- FIA membatalkan GP Bahrain dan Arab Saudi karena meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan Timur Tengah.
- Keputusan sulit ini juga memengaruhi kejuaraan pendukung seperti Formula 2, Formula 3, dan F1 Academy.
- Pembatalan ini menyebabkan kalender F1 memiliki jeda 35 hari dan tidak ada seri pengganti untuk dua slot tersebut.
Suara.com - FIA memutuskan untuk membatalkan dua balapan Formula 1 di Timur Tengah, yakni Grand Prix Bahrain dan Grand Prix Arab Saudi. Keputusan ini diambil setelah konflik di kawasan tersebut meningkat, terutama terkait ketegangan antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.
Pembatalan tersebut juga berdampak pada sejumlah kejuaraan pendukung yang dijadwalkan berlangsung pada periode yang sama, termasuk Formula 2, Formula 3, serta F1 Academy.
CEO Formula 1, Stefano Domenicali, menyatakan bahwa keputusan ini diambil dengan pertimbangan kondisi keamanan di kawasan Timur Tengah.
"Meskipun ini adalah keputusan yang sulit untuk diambil, sayangnya ini adalah keputusan yang benar pada tahap ini mengingat situasi saat ini di Timur Tengah," ujar CEO Formula 1 Stefano Domenicali dalam keterangan resmi Formula 1, Senin.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada FIA serta para promotor yang telah memberikan dukungan terhadap keputusan tersebut.
"Saya ingin mengambil kesempatan ini untuk berterima kasih kepada FIA serta promosi kami yang luar biasa atas dukungan dan pengertian mereka secara total karena mereka menantikan kedatangan kami dengan energi dan gairah mereka. Kami tidak sabar untuk kembali bersama mereka secepatnya setelah situasi mengizinkan kami untuk melakukannya," imbuhnya.
Presiden FIA, Mohammed Ben Sulayem, menegaskan bahwa faktor keselamatan menjadi pertimbangan utama dalam keputusan pembatalan dua balapan tersebut.
Menurutnya, kondisi keamanan yang tidak menentu di kawasan Timur Tengah membuat langkah pembatalan menjadi pilihan yang paling tepat saat ini.
"Bahrain dan Arab Saudi sangat penting bagi ekosistem musim balap kami, dan saya berharap untuk kembali ke keduanya segera setelah situasi mengizinkan. Terima kasih tulus kepada promotor, mitra kami, dan kolega kami di seluruh kejuaraan atas pendekatan kolaboratif dan konstruktif yang telah menyebabkan keputusan ini," ujar Mohammed Ben Sulayem.
Baca Juga: Amerika Serikat Akhirnya Akui 200 Tentara Jadi Korban Rudal Kiamat Iran
Dengan dibatalkannya dua seri tersebut, kalender Formula 1 kini memiliki jeda selama 35 hari setelah balapan Grand Prix Jepang yang dijadwalkan berlangsung pada 29 Maret.
Sebelumnya, Grand Prix Bahrain direncanakan digelar pada 12 April, sedangkan Grand Prix Arab Saudi dijadwalkan berlangsung pada 19 April.
Selain itu, pihak Formula 1 memastikan tidak akan ada seri pengganti untuk mengisi dua slot tersebut. Setelah GP Jepang, balapan berikutnya dalam kalender adalah Grand Prix Miami yang akan digelar pada 3 Mei mendatang.
(Antara)
Berita Terkait
-
Amerika Serikat Akhirnya Akui 200 Tentara Jadi Korban Rudal Kiamat Iran
-
Juara Dunia 7 Kali Kembali! Sir Lewis Hamilton Podium Bersama Ferrari
-
AS Selidiki Perdagangan RI Lewat Section 301, Pemerintah Ancang-ancang Siapkan Respons
-
Donald Trump Mencak-mencak Minta Dibantu di Selat Hormuz, Pejabat Korsel Masih Cuek Bebek
-
Pemerintah Akan Kenakan Pajak Tambahan untuk Perusahaan yang Untung Berlipat Akibat Konflik di Teluk
Terpopuler
- Gaji Rp 8,2 M Belum Dibayar, Aktivis-Influencer Sedunia Tuntut Badan Propaganda Israel
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- Promo Alfamart 14-18 Maret 2026: Diskon Sirop dan Wafer Mulai Rp8 Ribuan Jelang Lebaran
- Kisah Unik Pernikahan Mojtaba Khamenei dan Zahra yang Gugur Dibom Israel-AS
Pilihan
-
Amerika Serikat Akhirnya Akui 200 Tentara Jadi Korban Rudal Kiamat Iran
-
6 Fakta Kecelakaan Bus Haryanto Tabrak 5 Mobil Pemudik di Tol Batang
-
Puncak Mudik Bakauheni Diprediksi 18-19 Maret 2026, ASDP Ingatkan Pemudik Segera Beli Tiket
-
Belajar dari Pengalaman, Jukir di Jogja Deklarasi Anti Nuthuk saat Libur Lebaran
-
Kisah Fendi, Bocah Gunungkidul yang Rela Putus Sekolah Demi Rawat Sang Ibu
Terkini
-
Hasil Undian AVC Champions League 2026: Indonesia Diwakili Bhayangkara Presisi dan Garuda Jaya
-
Jadi Tuan Rumah, Indonesia Punya Dua Misi di AVC Mens Volleyball Champions League 2026
-
Ruichang China Masters: Jadi Runner-up, Prahdiska Bagas Shujiwo Perlu Tingkatkan Power
-
Ketum PBVSI Ungkap Alasan Naturalisasi 4 Pemain dari Brasil
-
Timnas Voli akan Naturalisasi 4 Pemain Brasil untuk Olimpiade 2032
-
Swiss Open 2026: Tampil Antiklimaks, Alwi Farhan Tumbang dari Yushi Tanaka di Final
-
Swiss Open 2026: Susul Putri KW, Alwi Farhan Lolos ke Partai Final usai Libas Wakil China
-
Kimi Antonelli Antonelli Ukir Sejarah, Raih 'Pole Sitter' Termuda Formula 1
-
Ruichang China Masters 2026: Prahdiska Bagas Shujiwo Satu-satunya Wakil Merah Putih di Final
-
Swiss Open 2026: Lolos ke Final, Putri KW Ingin Buktikan Masih Layak Juara