Sport / Arena
Minggu, 26 April 2026 | 05:00 WIB
Hari kedua Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Turnamen Olahraga Domino Nasional (ORADO) 2026 di JSI Resort, Megamendung, Jawa Barat, Sabtu (25/4/2026), diwarnai persaingan antaratlet dari berbagai provinsi yang semakin mengerucut menuju fase gugur. [Dok Pribadi]
Baca 10 detik
  • Kejurnas ORADO 2026 berlangsung di JSI Resort, Megamendung, diikuti 205 atlet dari 27 provinsi kategori senior dan junior.
  • Turnamen memasuki fase gugur setelah babak kualifikasi menentukan delapan tim terbaik pada kategori senior dan kategori junior.
  • Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi ORADO dalam membangun fondasi olahraga domino profesional dan terstruktur di Indonesia.

Ia menilai, semakin ketatnya persaingan di fase gugur menjadi indikator meningkatnya kesiapan atlet dari berbagai daerah.

Sejalan dengan itu, Ketua Bidang Humas PB ORADO, Henry Kurnia Adhi atau Jhon LBF, melihat bahwa Kejurnas tidak hanya menghadirkan kompetisi, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan dalam olahraga domino.

“Kita melihat bagaimana domino bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi juga membangun konektivitas antarprovinsi. Ada semangat persaudaraan yang kuat, dan ini menjadi kekuatan utama ORADO dalam mengembangkan olahraga domino sebagai olahraga yang inklusif dan berkarakter,” jelas Jhon.

Di tempat yang sama, Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman mengapresiasi pelaksanaan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Olahraga Domino Nasional (ORADO) 2026 yang dinilai menjadi langkah awal penting dalam membangun olahraga berbasis strategi di Indonesia.

Apresiasi tersebut disampaikan melalui Wakil Sekretaris Jenderal KONI Pusat, Mayjen TNI (Purn) Erdi Lumintang, yang mewakili Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman dalam rangkaian Kejurnas ORADO di JSI Resort, Megamendung, Jawa Barat.

Erdi menyampaikan bahwa penyelenggaraan Kejurnas ORADO pertama ini merupakan capaian yang patut diapresiasi, terutama dalam menghadirkan cabang olahraga yang memiliki potensi besar untuk berkembang secara nasional.

“Kami mengapresiasi terselenggaranya Kejurnas ORADO sebagai langkah awal dalam menghadirkan olahraga yang memiliki karakter strategi dan kecerdasan. Ini menjadi momentum penting bagi ORADO untuk membangun fondasi sebagai cabang olahraga yang terstruktur,” ujar Erdi.

Diketahui memasuki fase gugur, pertandingan berlangsung semakin intens, terutama pada babak 16 besar kategori senior dan babak delapan besar kategori junior yang menjadi penentu langkah menuju fase semifinal.

Dengan semakin mengerucutnya persaingan antarprovinsi, Kejurnas ORADO 2026 kini memasuki fase krusial yang akan menentukan peta kekuatan domino nasional menuju babak akhir, sekaligus menegaskan posisi domino sebagai olahraga strategi yang terus berkembang di Indonesia.

Baca Juga: Turnamen Domino Nasional HGI di Surabaya, Barometer Baru Olahraga Pikiran Profesional di Indonesia

Load More