- Pemerintah Indonesia mengumumkan bonus Rp1 miliar bagi peraih medali emas SEA Games 2025, memicu persaingan bonus negara lain.
- Vietnam menawarkan total bonus medali emas yang bervariasi, berpotensi melebihi 100 juta dong dari berbagai sumber.
- Thailand sebagai tuan rumah mempertahankan bonus emas 300.000 baht dan menjamin pencairan cepat maksimal tujuh hari pasca-event.
Suara.com - SEA Games 2025 di Thailand tidak hanya memanas di arena pertandingan, tetapi juga dalam perlombaan uang bonus antarnegara peserta.
Sebelumnya, pemerintah Indonesia resmi mengumumkan skema bonus spektakuler, Rp1 miliar bagi atlet yang meraih medali emas SEA Games 2025. Bonus untuk atlet Indonesia ini rupanya memicu rasa isi dari dua negara tetangga, Thailand dan Vietnam.
Menurut salah satu media Vietnam, 24h.com.vn, nominal bonus tersebut menjadikannya salah satu bonus tertinggi di antara negara peserta SEA Games 2025.
Presiden Prabowo Subianto dalam acara pelepasan kontingen Indonesia di Jakarta pada 5 Desember menegaskan pemerintah akan memberikan penghargaan kepada para atlet di SEA Games 2025.
"Tidak hanya memberi motivasi besar, kebijakan ini juga memicu tekanan kompetitif bagi negara lain, terutama Thailand dan Vietnam," tulis media Vietnam tersebut.
Vietnam masih mengandalkan skema bonus yang diatur pemerintah sesuai aturan hukum di sana.
Untuk atlet yang meraih medali emas mendapatkan bonus 40 juta dong atau setara Rp 28.500.000. Sedangkan peraih medali merak mendapat 25 juta dong atau setara Rp 15.800.000.
Sementara untuk peraih perunggu atau atlet yang memecah rekor di SEA Games 2025 bakal kantongi 20 juta dong atau setara RpRp 12.700.000.
Selain itu, atlet Vietnam juga bakal mendapat bonus tambahan yakni 10 juta dong unutk peraih medali emas, serta bonus masing-masing dari setiap federasi olaharga.
Baca Juga: Kewajiban Neto Indonesia Meroket di Kuartal III 2025, Apa Dampaknya Bagi Ekonomi?
Selain federasi, pemerintah kota di Vietnam juga menjanjikan bonus buat atlet dari daerah mereka yang meraih medali SEA Games 2025.
"Sejumlah cabang seperti atletik memiliki dana bonus hingga 1 miliar dong apabila target 12 emas tercapai," tulis media Vietnam.
"Dengan seluruh lapisan bonus tersebut, seorang atlet Vietnam bisa membawa pulang hampir atau bahkan lebih dari 100 juta dong untuk satu medali emas,"
Sementara itu, Thailand juga tak mau kalah. Sebagai tuan rumah, Thailand tetap mempertahankan bonus standar yang sudah berjalan yakni 300.000 baht (±200 juta rupiah) untuk emas, 150.000 baht untuk perak dan 75.000 baht untuk perunggu
Meski tidak dinaikkan menjadi 500.000 baht seperti desakan sejumlah federasi, bonus emas Thailand tetap dua kali lebih besar dibanding rata-rata total bonus yang diterima atlet Vietnam.
Menariknya, Thailand lebih unggul dari Indonesia dan Vietnam dalam urusan pencairan.
Berita Terkait
-
Kewajiban Neto Indonesia Meroket di Kuartal III 2025, Apa Dampaknya Bagi Ekonomi?
-
Di Tengah Duka Sang Ayah Meninggal Dunia, Pratama Arhan Tulis Pesan Menyentuh
-
Timnas Malaysia Dikritik Pelatih Sendiri: Mereka Mimpi di Siang Bolong Selama Satu Dekade
-
Timnas Indonesia U-22 Urutan Berapa di Klasemen Runner-up Terbaik SEA Games 2025?
-
Indra Sjafri Bakal Mainkan Strategi Ofensif, Begini Formasi Timnas Indonesia U-22 vs Filipina
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Susunan Pemain Indonesia vs Thailand di Grup D Piala Thomas 2026, Fajar Diduetkan dengan Joaquin
-
Menang atas Kesatria Bengawan Solo 84-69, Djordje Jovicic Puas dengan Performa Satria Muda
-
Sakit Pencernaan, Iga Swiatek Mundur dari Madrid Open 2026
-
Mario Aji Start dari Posisi 17 di Moto2 Spanyol 2026
-
LavAni Juara Proliga 2026, Tumbangkan Bhayangkara Presisi 3-1 di Final
-
Kejurnas Turnamen ORADO 2026 Digelar, Atlet dari 28 Provinsi Turun Berlaga
-
Timnas Hoki Naturalisasi 4 Pemain dari Eropa untuk Hadapi Asian Games 2026
-
Grand Final Proliga 2026: Jakarta Pertamina Enduro Ungguli Phonska Plus pada Leg 1
-
Tim Uber Indonesia Waspadai Kanada di Laga Pembuka, Bidik Awal Sempurna di Grup C
-
Surabaya Samator Sikat Garuda Jaya, Kunci Peringkat Ketiga Proliga 2026