- Film ini berhasil memotret titik krusial Krisis Sandera Iran 1979 yang menjadi akar keretakan hubungan diplomatik AS-Iran hingga hari ini.
- Fokus utama cerita terletak pada operasi rahasia CIA yang menyamar sebagai tim film fiktif untuk menyelamatkan enam diplomat AS di Teheran.
- Meski sukses secara artistik (Oscar), Argo memicu kontroversi karena dianggap bias Barat, mendistorsi peran Kanada, dan menjadi alat propaganda politik.
Suara.com - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah mencapai titik didih baru menyusul eskalasi militer yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Terlebih serangan AS dan Israel, sampai menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei. Ali Khamenei meninggal dunia akibat kediamannya dibom.
Perang AS dan Iran ini membuka sejarah panjang perseteruan antara Teheran dan Washington. Konflik ini bukan sekadar berita utama di televisi, melainkan narasi panjang yang akarnya telah terekam kuat dalam sejarah, bahkan dalam budaya populer melalui layar lebar.
Salah satu representasi sinematik paling ikonik yang menggambarkan awal mula keretakan hubungan kedua negara ini adalah film Argo (2012).
Disutradarai sekaligus dibintangi oleh Ben Affleck, Argo bukan sekadar thriller politik biasa. Film ini pengingat visual tentang bagaimana Revolusi Islam 1979 mengubah peta diplomasi dunia selamanya.
Konflik Iran dan AS memang sudah lama terjadi, terutama sejak revolusi Iran atau Revolusi Islam.
Momen krusial yang menjadi titik balik adalah apa yang dikenal sebagai Krisis Sandera Iran (Iran Hostage Crisis). Peristiwa inilah yang menjadi fondasi utama cerita dalam film Argo.
Pada 4 November 1979, mahasiswa Iran menyandera 52 staf kedutaan AS selama 444 hari setelah revolusi Islam. Peristiwa penyanderaan ini memicu kemarahan publik Amerika dan isolasi internasional terhadap Iran.
Namun, di balik drama 52 sandera yang menjadi berita utama dunia, terdapat satu operasi rahasia CIA yang nyaris tak masuk akal namun benar-benar terjadi.
Baca Juga: Eskalasi Konflik US-Iran Diprediksi Panjang, Ekonom UGM Desak Pemerintah Evaluasi Program
Dalam film ini, diceritakan bahwa tidak semua staf kedutaan tertangkap saat penyerbuan terjadi. Enam diplomat berhasil lolos dan bersembunyi di kediaman Duta Besar Kanada, Kenneth "Ken" D. Taylor, sebelum diselamatkan agen CIA Tony Mendez.
Di sinilah plot Argo memuncak, menampilkan kecerdikan intelijen Amerika dalam menyusun skenario palsu demi membawa pulang warga negara mereka.
Ben Affleck memerankan Tony Mendez dengan apik, menggambarkan bagaimana CIA menyamar sebagai kru film fiktif dari Kanada yang sedang mencari lokasi syuting film fiksi ilmiah berjudul 'Argo' di Teheran.
Strategi ini dipilih karena dianggap sebagai penyamaran yang paling masuk akal bagi warga asing di tengah gejolak revolusi.
Keberhasilan film ini dalam merangkai ketegangan membuatnya mendapatkan pengakuan luas di industri film global. Film ini memenangkan Oscar dan Golden Globes untuk Film Drama Terbaik.
Kontroversi dan Sudut Pandang Iran
Berita Terkait
-
Pentagon Panaskan Mesin Perang, Negosiasi AS-Iran Terancam Kolaps
-
Sicario: Day of the Soldado, Perang Kartel yang Tanpa Ampun, Malam Ini di Trans TV
-
Bek Iran Siap Mati Demi Negara, FIFA Pastikan Team Melli Tampil di Piala Dunia 2026
-
Dukung Iran, Organisasi Houthi Siap Blokir Jalur Minyak Laut Merah
-
Analis Beberkan Dampak Mengerikan Bagi Asia Jika Iran Tutup Laut Merah
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Siap Nonton MONSTA X di Jakarta? Ini Jadwal Penukaran Tiket dan Rundown Konsernya
-
Segera Tayang di Indonesia, 5 Alasan Film Horor Korea Salmokji Layak Dinantikan
-
Deretan Pemain The Lord of the Rings: The Hunt for Gollum Terungkap, Ada Jamie Dornan
-
Film Horor Komedi Gudang Merica Siap Tayang, Kisah Teror Mahasiswa Koas di Rumah Sakit
-
6 Film Horor 2026 Paling Dinantikan yang Siap Menghantui Bioskop!
-
Deretan Rekomendasi Drama Korea Genre Thriller Medis, Terbaru Reverse yang Dijamin Bikin Tegang
-
Mahalini Dicap Sombong, Ingat Lagi Pernyataan Irfan Hakim Soal Sikap Jebolan Ajang Pencarian Bakat
-
Sammy Simorangkir Bawakan Lagu Karya Badai di Konser 20 Tahun, Promotor Pastikan Royalti Dibayar
-
Kronologi Isu Perceraian Fairuz A Rafiq dan Sonny Septian Mencuat, Berawal dari Konten TikTok
-
Suami Yulia Baltschun Akui Selingkuh, Bawa Selingkuhan ke Tempat Bulan Madu di Kyoto