Sport / Arena
Minggu, 03 Mei 2026 | 11:09 WIB
Regenerasi Atlet Panahan! 562 Anak Unjuk Gigi di MilkLife Archery Challenge Kudus. [Dok. Istimewa
Baca 10 detik
  • Sebanyak 562 atlet muda dari berbagai sekolah mengikuti MilkLife Archery Challenge 2026 Seri 1 di Kudus, Jawa Tengah.
  • Turnamen yang berlangsung 30 April hingga 2 Mei ini bertujuan membangun ekosistem pembinaan panahan berjenjang sejak usia dini.
  • MI NU Banat berhasil meraih juara umum setelah mendominasi perolehan medali pada lima kategori yang telah dipertandingkan.

Suara.com - Sebanyak 562 atlet muda ambil bagian dalam MilkLife Archery Challenge 2026 Seri 1 di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, pada 30 April hingga 2 Mei.

Turnamen ini menjadi panggung bagi para pemanah belia dari 120 Sekolah Dasar (SD) dan 17 Sekolah Menengah Pertama (SMP) untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka.

Lebih dari sekadar kompetisi, ajang ini merupakan upaya Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife dalam membangun ekosistem panahan yang kompetitif dan berjenjang sejak usia dini.

Kompetisi Berjenjang Cetak Atlet Masa Depan

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, menegaskan pentingnya kompetisi yang konsisten dalam proses pembinaan atlet muda.

"Ajang seperti ini memiliki peran penting dalam menjaga kesinambungan pembinaan atlet usia dini," ujar Yoppy Rosimin.

Menurut dia, turnamen yang terstruktur membantu atlet tidak hanya mengasah teknik, tetapi juga membangun kepercayaan diri dan mental bertanding.

Ketua Panitia Pelaksana, Vera Eka Wardani, mengatakan kategori usia pada seri ini telah disesuaikan dengan regulasi PB Perpani.

"Pada seri ini kami menyesuaikan kategori umur sesuai peraturan PB Perpani, sehingga lebih banyak atlet usia dini dapat berpartisipasi," kata Vera.

Baca Juga: Hamil Dua Minggu Saat Sabet Medali Emas, Diananda Choirunisa: Rezeki Anak, Dua Anak Dua Miliar

Final Sengit dan Kisah Inspiratif

Persaingan ketat tersaji di partai final, termasuk pada nomor PVC U-13 Putra yang mempertemukan Ahmad Umar Al Fatih dari MIM Al Tanbih melawan Muhammad Rajib Mahasin dari MIN Kudus.

Fatih berhasil mempertahankan gelarnya setelah tampil tenang di laga puncak.

"Tahun ini lawannya luar biasa. Semua pemain andal dan tepat sasaran. Tapi, saya tetap tenang dan membidik dengan sabar," ujar Fatih.

Kisah inspiratif juga datang dari Latisya Innara Surya Putri. Pemanah berusia sembilan tahun itu sukses menjadi juara pada kategori Nasional U-10 Putri.

Ayah Latisya, Eko Suryadi, menekankan pentingnya menumbuhkan kecintaan anak terhadap olahraga.

Load More