan Songkhla.
Suara.com - Kementerian Pariwisata dan Olahraga Thailand (MOTS) menargetkan pendapatan mencapai 5.285 miliar baht (sekitar Rp4,3 triliun) dari penyelenggaraan SEA Games ke-33 dan ASEAN Para Games ke-16.
MOTS menilai ajang olahraga ini akan memberikan dampak ekonomi yang signifikan, termasuk penciptaan 12.000–14.000 lapangan pekerjaan dari sektor konstruksi, jasa, transportasi, dan olahraga.
“Tidak kurang dari 12.000 atlet, pelatih, dan staf dari negara-negara regional akan hadir di Thailand,” kata Menteri MOTS Atthakorn Sirilathayakorn kepada Siam Sport. “Ini akan memicu fluktuasi ekonomi di provinsi tuan rumah dan sekitarnya.”
Sejauh ini, tuan rumah telah menerima, 20 juta baht dari sponsor, 180 juta baht dari penjualan barang dan jasa seperti peralatan olahraga dan minuman, 134,4 juta baht dari biaya pendaftaran SEA Games, 16,8 juta baht dari biaya pendaftaran ASEAN Para Games dan 20 juta baht diproyeksikan dari penjualan tiket.
Pendapatan tambahan dari hak siar televisi, dengan biaya sekitar 20.000 USD per unit media
Pendapatan yang diantisipasi lebih dari 2,5 kali lipat anggaran 2.055 miliar baht yang disetujui kabinet Thailand untuk kedua ajang ini pada Juni lalu.
Anggaran SEA Games 2025 dan Para Games 2025 sekitar 63,5 juta USD, jauh lebih hemat dibandingkan 131 juta USD yang dikeluarkan Kamboja pada SEA Games 2023.
Strategi Thailand memanfaatkan fasilitas lama membuat biaya lebih efisien dibandingkan membangun fasilitas baru.
Jadwal dan Lokasi SEA Games 2025
Baca Juga: Banjir Terparah Sejak 300 Tahun Ganggu SEA Games 2025, Bagaimana Nasib Kontingen Indonesia?
SEA Games 2025: 9–20 Desember 2025
Kota tuan rumah: Bangkok, Chonburi, Songkhla
Cabang olahraga: 50 olahraga dengan 574 nomor pertandingan
ASEAN Para Games 13: 20–26 Januari 2026
Kota tuan rumah: Nakhon Ratchasima
Thailand menjadi tuan rumah SEA Games untuk ketujuh kalinya setelah 1959, 1967, 1975, 1985, 1995, dan 2007.
Berita Terkait
-
Banjir Terparah Sejak 300 Tahun Ganggu SEA Games 2025, Bagaimana Nasib Kontingen Indonesia?
-
Diperkuat 5 Pemain Keturunan, Media Asing: Timnas Indonesia U-22 Raih Emas SEA Games
-
Mundurnya Kamboja dari SEA Games 2025 Tidak Hanya Untungkan Timnas Indonesia
-
Indra Sjafri Wajib Resah Lihat Statistik Penyerang Timnas Indonesia untuk SEA Games 2025
-
3 Pilar Berlabel Senior Absen dari Skuad Timnas Indonesia U-22 untuk SEA Games 2025
Terpopuler
- 6 Mobil Bekas 50 Jutaan Cocok untuk Milenial, Bodi Stylish Tak Repot Perawatan
- 5 Moisturizer dengan Alpha Arbutin untuk Memudarkan Flek Hitam, Cocok Dipakai Usia 40-an
- Kronologi Lengkap Petugas KAI Diduga Dipecat Gara-Gara Tumbler Penumpang Hilang
- 5 Rekomendasi Ban Tubeless Motor Matic, Tidak Licin saat Hujan dan Jalan Berpasir
- 7 Mobil Boros Bahan Bakar Punya Tenaga Kuda, Tetapi Banyak Peminatnya
Pilihan
-
Jadi Kebijakan Progresif, Sineas Indonesia Ingatkan Dampak Ekonomi LSF Hapus Kebijakan Sensor Film
-
Daftar Maskapai RI yang Pakai Airbus A320
-
5 Tempat Ngopi Tersembunyi di Palembang yang Bikin Ketagihan Sejak Seduhan Pertama
-
6 HP 5G Paling Murah di Bawah Rp 4 Juta, Investasi Terbaik untuk Gaming dan Streaming
-
Airbus Umumkan A320 Bermasalah, Kemenhub Sebut 38 Pesawat di RI Kena Dampak
Terkini
-
Banjir Terparah Sejak 300 Tahun Ganggu SEA Games 2025, Bagaimana Nasib Kontingen Indonesia?
-
Instruksi Presiden, Kemenpora Bergerak: Dualisme Organisasi Olahraga Mulai Dibenahi
-
Hendra Setiawan Tunggu Keputusan PBSI soal Sabar/Reza untuk SEA Games 2025
-
Hendra Setiawan Targetkan Sabar/Reza Ulangi Prestasi di BWF World Tour Finals
-
Bulu Tangkis Indonesia Berjaya di ASG 2025, Gondol 5 Emas & Ciptakan 3 Final 'Perang Saudara'!
-
Harga Tiket Indonesia Masters 2026 Dirilis, Mulai Rp40 Ribu! Lebih Murah dari Tahun Lalu
-
Jadwal Indonesia Masters 2026 di Istora, Catat Tanggalnya!
-
BWF Umumkan Sejumlah Aturan Baru untuk Kompetisi Dunia dan Para-Bulu Tangkis
-
Arahan Prabowo: Kesejahteraan Atlet Prioritas Utama, Beasiswa LPDP dan Bonus Internasional Naik
-
FIBA Resmi Ubah Sistem Ranking Dunia, Poin Kini Bersifat Akumulatif