Sport / Raket
Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:57 WIB
Pasangan ganda putra muda Indonesia, Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin, menunjukkan kesiapan mental yang matang menjelang laga puncak Thailand Masters 2026. [Dok. PBSI]
Baca 10 detik
  • Raymond Indra/Nikolaus Joaquin berhasil melaju ke final Thailand Masters 2026 setelah mengalahkan pasangan China, Hu Ke Yuan/Lin Xiang Yi.
  • Kemenangan ini menciptakan All Indonesian Final di ganda putra, di mana Raymond/Joaquin akan menghadapi senior mereka, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana.
  • Raymond/Joaquin menyatakan kesiapannya untuk tampil konsisten dan memberikan permainan terbaik melawan Leo/Bagas demi memperebutkan gelar juara.

Suara.com - Pasangan ganda putra muda Indonesia, Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin, menunjukkan kesiapan mental yang matang menjelang laga puncak Thailand Masters 2026.

Mereka sukses mengamankan tiket final usai menumbangkan wakil China, Hu Ke Yuan/Lin Xiang Yi, dua gim langsung 21-16, 21-15 pada Sabtu (31/1/2026).

Kemenangan ini menciptakan skenario All Indonesian Final di mana Raymond/Joaquin akan menantang senior mereka, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana.

Menghadapi pasangan yang lebih berpengalaman di final, Raymond/Joaquin mengaku tidak gentar dan siap memberikan perlawanan terbaik.

Nikolaus Joaquin menegaskan bahwa keberhasilan menembus babak final ini sudah sesuai dengan target yang mereka tetapkan sejak awal turnamen.

Fokus utama mereka saat ini adalah menjaga konsistensi permainan agar bisa mengimbangi Leo/Bagas dalam perebutan gelar juara.

"Masuk final pastinya senang, memang ini sesuai target, kami mau mainnya konsisten terus di setiap pertandingan," ujar Joaquin usai laga semifinal.

Ia berharap duel sesama wakil Indonesia ini dapat menjadi tontonan menarik dan menghibur bagi para pecinta bulu tangkis di Tanah Air.

"Dengan kemenangan ini kami berhasil menciptakan all-Indonesian final di ganda putra, semoga kami bisa menunjukkan permainan terbaik untuk masyarakat Indonesia," tambahnya.

Baca Juga: Hasil Thailand Masters 2026: Bungkam Unggulan 4, Ubed ke Semifinal!

Terkait kemenangan di semifinal, Raymond Indra membocorkan kunci sukses mereka dalam meredam permainan cepat pasangan China.

Raymond menyebut bahwa mereka sudah mempelajari karakteristik lawan sehingga bisa mengantisipasi siapa yang bertugas sebagai playmaker dan siapa eksekutor smes.

"Tadi saat bermain kami sudah antisipasi serangan lawan, karena sudah tau yang mana yang playmaker dan yang mana yang smasher," jelas Raymond.

Strategi menekan sejak awal dan tidak mau kalah cepat menjadi faktor penentu poin demi poin yang mereka raih.

"Kami antisipasi untuk tidak mau kalah cepat jadi kami dapat serangan duluan, kami lebih banyak menekan untuk mendapatkan poin," lanjutnya.

Joaquin menambahkan bahwa adaptasi terhadap kondisi angin di lapangan juga berjalan mulus, sehingga mereka berani membuang bola ke belakang untuk memancing serangan balik.

Load More