- Tim perahu naga Indonesia meraih medali emas SEA Games 2025 nomor standard boat 500 meter campuran di Rayong.
- Kemenangan ini merupakan emas keempat cabang olahraga perahu naga untuk Kontingen Indonesia pada ajang tersebut.
- Indonesia mencatatkan total waktu 3 menit 44,082 detik, mengungguli Thailand yang meraih perak.
Suara.com - Tim perahu naga Indonesia mengakhiri kiprahnya di SEA Games Thailand 2025 dengan manis usai menyabet medali emas pada nomor standard boat 500 meter campuran. Raihan tersebut sekaligus menjadi emas keempat yang dipersembahkan cabang olahraga perahu naga bagi Kontingen Indonesia.
Pada partai final yang digelar di Rayong, Jumat, skuad Merah Putih tampil dominan sejak awal lomba. Di babak pertama, Maulana Saepudin dan rekan-rekan mencatatkan waktu tercepat 1 menit 51,256 detik, unggul atas tim tuan rumah Thailand yang finis dengan waktu 1 menit 53,179 detik.
Keunggulan Indonesia berlanjut pada babak kedua. Tim Indonesia kembali melesat paling cepat dengan torehan waktu 1 menit 52,826 detik, sementara Thailand kembali berada di posisi kedua dengan catatan 1 menit 53,856 detik.
Hasil tersebut membuat Indonesia membukukan total waktu 3 menit 44,082 detik, yang memastikan gelar juara sekaligus medali emas. Thailand harus puas di posisi kedua dengan total waktu 3 menit 47,035 detik, disusul Vietnam di peringkat ketiga dengan 3 menit 48,545 detik.
Myanmar menempati urutan keempat dengan catatan 3 menit 48,569 detik, sedangkan Filipina berada di posisi kelima setelah mencatatkan waktu 4 menit 2,384 detik.
Medali emas di nomor standard boat 500 meter campuran melengkapi koleksi emas perahu naga Indonesia di SEA Games 2025. Sebelumnya, tiga medali emas telah diraih dari nomor small boat 200 meter, standard boat 200 meter campuran, serta small boat 500 meter putra.
(Antara)
Berita Terkait
-
Segera Jadi Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman Ternyata Sudah Menganggur Setahun
-
Eks Striker Timnas Indonesia Tegaskan Pelatih Baru Wajib Beri Hasil, Bukan Sekadar Proses
-
Jika Gabung ke Persib Bandung, Maarten Paes Bakal Pecahkan Rekor Thom Haye
-
BOOM! Medali Emas Indonesia di SEA Games 2025 Cetak Rekor
-
Kolaborasi Yamaha dan JICAF Sulap Grand Filano Hybrid Jadi Kanvas Seni Kreatif
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
IHSG 'Kebakaran' di Awal Februari, Menkeu Purbaya: Ada Faktor Ketidakpastian!
-
Pupuk Indonesia Pugar Pabrik Tua, Mentan Amran Bilang Begini
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
Terkini
-
Daftar Pemain Indonesia di Kejuaraan Asia Beregu 2026, Anthony Ginting Jadi Kapten Tim
-
PBSI Berharap Gelar Thailand Masters 2026 Jadi Awal Kebangkitan Leo/Bagas
-
Dua Kali Kalah Beruntun di Final, PBSI Beberkan Kekurangan Raymond/Joaquin
-
Banjir Pevoli Asing di Proliga 2026, Kompetisi Makin Kuat atau Alarm Pembinaan Lokal?
-
Juara Thailand Masters, Fadia/Tiwi Masih Punya PR Besar dari Eng Hian
-
Profil Annie Mitchem: Meledak di Proliga 2026, Tembus 118 Poin untuk Gresik Phonska
-
Pertama Kali Juara Super 300, Ubed Ditarget PBSI Tembus Top 15 Ranking BWF Tahun Ini
-
Juara Umum Thailand Masters 2026, PBSI Tegaskan Tahun Ini adalah 'Tahun Prestasi' Menuju Olimpiade
-
Satria Muda Tumbang di Kandang, Coach Djordje Ungkap Faktor Penentu Kemenangan Pelita Jaya
-
Adaptasi Cuaca Ekstrem, Pelari Indonesia Bersinar di Maraton Kelas Dunia