- NOC Indonesia merayakan HUT ke-74 dengan menyerukan persatuan seluruh stakeholder olahraga demi peningkatan prestasi nasional.
- Ketua Umum Raja Sapta Oktohari mengecam keras kasus kekerasan dan pelecehan, serta meminta para atlet untuk berani melapor.
- KOI telah memiliki Program Safeguarding untuk melindungi insan olahraga, yang didukung penuh oleh Kemenpora Erick Thohir.
Suara.com - Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) menyerukan persatuan seluruh pemangku kepentingan olahraga bertepatan dengan perayaan HUT ke-74.
Di tengah momentum ulang tahun, Ketua Umum NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari juga mengeluarkan kecaman keras terhadap segala bentuk kekerasan dan pelecehan di dunia olahraga.
Sikap tegas ini menjadi agenda prioritas selain menggalang kekuatan bersama untuk meningkatkan prestasi Merah Putih di kancah global.
Raja Sapta menegaskan bahwa kebangkitan olahraga Tanah Air hanya bisa tercapai jika semua elemen bersatu padu.
"Supaya olahraga Indonesia bisa bangkit, kita semua harus bersatu," kata Raja Sapta Oktohari di Jakarta, Rabu (12/3/2026) malam WIB.
"Kita mengharapkan yang terbaik agar prestasi olahraga menjadi semakin baik di setiap multi event baik di SEA Games, Asian Games, Olimpiade, Indonesia harus lebih baik dari sebelumnya."
Ia menekankan bahwa KOI, KONI, KORMI, hingga NPC Indonesia harus bergerak dalam satu visi perjuangan yang sama.
"Kita berjuang untuk bangsa Indonesia, bukan sekadar menunjukkan siapa yang paling hebat."
"Sebagus apa pun pencapaian kita, jika prestasi olahraga Indonesia belum maksimal, itu menjadi tanggung jawab kita bersama,"
Baca Juga: Kecam Dugaan Pelecehan di Panjat Tebing, DPR Bakal Segera Panggil Menpora
Namun, perayaan ulang tahun kali ini turut diwarnai dengan keprihatinan mendalam atas mencuatnya sejumlah kasus yang mencederai sportivitas.
Oktohari secara khusus menyoroti dugaan kasus pelecehan seksual dan kekerasan fisik yang baru-baru ini menimpa atlet panjat tebing dan kickboxing.
Ia pun mengimbau seluruh atlet untuk berani bersuara dan tidak tinggal diam jika mengalami perlakuan tidak pantas.
"Jangan diam karena setiap suara itu bisa mewakili teman-teman lain yang mungkin hari ini ada yang diam (tidak berani melapor)," tegas Raja Sapta Oktohari.
Pria yang akrab disapa Okto ini mengapresiasi keberanian para atlet dan pengurus Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) yang telah membuka suara.
Ia menjelaskan bahwa NOC Indonesia telah memiliki Program Safeguarding yang dirancang untuk melindungi semua insan olahraga dari kekerasan, pelecehan, dan diskriminasi.
Berita Terkait
-
Menpora Tegas soal Kasus Atlet, PERBASI Minta Pelaku Dihukum Setimpal
-
Skandal Kickboxing Jatim: Atlet Putri Bongkar Dugaan Pelecehan, Menpora Erick Thohir Murka
-
PSSI Buka Evaluasi Wasit Liga Indonesia, Erick Thohir Tekankan Transparansi
-
Angkat Pamor Sport Tourism, 3 Kementerian Turun Tangan Dukung Malang Half Marathon 2026
-
Jika 2 Calon Pemain Naturalisasi Ini Fix, Segini Jumlah Pemain Naturalisasi Era Erick Thohir
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Susunan Pemain Indonesia vs Thailand di Grup D Piala Thomas 2026, Fajar Diduetkan dengan Joaquin
-
Menang atas Kesatria Bengawan Solo 84-69, Djordje Jovicic Puas dengan Performa Satria Muda
-
Sakit Pencernaan, Iga Swiatek Mundur dari Madrid Open 2026
-
Mario Aji Start dari Posisi 17 di Moto2 Spanyol 2026
-
LavAni Juara Proliga 2026, Tumbangkan Bhayangkara Presisi 3-1 di Final
-
Kejurnas Turnamen ORADO 2026 Digelar, Atlet dari 28 Provinsi Turun Berlaga
-
Timnas Hoki Naturalisasi 4 Pemain dari Eropa untuk Hadapi Asian Games 2026
-
Grand Final Proliga 2026: Jakarta Pertamina Enduro Ungguli Phonska Plus pada Leg 1
-
Tim Uber Indonesia Waspadai Kanada di Laga Pembuka, Bidik Awal Sempurna di Grup C
-
Surabaya Samator Sikat Garuda Jaya, Kunci Peringkat Ketiga Proliga 2026