- Tunggal putra Indonesia, Mohammad Zaki Ubaidillah, terhenti di babak 32 besar Kejuaraan Bulu Tangkis Asia 2026 di China.
- Ubed kalah dari wakil Jepang, Koki Watanabe, dengan skor 21-15, 14-21, 18-21 setelah kehilangan momentum pada gim penentuan.
- Kekalahan ini menjadi pelajaran penting bagi Ubed untuk meningkatkan mental bertanding serta konsistensi saat menghadapi lawan level atas.
Suara.com - Tunggal putra Indonesia, Mohammad Zaki Ubaidillah, memetik pelajaran penting soal mental bertanding setelah langkahnya terhenti di babak 32 besar Kejuaraan Bulu Tangkis Asia (BAC) 2026.
Pemain yang akrab disapa Ubed itu harus mengakui keunggulan wakil Jepang Koki Watanabe dengan skor 21-15, 14-21, 18-21 dalam pertandingan yang berlangsung di Ningbo Olympic Sports Center, China, Rabu.
Ubed sebenarnya tampil meyakinkan pada gim pertama dengan mengendalikan permainan. Namun, situasi berubah pada gim kedua ketika Watanabe mulai mengambil alih ritme pertandingan.
“Di game kedua saya kalah cepat, lawan lebih mengontrol permainan dan di situ saya kaget,” ujar Ubed dalam keterangan resmi PP PBSI.
Pada gim penentuan, pertandingan berlangsung sengit dengan kedua pemain saling kejar poin. Ubed sempat berada di posisi unggul, tetapi kehilangan momentum pada fase krusial.
“Tadi ada kesalahan sedikit antara bola keluar dan masuk, wasit mengoreksi menjadi keluar padahal kelihatan masuk. Mungkin dari situ saya agak goyah,” katanya.
Menurut Ubed, salah satu faktor pembeda dalam pertandingan tersebut adalah mental bertanding lawan yang tetap kuat meski berada dalam tekanan.
“Keunggulan lawan dia punya rasa tidak mau kalah yang bagus padahal di game pertama dan ketiga dia sudah goyah. Ini jadi pelajaran berharga buat saya untuk evaluasi lagi ke depannya,” ujar dia.
Kekalahan ini menjadi pengalaman berharga bagi Ubed untuk meningkatkan kematangan permainan, terutama dalam menjaga fokus dan konsistensi di momen-momen penentuan saat menghadapi pemain level atas.
Baca Juga: Raymond/Nikolaus Akui Kalah Cepat dari Ganda Korea di BAC 2026
(Antara)
Berita Terkait
-
Raymond/Nikolaus Akui Kalah Cepat dari Ganda Korea di BAC 2026
-
Fajar/Fikri Jadikan Laga Pembuka BAC 2026 sebagai Pemanasan
-
Menang Dramatis, Amri/Nita Melangkah ke Babak 16 Besar BAC 2026
-
Jafar/Felisha Ingin Ulangi Prestasi Tahun Lalu di BAC 2026
-
Adnan/Indah Akui Tertekan Sejak Awal Usai Tersingkir di BAC 2026
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
Terkini
-
Raymond/Nikolaus Akui Kalah Cepat dari Ganda Korea di BAC 2026
-
Fajar/Fikri Jadikan Laga Pembuka BAC 2026 sebagai Pemanasan
-
Menang Dramatis, Amri/Nita Melangkah ke Babak 16 Besar BAC 2026
-
Jafar/Felisha Ingin Ulangi Prestasi Tahun Lalu di BAC 2026
-
Adnan/Indah Akui Tertekan Sejak Awal Usai Tersingkir di BAC 2026
-
Bobby/Melati Jadikan BAC 2026 Ajang Belajar Usai Tersingkir di 32 Besar
-
World Athletics Luncurkan Kejuaraan Dunia Maraton sebagai Ajang Mandiri Mulai 2030
-
Pertamina Enduro Fokus Benahi Detail Teknis Jelang Final Four Proliga 2026 Seri Solo
-
BAC 2026: Tersingkir di Kualifikasi, Thalita Ramadhani Akui Fisik Masih Jadi PR
-
Tokoh BWF Sir Craig Reedie Meninggal Dunia, Sosok di Balik Masuknya Bulu Tangkis ke Olimpiade