Sport / Raket
Jum'at, 10 April 2026 | 19:35 WIB
Jonatan Christie lolos ke perempat final BAC 2026 usai kalahkan wakil Jepang. Jojo akui sempat buta kekuatan lawan karena minimnya referensi video pertandingan. [Dok. PBSI]
Baca 10 detik
  • Jonatan Christie kalah dari Ayush Shetty di perempat final Kejuaraan Bulu Tangkis Asia 2026, Ningbo, pada Jumat.
  • Kegagalan mengamankan gim pertama menjadi momen krusial yang berdampak negatif terhadap kepercayaan diri Jonatan di gim kedua.
  • Kekalahan dua gim langsung tersebut memastikan langkah seluruh wakil tunggal putra Indonesia terhenti di ajang kejuaraan tersebut.

Suara.com - Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, menilai kegagalannya mengamankan gim pertama menjadi momen krusial yang berujung kekalahan dari wakil India Ayush Shetty pada perempat final Kejuaraan Bulu Tangkis Asia 2026 di Ningbo Olympic Sports Center, Jumat.

Sebagai unggulan ketiga, Jonatan harus mengakui keunggulan lawannya lewat dua gim langsung 21-23, 17-21, meski sempat berada di posisi unggul pada gim pembuka.

“Memang sangat disayangkan tadi di gim pertama sudah unggul 20 duluan tapi tidak bisa finis. Itu sangat krusial,” ujar Jonatan dalam keterangan resmi PP PBSI setelah pertandingan.

Jonatan Christie saat mengalahkan Yushi Tanaka di India Open 2026. (Dok. PBSI)

Ia mengungkapkan, selain kehilangan momentum di poin-poin akhir gim pertama, dirinya juga melakukan cukup banyak kesalahan sendiri serta terlambat bangkit dari tekanan yang diberikan lawan.

“Namanya pertandingan, kadang ada hari-harinya di mana kita melakukan kesalahan, tapi tadi kurang cepat untuk bangkitnya,” kata dia.

Jonatan juga mengakui keunggulan fisik serta pola permainan Ayush Shetty yang dinilai menyulitkan, terutama saat duel di depan net dan momen serangan.

“Dia pemain yang cukup tinggi, hampir mirip sama Viktor Axelsen, dan masih muda. Serangannya cukup baik, terutama saat dia sudah dapat posisi untuk menyerang,” ujar Jonatan.

Meski sudah mempelajari permainan lawan dari pertandingan sebelumnya, ia menilai penerapan strategi di lapangan belum berjalan optimal, terutama setelah kehilangan gim pertama yang berdampak pada kepercayaan diri di gim kedua.

“Di gim kedua terlihat dia lebih berani cara bermainnya dan saya rasa perlu dipelajari lagi,” kata Jonatan.

Baca Juga: Akui Terpancing Emosi, Alwi Farhan Petik Pelajaran Usai Disingkirkan Kodai Naraoka di BAC 2026

Kekalahan ini sekaligus memastikan langkah tunggal putra Indonesia terhenti di ajang Kejuaraan Bulu Tangkis Asia 2026.

(Antara)

Load More