- PBSI menghapus pemulangan tahunan atlet Pelatnas mulai akhir 2025 untuk menjaga kesinambungan pembinaan nasional.
- Evaluasi kinerja tetap berjalan melalui Key Performance Indicator (KPI) ketat yang berpotensi menyebabkan degradasi atlet.
- Promosi atlet ke Pelatnas tetap dilaksanakan melalui Seleksi Nasional (Seleknas) yang diatur dalam PO Nomor 012 Tahun 2025.
Suara.com - Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) resmi menghapus mekanisme pemulangan dan pemanggilan atlet Pelatnas yang selama ini rutin dilakukan pada setiap akhir tahun. Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah strategis untuk menjaga kesinambungan pembinaan nasional.
Dalam keterangan resmi yang disampaikan Selasa, PBSI menyebut kebijakan ini mulai diberlakukan sejak akhir 2025. Langkah tersebut ditujukan untuk menciptakan stabilitas program latihan sekaligus memastikan proses pembinaan berjalan berkelanjutan.
Keputusan itu diambil setelah Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) PBSI melakukan evaluasi menyeluruh terhadap struktur Pelatnas, performa atlet, kepadatan kalender kompetisi, serta efektivitas program jangka panjang.
Kepala Bidang Binpres PBSI Eng Hian menyebut padatnya agenda turnamen internasional yang sudah berlangsung sejak awal Januari menjadi salah satu faktor utama di balik kebijakan tersebut. Menurutnya, Pelatnas membutuhkan komposisi atlet yang stabil agar program latihan dapat berjalan optimal di tengah tuntutan kompetisi yang semakin tinggi.
Selama ini, mekanisme pemulangan dan pemanggilan atlet di akhir tahun digunakan sebagai bagian dari evaluasi rutin. Namun, PBSI menilai pola tersebut tidak lagi sepenuhnya selaras dengan kebutuhan pembinaan saat ini yang menitikberatkan pada kesinambungan program, terutama menjelang agenda kompetisi besar.
Eng Hian menegaskan, penghapusan mekanisme tersebut tidak berarti standar evaluasi atlet dilonggarkan. Penilaian tetap dilakukan secara ketat melalui indikator kinerja utama atau Key Performance Indicator (KPI) yang ditetapkan oleh masing-masing pelatih.
“Evaluasi tetap berjalan. Jika atlet tidak mencapai KPI yang sudah ditentukan, maka akan terkena degradasi. Jangka waktu degradasi setiap atlet bisa berbeda, tergantung KPI yang berlaku bagi atlet tersebut,” kata Eng Hian.
Sementara itu, proses promosi atlet ke Pelatnas tetap mengacu pada Seleksi Nasional (Seleknas) PBSI yang diselenggarakan setiap awal tahun. Jumlah atlet yang direkrut akan disesuaikan dengan kebutuhan Pelatnas serta kriteria yang ditetapkan oleh Bidang Binpres.
PBSI juga telah menetapkan Peraturan Organisasi (PO) Nomor 012 Tahun 2025 yang mengatur mekanisme rekrutmen, promosi, dan degradasi atlet serta pelatih Pelatnas. Dalam aturan tersebut, Seleknas diikuti oleh 16 atlet tunggal dan 16 pasangan ganda.
Baca Juga: Gregoria Ajukan Protected Rank 1 Tahun, Putri KW Berjuang Sendiri di 2026?
Peserta Seleknas berasal dari juara Kejuaraan Nasional Taruna, atlet dengan peringkat nasional terbaik, serta atlet hasil pemantauan tim pemandu bakat yang memenuhi persyaratan administrasi dan verifikasi usia.
Melalui regulasi ini, PBSI berharap sistem pembinaan dan rekrutmen atlet maupun pelatih dapat berjalan lebih transparan, objektif, dan profesional. Setiap keputusan diharapkan sepenuhnya berbasis kinerja dan evaluasi yang terukur.
PBSI menargetkan kebijakan tersebut mampu menjaga konsistensi prestasi bulu tangkis Indonesia di level Asia dan dunia, termasuk pada Kejuaraan Dunia, Piala Thomas dan Uber, serta Olimpiade Los Angeles 2028.
(Antara)
Berita Terkait
-
Gregoria Ajukan Protected Rank 1 Tahun, Putri KW Berjuang Sendiri di 2026?
-
Gregoria Jalani Masa Pemulihan, PBSI Pastikan Pendampingan Medis hingga Psikologis
-
BWF Resmi Beri 'Protected Ranking' untuk Gregoria Mariska Tunjung
-
9 Turnamen Bulu Tangkis Internasional yang Digelar di Indonesia pada 2026
-
Dicatat! Jadwal Lengkap Turnamen Bergengsi Bulu Tangkis Dunia Sepanjang Tahun 2026
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
Terkini
-
Menang Dramatis, Amri/Nita Melangkah ke Babak 16 Besar BAC 2026
-
Jafar/Felisha Ingin Ulangi Prestasi Tahun Lalu di BAC 2026
-
Adnan/Indah Akui Tertekan Sejak Awal Usai Tersingkir di BAC 2026
-
Bobby/Melati Jadikan BAC 2026 Ajang Belajar Usai Tersingkir di 32 Besar
-
World Athletics Luncurkan Kejuaraan Dunia Maraton sebagai Ajang Mandiri Mulai 2030
-
Pertamina Enduro Fokus Benahi Detail Teknis Jelang Final Four Proliga 2026 Seri Solo
-
BAC 2026: Tersingkir di Kualifikasi, Thalita Ramadhani Akui Fisik Masih Jadi PR
-
Tokoh BWF Sir Craig Reedie Meninggal Dunia, Sosok di Balik Masuknya Bulu Tangkis ke Olimpiade
-
Ubed Lolos Kualifikasi, Tambah Kekuatan Tunggal Putra Indonesia di BAC 2026
-
Alasan IBL All-Star 2026 Digelar di Bandung: Kota Basket yang Tak Pernah Mati