Sport / Raket
Rabu, 29 April 2026 | 07:44 WIB
Indonesia tersingkir di fase grup Piala Thomas 2026 untuk pertama kalinya sejak debut pada 1958 usai kalah 1-4 dari Prancis. [Dok. PBSI]
Baca 10 detik
  • Tim putra Indonesia tersingkir dari fase grup Piala Thomas 2026 di Denmark setelah kalah 1-4 dari Prancis.
  • Kekalahan atas Prancis membuat Indonesia finis di posisi ketiga Grup D meski memiliki dua kemenangan sebelumnya.
  • Hasil ini mengakhiri rekor 68 tahun Indonesia yang selalu berhasil menembus babak gugur sejak debut tahun 1958.

Suara.com - Tim putra Indonesia mencatat sejarah kelam setelah tersingkir di fase grup Piala Thomas 2026. Kepastian itu didapat usai kalah 1-4 dari Prancis pada laga terakhir Grup D di Forum Horsens, Denmark, Rabu WIB.

Hasil ini menjadi pukulan telak bagi Indonesia, negara dengan koleksi gelar Piala Thomas terbanyak sepanjang sejarah.

Empat Partai Awal Jadi Penentu

Indonesia gagal meraih poin pada empat partai pertama. Jonatan Christie takluk dari Christo Popov dengan skor 19-21, 14-21.

Alwi Farhan kemudian menyerah kepada Alex Lanier 16-21, 19-21. Anthony Sinisuka Ginting juga kalah dramatis dari Toma Junior Popov dalam rubber game, 21-17, 13-21, 20-22.

Harapan di sektor ganda pupus setelah Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani kalah dari Eloi Adam/Leo Rossi.

Indonesia hanya meraih satu poin hiburan lewat kemenangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri atas Christo Popov/Toma Junior Popov.

Kalah Selisih, Indonesia Tersingkir

Meski menang pada partai terakhir, Indonesia tetap finis di peringkat ketiga Grup D. Indonesia, Thailand, dan Prancis sama-sama mencatat dua kemenangan.

Baca Juga: Susunan Pemain Indonesia vs Thailand di Grup D Piala Thomas 2026, Fajar Diduetkan dengan Joaquin

Namun, Prancis unggul dalam selisih kemenangan partai dan berhak lolos ke perempat final bersama Thailand.

Ironisnya, Indonesia sebelumnya tampil meyakinkan setelah mengalahkan Aljazair 5-0 dan Thailand 3-2.

Rekor 68 Tahun Berakhir

Kegagalan ini menjadi yang pertama bagi Indonesia sejak debut pada 1958. Selama 68 tahun, Indonesia selalu berhasil menembus babak gugur.

Catatan terburuk sebelumnya terjadi pada 2012, ketika Indonesia terhenti di perempat final.

Hasil di Denmark menjadi alarm serius bagi bulu tangkis Indonesia, sekaligus menegaskan ketatnya persaingan di level dunia.

Load More