- Duta Besar Iran menegaskan negaranya kuat dan tidak goyah meskipun terjadi kematian pejabat akibat serangan AS dan Israel.
- Kekosongan posisi pemimpin tertinggi Iran, termasuk Ayatollah Ali Khamenei, dapat segera diisi melalui mekanisme penggantian yang telah diatur.
- Undang-undang Iran mengatur pembentukan Dewan Kepemimpinan sementara apabila pemimpin tertinggi tidak aktif karena alasan apapun.
Suara.com - Iran menegaskan diri senagai negara kuat dan tidak mudah digoyahkan hanya karena pemimpin dan pejabat-pejabat mereka telah tewas akibat serangan yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
"Tentu saja Iran merupakan negara yang kuat, negara yang tua yang telah berada di wilayah tersebut. Dan tidak mungkin dapat digoyahkan dengan perkembangan-perkembangan seperti ini," kata Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi dalam konferensi pers di kediaman Duta Besar Iran di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2026).
Meski Ayatollah Ali Khamenei sebagai pemimpin tertinggi Iran telah tewas, hal tersebut tidak berarti membuat posisi Iran sebagai senuah negara tergoyahkan. Melalui mekanisme yang telah diatur, Iran segera menunjuk pengganti.
"Apabila terjadi ketidakaktifan atau dikarenakan alasan apapun seorang pejabat tinggi negara tidak ada maka dengan mudah bisa digantikan oleh pejabat lain. Hal ini juga berlaku bagi pemimpin tertinggi Republik Islam Iran," kata Boroujerdi.
"Pemerintah kami merupakan sebuah pemerintah yang terorganisir dengan baik dan juga memiliki kemampuan yang luar biasa, berbeda dengan sebuah rezim yang berada di kawasan kami," sambung Boroujerdi.
Boroujerdi menyampaikan undang-undang di Iran telah mengatur secara rinci perihal keabsenan seorang pemimpin agung dalam alasan apapun.
"Misalkan terbunuh, sakit, meninggal dunia, atau dikarenakan alasan apapun tidak aktif lagi sebagai pemimpin tertinggi, dan apabila pemimpin tersebut tidak memiliki wakil yang bekerja maka berdasarkan undang-undang negara kami akan dibentuk sebuah Dewan Kepemimpinan yang bersifat sementara," tambah dia.
Berita Terkait
-
Kapal Tanker Berbendera AS Dihantam Proyektil Iran, Selat Hormuz Lumpuh Total
-
Menhan AS Sebut Operasi Militer Lawan Iran Bukan Perang Tanpa Akhir
-
Airlangga Wanti-wanti Harga BBM Naik Imbas Perang AS-Iran
-
Arab Saudi Cegat Drone di Dekat Pangkalan Udara Prince Sultan Air Base
-
Muhammadiyah Kecam Serangan AS-Israel ke Iran: Pelanggaran Berat Hukum Internasional
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
Terkini
-
Menag Nasaruddin Umar Ajak Umat Beragama Redam Ego demi Perdamaian Dunia
-
Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir
-
Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk
-
Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa
-
Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu
-
12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang
-
Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati
-
Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah
-
Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu
-
Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa