Sport / Arena
Minggu, 12 April 2026 | 23:55 WIB
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengucapkan selamat atas terpilihnya Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar (PB) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) masa bakti 2026-2030. [Dok Pribadi]
Baca 10 detik
  • Menteri Luar Negeri Sugiono terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Umum PB IPSI periode 2026-2030 dalam Munas XVI di Jakarta.
  • Pemerintah Indonesia berkomitmen mendukung pengembangan pencak silat agar mampu menembus panggung dunia serta dapat masuk dalam ajang Olimpiade.
  • Pengembangan pencak silat akan difokuskan pada penguatan prestasi, pelestarian budaya, hingga dorongan industri untuk meningkatkan nilai ekonomi nasional.

Suara.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengucapkan selamat atas terpilihnya Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar (PB) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) masa bakti 2026-2030.

Menlu Sugiono terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Nasional (Munas) XVI IPSI Tahun 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Sabtu (11/4) malam.

“Saya ingin mengucapkan selamat kepada Bapak Sugiono yang menjadi Ketua IPSI secara aklamasi dan juga selamat kepada semua para pengurus demisioner yang selama ini juga bekerja luar biasa,” ucap Menpora dalam sambutannya tak lama setelah Ketum Sugiono terpilih.

Menpora menyebut Kemenpora ikut mengawal pembinaan dan pengembangan pencak silat untuk bisa mendunia, sebagaimana tema Munas yaitu “Pencak Silat Menuju Olimpiade.”

Hal ini sesuai dengan arahan Presiden Prabowo untuk menyebarluaskan pencak silat ke dunia, menjadikannya ikon Indonesia sebagaimana olahraga-olahraga bela diri lainnya yang telah memiliki panggung di dunia.

Apalagi, sambung Menpora, prestasi pencak silat dalam hal perolehan medali sudah terbilang konsisten.

Selain itu juga sudah sangat kuat dikenal di Indonesia, serta berkontribusi dalam pembangunan karakter masyarakat. Di satu sisi, pencak silat sebagai budaya bangsa dengan nilai-nilai leluhur juga harus tetap dijaga.

“Jadi bagaimana kita harus bisa membawa pencak silat ini ke panggung dunia, tidak kalah dengan negara-negara lain," jelasnya.

"Selama ini sudah ada 83 perwakilan pencak silat di dunia, sehingga ke depan bersama-sama antara IPSI dengan dukungan Bapak Presiden dan kami di kemenpora, kita bukan hanya mendorong event pencak silat ini lebih luas lagi, tetapi juga mengakar di Indonesia lebih luas lagi,” jelas Menpora Erick.

Baca Juga: Prabowo Subianto Tegaskan Bangsa Besar Harus Bangga Budayanya Jangan Minder

Indonesia, lanjut Menpora Erick, tentu bisa memaksimalkan potensi pencak silat sebagaimana olahraga-olahraga bela diri lainnya yang lebih dahulu populer. Apalagi di Indonesia terdapat 840 perguruan pencak silat. Selain bisa dikembangkan dari segi kebudayaan, juga bisa dari sisi ekonomi.

“Ini penting bahwa dukungan pemerintah ke depan harus lebih berdampak untuk pencak silat, termasuk dorongan secara industri, menjadi sebuah penetrasi yang lebih lebar lagi untuk tentu pembangunan secara ekonomi."

"Karena saya percaya yang namanya prestasi itu pasti sejalan juga dengan pembangunan secara ekonomi dan menyeluruh,” kata Menpora.

Menutup sambutannya, Menpora Erick menegaskan semua pihak harus hadir dan terlibat, baik pemerintah maupun swasta.

Kemenpora dalam hal ini ingin menjadi satu kesatuan dengan program sesuai arahan Presiden selama ini, khususnya membawa pencak silat menuju Olimpiade.

Sementara itu Ketum PB IPSI terpilih Sugiono mengungkapkan, merupakan sebuah kehormatan, sebuah tugas dan tanggung jawab yang besar dipilih menakhodai IPSI periode 2026-2030.

Load More