- FIA memaparkan sikap mengenai kemungkinan pembatalan GP Bahrain dan Arab Saudi 2026 karena ketegangan kawasan Timur Tengah.
- Presiden FIA, Mohammed Ben Sulayem, menekankan keselamatan seluruh pihak sebagai penentu utama keputusan jadwal balapan.
- Manajemen F1 memonitor situasi intensif; opsi penundaan atau penjadwalan ulang dipertimbangkan jika kondisi tidak memungkinkan.
Suara.com - Federasi otomotif dunia, FIA, akhirnya memaparkan sikap resminya terkait kemungkinan pembatalan dua seri Formula 1 di Timur Tengah, yakni Grand Prix Bahrain dan Arab Saudi 2026.
Kekhawatiran muncul setelah meningkatnya ketegangan dan serangan militer di kawasan tersebut dalam beberapa hari terakhir.
Musim Formula One 2026 dijadwalkan dimulai akhir pekan ini melalui Grand Prix Australia di Melbourne.
Setelah itu, kalender akan berlanjut ke China dan Jepang sebelum memasuki rangkaian balapan April di Timur Tengah.
GP Bahrain dijadwalkan berlangsung 17 April di Sirkuit Internasional Bahrain. Sementara GP Arab Saudi digelar sepekan setelahnya di Jeddah.
Namun, eskalasi konflik di kawasan membuat masa depan dua balapan tersebut dipertanyakan.
Presiden FIA, Mohammed Ben Sulayem, menegaskan bahwa keselamatan dan kesejahteraan seluruh pihak akan menjadi faktor penentu dalam pengambilan keputusan.
“Sebagai Presiden FIA, pikiran saya bersama semua pihak yang terdampak peristiwa di Timur Tengah. Kami sangat berduka atas korban jiwa dan berdiri bersama keluarga serta komunitas yang terkena dampak,” ujarnya dilansir dari Sportbible.
Ia menambahkan bahwa FIA terus berkomunikasi dengan klub anggota, promotor kejuaraan, tim, serta otoritas setempat untuk memantau perkembangan situasi secara cermat.
Baca Juga: Iran Tergaskan Tak Bakal Tumbang Meski Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei Wafat
Menurutnya, setiap keputusan terkait jadwal FIA World Endurance Championship maupun Formula 1 akan sepenuhnya mempertimbangkan aspek keamanan.
Manajemen Formula 1 juga menyatakan tengah memonitor situasi secara intensif. Dengan jadwal yang masih beberapa pekan lagi menuju seri Bahrain dan Arab Saudi, keputusan belum diambil.
Apabila kondisi tidak memungkinkan, opsi penundaan atau penjadwalan ulang terbuka lebar. Namun, memadatkan ulang kalender bukan perkara mudah.
Sejumlah celah jadwal memang tersedia, seperti jeda tiga pekan pada Mei atau masa libur musim panas Agustus. Namun, cuaca ekstrem Timur Tengah di periode tersebut menjadi kendala tersendiri.
Alternatif lain adalah menyisipkan balapan di sekitar seri Asia seperti Singapura.
Kontributor: M.Faqih
Berita Terkait
-
Iran Tergaskan Tak Bakal Tumbang Meski Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei Wafat
-
Muhammadiyah Kecam Serangan AS-Israel ke Iran: Pelanggaran Berat Hukum Internasional
-
Guncang Dunia! AS-Israel Bombardir Lebih 2.000 Lokasi di Iran
-
Niat Prabowo Jadi Juru Damai Iran dengan AS-Israel Diragukan: Misi "Bunuh Diri Politik"
-
Sinopsis Argo, Salah Satu Film Tentang Konflik Iran-AS
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Promo Indomaret 26 Februari Sampai 1 Maret 2026, Diskon Besar Minyak Goreng dan Pampers
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
Pilihan
-
Bakal Gelap Gulita! Pemkot Solo Stop Sementara Pembayaran Listrik Keraton Surakarta ke PLN
-
Imbas Perang Iran, Pemerintah Cari Minyak dari AS demi Cegah Harga BBM Naik
-
Info Orang Dalam, Iran Hampir Pasti Tak Ikut Piala Dunia 2026
-
Jumlah Tentara AS Tewas di Perang Iran Bertambah
-
Percakapan Terakhir Ali Khamenei Sebelum Dibom Israel-AS Terungkap: Menolak Masuk Bunker
Terkini
-
Konflik Iran-Amerika, Atlet dan Ofisial Anggar Timur Tengah Tertahan di Indonesia
-
Finis Kelima dalam Debut Moto3 Thailand, Veda Ega Pratama Langsung Ukir Sejarah
-
Fokus dan Kendalikan Euforia, Putri KW Siap Hadapi All England
-
Gloria Emanuelle Widjaja Petik Pelajaran usai Terhenti di Semifinal German Open 2026
-
Terhenti di Semifinal German Open 2026, Tiwi/Fadia Siap Bangkit di All England
-
Petenis Rusia Daniil Medvedev Terjebak di Dubai Usai Serangan AS-Israel ke Iran
-
Kasus Kekerasan Atlet Panjat Tebing: Menpora Buka Layanan Aduan, Komisi X Desak Sanksi Maksimal
-
Waspadai Wakil China, Tiwi/Fadia Tekad Kurangi Error di Semifinal German Open 2026
-
Lolos ke Semifinal, Gloria Emanuelle Widjaja Bertekad Akhiri Kutukan Runner-up di German Open 2026
-
Proses Bangun Chemistry Berlanjut, Apriyani/Lanny Petik Pelajaran Berharga di German Open 2026