Sport / Raket
Minggu, 26 April 2026 | 15:56 WIB
Jonatan Christie kalah dramatis dari Kunlavut Vitidsarn usai raket putus di poin kritis. Indonesia tertinggal 0-1 dari Thailand di Piala Thomas 2026. [Dok. PBSI]
Baca 10 detik
  • Jonatan Christie kalah dari Kunlavut Vitidsarn dalam laga pembuka Grup D Piala Thomas 2026 di Denmark, Minggu (26/4/2026).
  • Kekalahan tiga gim tersebut membuat tim bulu tangkis putra Indonesia untuk sementara tertinggal 0-1 dari tim Thailand.
  • Jonatan gagal mengamankan kemenangan meski sempat memimpin skor 20-17 karena kendala raket putus di poin kritis gim ketiga.

Suara.com - Tim bulu tangkis putra Indonesia menelan pil pahit pada laga pembuka Grup D Piala Thomas 2026. Jonatan Christie kalah dramatis dari wakil Thailand, Kunlavut Vitidsarn, di Forum Horsens, Denmark, Minggu (26/4/2026).

Kekalahan ini membuat Indonesia untuk sementara tertinggal 0-1 dari Thailand.

Jonatan takluk setelah melalui pertarungan sengit tiga gim dengan skor 16-21, 22-20, dan 20-22. Kekalahan tersebut terasa makin menyakitkan karena terjadi setelah Jonatan sempat unggul di gim penentuan.

Raket Putus di Poin Kritis

Pebulu tangkis berusia 28 tahun itu mengaku kecewa gagal mengamankan kemenangan setelah sempat memimpin 20-17 pada gim ketiga.

"Sangat disayangkan saya sudah unggul 20-17 dan bola sudah tanggung, tapi dia berhasil membalikkan," ujar Jonatan.

Situasi semakin sulit ketika raketnya mengalami masalah di momen krusial.

"Satu lagi di poin 20-19, raket saya putus," katanya.

Minta Maaf kepada Publik Indonesia

Baca Juga: Ogah Segrup! Pelatih Thailand Akui Timnas Indonesia yang Terkuat di Pot 4 Piala Asia 2027

Meski kecewa, Jonatan tetap bersyukur bisa menyelesaikan pertandingan tanpa cedera.

"Tetap mengucap syukur, puji Tuhan, bisa selesai tanpa cedera dan tadi juga sudah all out bermainnya," ucapnya.

Ia mengakui daya juang Kunlavut menjadi faktor pembeda dalam pertandingan tersebut.

"Kunlavut dengan fighting spirit-nya, dengan kelebihannya, bisa menahan satu poin lagi dan berbalik menang," tuturnya.

Pada akhir wawancara, Jonatan menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Indonesia.

"Mohon maaf belum bisa menyumbangkan poin untuk Indonesia hari ini," katanya.

Load More