- Viktor Axelsen mengkritik keputusan BWF mengubah sistem skor bulu tangkis menjadi 15 poin mulai 4 Januari 2027.
- Sistem skor baru dinilai menghilangkan aspek daya tahan, taktik, dan momen comeback dramatis dalam setiap pertandingan bulu tangkis.
- Axelsen menyarankan BWF membenahi kalender kompetisi yang padat alih-alih mengubah sistem poin demi alasan komersial siaran televisi.
Evaluasi Kalender Padat vs Perubahan Skor
Bukannya mengubah sistem skor, Axelsen justru menyarankan BWF untuk lebih fokus membenahi jadwal kompetisi dunia yang dinilai sudah terlalu mencekik fisik para atlet.
Menurutnya, pemain akan tetap mampu menangani durasi sistem 21 poin asalkan waktu istirahat di antara turnamen besar diberikan secara lebih manusiawi.
"Kalender pertandingan memang cukup padat, jadi saya pikir akan lebih baik untuk melihat hal itu daripada mengubah sistem skor," tegas pemain peringkat satu dunia tersebut.
Bagi Axelsen, sistem 21 poin jauh lebih menantang secara fisik dan mental dibandingkan skema baru yang akan segera diterapkan tersebut.
"Ya, saya rasa begitu. Saya rasa kita akan kehilangan drama dan taktik sedikit," ucapnya saat ditanya mengenai potensi hilangnya nilai hiburan dalam bulu tangkis.
Detail Regulasi Baru Sistem 3x15 BWF
Berdasarkan keputusan Rapat Umum Tahunan BWF, sistem 15 poin akan menjadi standar baru untuk seluruh kategori pertandingan termasuk para-badminton.
Dalam aturan ini, pemenang tetap ditentukan melalui format best-of-three, namun target poin setiap gim hanya sampai angka 15.
Baca Juga: Lama Absen, Anthony Ginting Dapat Keuntungan Ini di Malaysia Masters 2026
Jika terjadi poin imbang 14-14, pemenang akan ditentukan melalui selisih dua poin dengan batas maksimal (cap) hingga angka 21.
Interval tengah gim selama 60 detik akan dilakukan saat salah satu pihak menyentuh angka delapan poin sebagai pengganti angka sebelas di sistem lama.
Perubahan besar ini dijadwalkan mulai berlaku secara resmi pada pekan pertama Januari 2027 atau tepatnya mulai 4 Januari.
Latar Belakang Perubahan Aturan BWF
Sebagai informasi latar belakang, rencana perubahan skor ini sebenarnya sudah lama digodok oleh BWF dengan alasan untuk mempersingkat durasi pertandingan agar lebih menarik bagi hak siar televisi.
Meski mendapatkan penolakan dari sejumlah pemain top dunia, BWF tetap melaju dengan rencana ini demi modernisasi dan peningkatan nilai komersial olahraga bulu tangkis di masa depan.
Negara anggota, klub, dan liga domestik diberikan waktu transisi untuk menyesuaikan program pelatihan mereka hingga tanggal implementasi resmi di tahun depan.
Berita Terkait
-
Anthony Ginting Evaluasi Pola Permainan Usai Tersingkir di Malaysia Masters 2026
-
Ubed Tantang Christo Popov di Perempat Final Malaysia Masters 2026, Bertekad Balas Dendam
-
Jonatan Christie Berhasil Melaju ke Perempat Final Malaysia Masters 2026
-
Jonatan Christie Ungkap Alasan Turun di Malaysia Masters 2026
-
Anthony Ginting Comeback di Malaysia Masters 2026 Setelah Absen 3 Tahun
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Jogja Run D-City Sukses Diikuti Ribuan Pelari, Hasil Penjualan Tiket untuk Beasiswa Pendidikan
-
IBL Datangkan Wasit Elite Asia untuk Pimpin Playoff 2026
-
Novak Djokovic Optimis Fisiknya Siap untuk Tampil di French Open 2026
-
Timnas Iran Pindahkan Base Camp Piala Dunia 2026 ke Meksiko, Hindari Masalah Visa AS
-
F1 GP Kanada: George Russell Menangi Sprint Race, Lando Norris Salip Kimi Antonelli!
-
Jadi Cabor Prestasi, 150 Atlet Buru Poin Ranking Nasional Padel di Future Junior Championship
-
Jalan Terjal Menuju The Nationals: 16 Tim Saling Sikut di Campus League 2026 Regional Jakarta
-
Pelita Jaya vs RANS Simba di Playoff IBL 2026: Laga Emosional untuk Reggie Mononimbar
-
Comeback Dramatis! Aldila Sutjiadi dan Vera Zvonareva Segel Tiket Final Maroko Open 2026
-
Jadwal Malaysia Masters 2026: Indonesia Tersisa Jojo dan Ubed