- Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, mengecam keras dugaan pelecehan seksual oknum pelatih panjat tebing berinisial HB.
- Komisi X DPR RI mendukung sanksi tegas dari Menpora dan cabor terhadap pelaku agar lingkungan olahraga tetap aman.
- Setelah Lebaran, Komisi X akan evaluasi bersama Menpora dan cabor untuk memastikan keamanan atlet jelang ajang internasional.
Suara.com - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, angkat bicara terkait dugaan kasus pelecehan seksual dan kekerasan yang dilakukan oleh oknum pelatih panjat tebing berinisial HB terhadap para atletnya.
Menanggapi hal tersebut, Lalu Hadrian menyatakan kecaman keras atas tindakan yang diduga dilakukan oleh oknum pelatih tersebut.
Ia menegaskan bahwa lingkungan olahraga seharusnya menjadi tempat yang aman dan menjunjung tinggi nilai-nilai moral.
"Pertama, kami mengecam keras tindakan yang dilakukan oleh yang bersangkutan. Dunia olahraga itu, selain mengejar prestasi, tujuannya adalah menanamkan rasa sportivitas, kebersamaan, dan kekeluargaan," ujar Lalu di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, dikutip Sabtu (7/3/2026).
Lalu menekankan bahwa segala bentuk kekerasan, baik seksual, fisik, verbal, maupun tindakan penistaan lainnya, tidak boleh memiliki tempat di dunia olahraga Indonesia.
Oleh karena itu, ia menyatakan dukungan penuh terhadap langkah-langkah yang diambil oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) serta pengurus cabang olahraga (cabor) terkait untuk menjatuhkan sanksi berat kepada pelaku.
"Kami mendukung langkah-langkah yang dilakukan oleh Menpora dan pengurus cabor bahwa memang harus ada punishment (hukuman). Hal itu harus ditindak tegas," kata dia.
Lebih lanjut, Lalu mengungkapkan bahwa Komisi X DPR RI telah mengagendakan pertemuan khusus untuk membahas persoalan ini.
Rencananya, setelah libur Lebaran, pihaknya akan mengundang Menpora beserta seluruh pengurus cabor untuk melakukan evaluasi menyeluruh.
Baca Juga: Daftar Lengkap Tim Pelatnas Panjat Tebing Indonesia 2026, Persiapan Menuju Asian Games 2026
Langkah ini diambil guna memastikan bahwa kasus-kasus serupa tidak terulang kembali dan tidak mengganggu psikologis serta persiapan para atlet yang akan berlaga di ajang internasional.
"Habis Lebaran, kami akan undang Menpora bersama seluruh pengurus cabor untuk memastikan seluruh persiapan atlet kita, yang sebentar lagi akan menghadapi Asian Games dan Olimpiade, berjalan lancar dan tetap on the track," jelasnya.
Ia berharap evaluasi ini dapat menjamin keamanan dan kesejahteraan atlet Indonesia ke depannya, sehingga fokus mereka tidak terpecah oleh permasalahan internal maupun tindakan tidak terpuji dari oknum pengurus atau pelatih.
Sebelumnya, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir memastikan pihaknya akan mengusut tuntas dugaan pelecehan seksual dan kekerasan fisik yang terjadi di lingkungan pemusatan latihan nasional (pelatnas) panjat tebing.
Ia bahkan menggagas pembukaan saluran pengaduan resmi bagi atlet yang pernah atau sedang menjadi korban kekerasan seksual. Laporan dapat dikirimkan melalui email pengaduan.atlet@kemenpora.go.id sebagai bagian dari komitmen perlindungan atlet.
Berita Terkait
-
Buntut Kasus Undip, DPR Akan Evaluasi Total Permendikbudristek Soal Kekerasan
-
Jerat Relasi Kuasa di Balik Prestasi: Mengapa Pelecehan Seksual Bisa Terjadi di Pelatnas?
-
Daftar Atlet Pelatnas Panjat Tebing 2026, Ada Veddriq Leonardo hingga Rajiah Salsabillah
-
Daftar Lengkap Tim Pelatnas Panjat Tebing Indonesia 2026, Persiapan Menuju Asian Games 2026
Terpopuler
- 7 Cara Menghilangkan Kerak Gosong di Bawah Setrika agar Tidak Lengket dan Mengkilap
- Gelar Bukan Segalanya, Boni Hargens Sepakat dengan Prof Gayus Lumbuun Soal Aturan Sidang S3
- Wakapolri Minta Jajaran Siap Hadapi Isu Aksi 'Black September', Apa Itu?
- Heran Febrie Adriansyah Dipanggil sebagai Tersangka, Pengacara: Baru Kali Ini Kami Lihat
- Nasi di Rice Cooker Cepat Bau dan Kuning? Begini 10 Cara Mengatasinya
Pilihan
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
Terkini
-
Ketika Calon Gubernur Tak Bisa Lagi Berbohong, Pencitraan Mulai Berantakan
-
Raksasa Alumunium Rusia, Rusal Segera Garap Hilirisasi Bauksit di Kalimantan
-
Pelampung Ditemukan Bukan Milik Kapal Jurnalis, Tim SAR Fokus Sisir Selat Sunda
-
Beasiswa PNM Jadi Jembatan Pendidikan Anak Nasabah Mekaar Raih Mimpi
-
Pemerintah Bakal Gelontorkan Rp11 T untuk Rekening Massal, Apa Urgensinya?
-
Apa Itu Bedak Two Way Cake dan Bagaimana Cara Pakainya? Ini Penjelasannya
-
Cara Menempatkan Patung Katak Berkaki Tiga Chan Chu Penarik Rezeki, Jangan Sembarangan
-
Tim Gabungan Sita 2.188 Batang Rokok Ilegal di Wonosobo
-
Panas dengan Asia Barat, Aljazair Blokir Wilayah Udara untuk Pesawat UEA
-
PTPP Baru Bisa Lunasi Utang Bank Rp13,3 Triliun Hingga 2041