Sport / Raket
Senin, 16 Maret 2026 | 10:36 WIB
Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Prahdiska Bagas Shujiwo. (Dok. PBSI)
Baca 10 detik
  • Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Prahdiska Bagas Shujiwo, meraih posisi runner-up di Ruichang China Masters 2026.
  • Bagas kalah dua gim langsung dari wakil tuan rumah, Sun Chao, pada final yang berlangsung di Ruichang, China.
  • Evaluasi utama Bagas setelah kekalahan adalah perlunya peningkatan kekuatan pukulan (power) untuk bersaing lebih baik.

Suara.com - Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Prahdiska Bagas Shujiwo, menilai peningkatan kekuatan pukulan atau power menjadi salah satu fokus evaluasi setelah meraih posisi runner-up pada ajang Ruichang China Masters 2026.

Pada laga final yang berlangsung di Ruichang, China, Minggu, Bagas harus mengakui keunggulan wakil tuan rumah, Sun Chao. Ia kalah dua gim langsung dengan skor 14-21, 11-21.

“Alhamdulillah tetap bersyukur dengan hasil ini. Di gim pertama saya tidak bisa keluar dari tekanan lawan. Lawan hari ini bermain sangat bagus dan berani,” ujar Bagas dalam keterangan PP PBSI setelah laga.

Bagas menjelaskan bahwa pada gim kedua ia mencoba menyesuaikan tempo permainan lawan. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil karena dirinya masih kesulitan keluar dari tekanan, sehingga beberapa pukulan tidak maksimal dan dimanfaatkan lawan untuk meraih poin.

“Gim kedua saya sudah mencoba mengikuti tempo lawan, tetapi tetap belum bisa keluar dari tekanan. Banyak bola buangan saya yang tanggung dan itu bisa dimanfaatkan lawan,” katanya.

Menurut Bagas, secara teknis maupun kondisi fisik tidak ada kendala berarti selama pertandingan. Meski demikian, ia menilai lawannya tampil lebih percaya diri, rapi dalam bermain, serta berani mengambil inisiatif serangan dengan tempo cepat.

Ia juga mengakui tekanan pertandingan turut memengaruhi performanya sehingga tidak mampu menunjukkan permainan terbaik seperti biasanya.

“Tekanan pasti ada dan hari ini saya tidak bisa bermain seperti biasa. Lawan juga lebih berani menyerang dan sangat rapi permainannya,” ujarnya.

Sebagai bahan evaluasi ke depan, Bagas menegaskan perlunya peningkatan di berbagai aspek permainan, terutama dalam hal kekuatan pukulan agar lebih mampu bersaing saat menghadapi pemain dengan gaya bermain agresif.

Baca Juga: Swiss Open 2026: Tampil Antiklimaks, Alwi Farhan Tumbang dari Yushi Tanaka di Final

“Ke depannya mungkin saya harus menambah power saya dan masih banyak lagi yang harus saya evaluasi,” kata Bagas.

(Antara)

Load More