- Ketua Umum FPTI Yenny Wahid mengonfirmasi penyerahan kasus dugaan pelecehan mantan pelatih Hendra Basir ke kepolisian.
- Federasi siap mendampingi atlet korban secara hukum, termasuk menyediakan pengacara dan menjamin kerahasiaan identitas mereka.
- FPTI juga membentuk tim pencari fakta internal yang telah mengirimkan surat pemanggilan kepada terduga pelaku pelecehan tersebut.
Suara.com - Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia, Yenny Wahid, buka suara terkait perkembangan kasus dugaan pelecehan seksual yang menyeret nama Hendra Basir. Hendra diketahui merupakan mantan pelatih pelatnas panjat tebing Indonesia.
Yenny Wahid menjelaskan, kasus dugaan pelecehan tersebut telah diserahkan kepada pihak kepolisian setelah para atlet korban sepakat menempuh jalur hukum.
"Memang para atlet sudah memutuskan untuk membuat laporan ke polisi dan kami dari federasi mendampingi, menyediakan pengacara bagi mereka," kata Yenny kepada awak media.
"Kami siap berdiri di belakang mereka," sambungnya.
Lebih jauh, Yenny menjelaskan bahwa saat ini fokus FPTI adalah memberikan perlindungan kepada para atlet, khususnya para korban.
Ia memastikan identitas korban akan tetap dirahasiakan untuk mencegah dampak sosial yang merugikan.
"Kami memberikan perlindungan maksimal. Identitas mereka pun kami rahasiakan. Mereka jangan sampai menjadi korban dua kali karena adanya stigma di masyarakat," jelasnya.
Selain mendampingi proses hukum, Yenny Wahid menegaskan FPTI juga membentuk tim pencari fakta untuk menelusuri dugaan kasus tersebut secara internal.
Menurutnya, tim tersebut telah melayangkan surat pemanggilan kepada terduga pelaku.
Baca Juga: Bongkar Bentuk Kekerasan Seksual Eks Pelatih Panjat Tebing, Bareskrim: Meraba hingga Persetubuhan
"Kami tetap membentuk tim pencari fakta. Tim sudah melayangkan surat panggilan kepada terduga pelaku, akan ada pemanggilan kepada pelaku," tegas Yenny Wahid, putri Presiden keempat RI, Abdurrahman Wahid.
Berita Terkait
-
Geram Atlet Jadi Korban Pelecehan, Erick Thohir: Jahanam!
-
Menpora Tegas soal Kasus Atlet, PERBASI Minta Pelaku Dihukum Setimpal
-
Skandal Kickboxing Jatim: Atlet Putri Bongkar Dugaan Pelecehan, Menpora Erick Thohir Murka
-
Guru SLB di Yogyakarta Jadi Tersangka Dugaan Pelecehan Siswi Disabilitas
-
Bongkar Bentuk Kekerasan Seksual Eks Pelatih Panjat Tebing, Bareskrim: Meraba hingga Persetubuhan
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Ubed Jadi Pahlawan, Indonesia Comeback Kalahkan Thailand 3-2 di Piala Thomas 2026
-
Piala Thomas 2026: Alwi Farhan Kena Comeback, Indonesia Tertinggal 1-2 dari Thailand
-
Debut Menegangkan di Piala Thomas 2026, Sabar/Reza Bawa Indonesia Samakan Thailand 1-1
-
Drama Tiga Gim, Jonatan Christie Minta Maaf Usai Indonesia Tertinggal 0-1 dari Thailand
-
Susunan Pemain Indonesia vs Thailand di Grup D Piala Thomas 2026, Fajar Diduetkan dengan Joaquin
-
Menang atas Kesatria Bengawan Solo 84-69, Djordje Jovicic Puas dengan Performa Satria Muda
-
Sakit Pencernaan, Iga Swiatek Mundur dari Madrid Open 2026
-
Mario Aji Start dari Posisi 17 di Moto2 Spanyol 2026
-
LavAni Juara Proliga 2026, Tumbangkan Bhayangkara Presisi 3-1 di Final
-
Kejurnas Turnamen ORADO Masuki Babak Delapan Besar, Persaingan Kian Ketat