-
Indonesia melaju ke final SEA Games 2025 usai menang dramatis melawan tim voli Vietnam.
-
Skuad Garuda mengincar medali emas keempat berturut-turut saat menghadapi tuan rumah Thailand di final.
-
Indonesia merupakan pemegang rekor kolektor medali emas terbanyak sepanjang sejarah voli putra SEA Games.
Suara.com - Timnas voli putra Indonesia memastikan satu tempat di partai puncak SEA Games 2025 Thailand.
Kemenangan ini diraih setelah menumbangkan Vietnam pada babak semifinal yang berlangsung di Bangkok, Kamis (18/12/2025).
Pertandingan tersebut berjalan sangat menegangkan dengan tensi tinggi sejak awal set pertama dimulai.
Pasukan Merah Putih sempat berada di ujung tanduk setelah tertinggal dua set langsung secara beruntun.
Namun semangat pantang menyerah membuat Indonesia bangkit dan menyapu bersih tiga set tersisa hingga menang.
Lawan berat sudah menunggu di babak final yang akan diselenggarakan pada Jumat (19/12/2025) hari ini.
Tuan rumah Thailand menjadi rintangan terakhir setelah mereka menundukkan Filipina dengan skor telak tiga kosong.
Pertemuan dua raksasa Asia Tenggara ini diprediksi akan menyedot perhatian besar dari pecinta olahraga voli.
Indonesia membawa misi besar untuk memperpanjang rekor kemenangan mereka di ajang bergengsi dua tahunan tersebut.
Baca Juga: Timnas Indonesia U-22 Tidak Gagal Sendiri di SEA Games 2025, Daftar Cabor Tak Bawa Medali
Kualitas mental juara para pemain akan diuji sepenuhnya dalam laga perebutan medali emas paling bergengsi ini.
Sepanjang keikutsertaan di SEA Games, Indonesia merupakan kolektor medali terbanyak dengan total dua puluh satu keping.
Dominasi tersebut diperkuat dengan kepemilikan dua belas medali emas yang merupakan angka tertinggi dibanding negara lain.
Kejayaan awal Merah Putih dimulai saat meraih emas pertama kali pada edisi SEA Games 1981 di Manila.
Kala itu Indonesia berhasil naik ke podium tertinggi setelah mengalahkan Burma pada partai final yang menentukan.
Kini Indonesia sedang berada dalam tren positif dengan status juara bertahan di tiga edisi terakhir.
Target utama skuad Garuda saat ini adalah mempertahankan supremasi di kancah bola voli indoor Asia Tenggara.
Harapan publik sangat tinggi agar tren medali emas beruntun ini tidak terputus di tangan tuan rumah.
Dukungan penuh dari seluruh lapisan masyarakat sangat dibutuhkan untuk memompa semangat para pemain di lapangan.
Thailand sendiri bukan lawan sembarangan karena mereka juga memiliki sejarah panjang sebagai pemegang gelar juara.
Berdasarkan data sejarah, persaingan antara Indonesia, Thailand, dan Burma telah mewarnai panggung voli sejak 1977.
Burma sempat mendominasi di akhir tahun tujuh puluhan sebelum Indonesia mengambil alih takhta pada tahun 1981.
Tercatat Indonesia pernah meraih kemenangan beruntun yang sangat panjang pada periode tahun 1987 hingga tahun 1993.
Thailand kemudian bangkit dan sempat merebut dominasi emas pada rentang waktu tahun 2011 sampai tahun 2017.
Namun dalam tiga perhelatan terakhir yaitu 2019, 2021, dan 2023, Indonesia kembali menjadi raja yang tak terkalahkan.
Statistik mencatat bahwa Burma memenangkan emas pada tahun 1977, 1979, dan terakhir kali pada tahun 1983.
Thailand tercatat menjadi yang terbaik pada tahun 1985, 1995, 2001, 2005, serta periode emas 2011-2017.
Indonesia menjadi penguasa di tahun 1981, 1987, 1989, 1991, 1993, 1997, 2003, 2007, dan 2009.
Keberhasilan di Filipina 2019, Vietnam 2021, dan Kamboja 2023 menjadi modal kuat menuju final tahun ini.
Laga hari ini menjadi pembuktian siapa yang paling layak disebut sebagai penguasa voli indoor di kawasan ini.
Sinergi antara teknik pemain dan strategi pelatih akan menjadi kunci utama dalam meredam agresivitas lawan.
Kemenangan atas Vietnam kemarin membuktikan bahwa Indonesia memiliki mentalitas baja saat berada dalam tekanan hebat.
Semoga bendera Merah Putih kembali berkibar paling tinggi di podium utama voli putra SEA Games 2025.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
IHSG 'Kebakaran' di Awal Februari, Menkeu Purbaya: Ada Faktor Ketidakpastian!
-
Pupuk Indonesia Pugar Pabrik Tua, Mentan Amran Bilang Begini
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
Terkini
-
Daftar Pemain Indonesia di Kejuaraan Asia Beregu 2026, Anthony Ginting Jadi Kapten Tim
-
PBSI Berharap Gelar Thailand Masters 2026 Jadi Awal Kebangkitan Leo/Bagas
-
Dua Kali Kalah Beruntun di Final, PBSI Beberkan Kekurangan Raymond/Joaquin
-
Banjir Pevoli Asing di Proliga 2026, Kompetisi Makin Kuat atau Alarm Pembinaan Lokal?
-
Juara Thailand Masters, Fadia/Tiwi Masih Punya PR Besar dari Eng Hian
-
Profil Annie Mitchem: Meledak di Proliga 2026, Tembus 118 Poin untuk Gresik Phonska
-
Pertama Kali Juara Super 300, Ubed Ditarget PBSI Tembus Top 15 Ranking BWF Tahun Ini
-
Juara Umum Thailand Masters 2026, PBSI Tegaskan Tahun Ini adalah 'Tahun Prestasi' Menuju Olimpiade
-
Satria Muda Tumbang di Kandang, Coach Djordje Ungkap Faktor Penentu Kemenangan Pelita Jaya
-
Adaptasi Cuaca Ekstrem, Pelari Indonesia Bersinar di Maraton Kelas Dunia